Bapeda Gelar Rapat Koordinasi TKPK

Tebing Tinggi, Empat Lawang

IMG_2437

RAPAT : Suasana rapat kerja (koordinasi penanggulangan kemiskinan daerah) TKPK di aulah Kantor Bapeda Empat Lawang, komplek perkantoran Pemkab Empat Lawang, Rabu (18/11/2015).

GUNA memperkuat koordinasi dan peran anggota tim koordinasi penanggulangan kemiskinan daerah (TKPK), Badan perencanaan pembangunan daerah (Bapeda) Empat Lawang menggelar rapat kerja TKPK di aulah Kantor Bapeda Empat Lawang, komplek perkantoran Pemkab Empat Lawang, Rabu (18/11/2015).

Rapat koordinasi yang dibuka oleh Sekda Empat Lawang, H Burhansyah yang diwakili oleh Assisten II bidang Perekonomian dan Pembangunan, Ir Syaiful Natsir MT yang mengambil tema Tingkatkan peran dan kepedulian dengan mengenali potensi dan potret kemiskinan daerah dalam mewujudkan percepatan penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Empat Lawang, ini diundang seluruh SKPD, Camat, BPS Kabupaten Empat Lawang, BUMN, BUMD, Stakeholder yang ada di Kabupaten Empat Lawang.

Kepala Bapeda Empat Lawang, H Nanti Kasih Ade melalui Kepala Bidang Sosial Budaya Bapeda Empat Lawang, Kgs Tarmizi Spd Mpd dalam laporannya menyampaikan jika tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk memperkuat koordinasi dan peran anggota TKPK yaitu seluruh SKPD di Kabupaten Empat Lawang, yang diketuai oleh Wakil Bupati Empat Lawang, Wakil Ketua TKPK yaitu Sekretaris Daerah dan Bapeda selaku sekretaris serta memiliki koordinator empat klaster kemiskinan.

Disampaikannya, kondisi sosial dan budaya yang sangat beragam dalam kehidupan bermasyarakat memerluka sentuhan kebijakan dan tindak lanjut untuk mendukung pembangunan serta perbaikan infrastruktur dasar.

“Tujuan pembangunan di bidang sosial dan budaya adalah untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat yang ditandai dengan meningkatnya kualitas kehidupan yang layak dan bermartabat serta memberi perhatian utama pada tercukupnya kebutuhan dasar,” imbuhnya.

Sementara Assisten II bidang Pembangunan dan Ekonomi Setda Empat Lawang, Ir Syaiful Natsir MT menyampaikan penanggulangan kemiskinan merupakan bagian dari pembangunan milenium (milenium develoment goals) antara lain menanggulangi kemiskinan dan kelaparan, mencapai pendidikan dasar untuk semua, mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, menurunkan angka kematian anak.

“Tujuan selanjutnya yakni, meningkatkan kesehatan ibu, memerangi HIV/AIDS, malaria, dan penyakit menular lainnya dan menjamin kelestarian lingkungan hidup. Pada tahun ini TNP2KP bersama BPS melakukan pemutahiran basis data terpadu, nama dan alamat masyarakat miskin akan segera kita peroleh direncanakan pada awal desember,” ungkap Syaiful.

Diharapkannya, dengan mengetahui potret kemiskinan sampai tingkat desa, anggota TKPK dapat membuat perencanaan yang prioritas dengan sasaran lokasi siapa dan bagaimana yang tepat serta penguatan stakeholder dalam perencanaan pembangunan.

“Konsep dasar kemiskinan yaitu memahami, mengidentifikasi, mengukur serta memetakan kemiskinan dengan mendayagunakan peran pemangku kepentinagan. Sebagai gambaran, angka kemiskinan Empat Lawang tiap tahun selalu menurun, capaian 2012 yaitu 13,36 persen dan 30.700 jiwa penduduk miskin menjadi 13,10 persen dan 30.500 jiwa,” paparnya.

Karenanya kata Syaiful, seluruh SKPD di lingkungan Pemkab Empat Lawang dapat bekerjasama dan berkoordinasi guna mendukung tercapainya target Nasional tingkat kemiskinan. “Semoga Allah dapat memberikan taufik dan hidayahnya serta berkah pada pembangunan empat lawang,” tutupnya. (HS-10)

_____________________

Sumber : Harian Silampari

Dipublikasi di Berita Empat Lawang | Meninggalkan komentar

Gelar Berbagai Macam Kegiatan

Tebing Tinggi, Empat Lawang

IMG_2374.JPG

BERIKAN : Plt Bupati Empat Lawang, H Syahril Hanafiah saat memberikan hadiah kepada para pemenang lomba balita sehat se-Empat Lawang, dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 51, Selasa (17/11/2015).

Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 51 yang jatuh pada tanggal 12 November, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Empat Lawang mengadakan berbagai macam kegiatan.

Kegiatan yang digelar Selasa (17/11/2015) dipusatkan di halaman depan kantor Dinkes Empat Lawang, Jl Guru-Guru, Komplek Perkantoran Pemkab Empat Lawang. Peserta yang mengikuti kegiatan semuanya dari pihak Dinkes, rumah sakit dan Puskesmas yang ada di Empat Lawang.

Kepala Dinkes Empat Lawang, M Taufik mengatakan, kegiatan yang diadakan diantarannya lomba line dance, tarik tambang, buat nasi tumpeng dan lainnya. Sebelum mengadakan lomba semua peserta juga mengikuti senam jantung sehat.

“Kegiatan ini internal Dinkes, rumah sakit dan puskesmas saja. Tujuannya untuk memperkuat tali silaturrahmi di lingkungan di intern kami. Selain itu, juga untuk meningkatkan kinerja kami,” jelasnya.

Ia mengimbau, tenaga kesehatan khususnya di bidang pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) harus memberikan pelayanan maksimal. ”
Jika ada pasien yang datang, petugas puskesmas jangan pasang muka cemberut. Tapi pasang senyuman dan layani dengan baik,” imbaunya.

Dijelaskan Taufik, tema kegiatan kali ini yakni generasi cinta sehat siap membangun negeri. Pihaknya juga mensosialisasikan bahaya rokok yakni sehat tanpa asap rokok.

Sementara, Plt Bupati Empat Lawang, H Syahril Hanafiah mengingatkan masyarakat di Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati, tidak hanya mencintai kesehatan, namun makna kesehatan itu sendiri untuk  pembangunan Empat Lawang. Sebab ketika kesehatan sudah terjaga, apakah kesehatan itu digunakan untuk pembangunan atau bukan.

Disampaikannya, pada dasarnya semua orang mencintai kesehatan, bahkan dikatakannya tidak ada satupun orang di dunia ini yang tidak mencintai kesehatan, namun yang jadi pertanyaan, apakah kesehatan itu dipergunakan untu membangun negeri atau bukan.

“Semua orang cinta sehat, tidak ada satu pun orang yang cinta sakit, seratus persen cinta sehat Namun ketika kita sudah sehat apa yang harus kita lakukan untuk negeri ini, itulah yang jadi pertanyaan. Tanya pada hati nurani masing-masing,” ungkap Syahril.

Disampaikannya, adalah tugas bersama membangun negeri tentunya kata Syahril dengan cara dan bidang masing-masing. “Tidak usah mengatakan orang (yang terlihat) tidak membangun negeri, namun bagaimana diri kita sendiri, tanyalah diri sendiri apa yang dilakukan kita terhadap negeri ini dan ingat,” tandasnya. (HS-10)

________________________

Sumber : Harian Silampari

 

Dipublikasi di Berita Empat Lawang | Meninggalkan komentar

Hujan Deras Jebolkan Irigasi Siringagung

Tebing Tinggi, Empat Lawang

IMG_2412

TUNJUK : Warga tunjukan jebolnya Siringagung di wilayah Desa Tanjungning Simpang Kecamatan Saling Kabupaten Empat Lawang, yang sudah ditambal oleh warga secara swadaya, Selasa (17/11/2015).

Akibat hujan yang cukup deras menguyur wilayah Kecamatan Saling Kabupaten Empat Lawang, menyebabkan irigasi Siringagung di wilayah Desa Tanjungning Simpang Kecamatan Saling, Jebol. Tentu saja akibat kejadian ini, ratusan hektar sawah yang menjadi mata pencaharian warga di tiga desa dalam wilayah Kecamatan Saling yakni, Desa Tanjungning Lama, Tanjungning Tengah dan Desa Tanjungning Simpang sendiri terancam tidak bisa garap.

Menurut warga sekitar, jebolnya Irigasi Siringagung ini terjadi pada Senin malam (17/11/2015) sekitar jam 22.00 WIB, sebab hujan yang cukup deras terjadi pada pukul 21.00 WIB.

Dari pantauan Harian Silampari di lapangan, Selasa (18/11) sore, beberapa lahan persawahan mulai digarap, namun akibat terputusnya air dari saluran utama irigasi, beberapa petani mengaku terpaksa menghentikan pengelolaan tanah.

Mereka mengaku secara swadaya, memperbaiki saluran utama irigasi dengan cara menambal bagian saluran yang jebol. Bahkan beberapa orang diantaranya terpaksa bekerja hingga sore hari meski diantara warga yang lain telah pulang.

“Ya, tadi kami begotong royong menambal bagian irigasi yang jebol. Semuanya sudah pulang setelah menambal bagian yang cukup besar jebolnya. Kami terpaksa urunan (patungan, red) beli semen sama material bangunan untuk menambal irigasi yang jebol,” ungkap Dali (43) salah seorang petani saat dijumpai di lokasi.

Disampaikannya, jika dia memiliki kolam ikan selain beberapa hektar sawah di lokasi persawahan Desa Tanjungning Simpang ini, karenanya dia terpaksa bekerja ekstra sebab jika dalam waktu kurang lebih dua minggu kedepan kolam ikannya tidak menerima pasokan air dari irigasi maka akan terancam kekeringan. “Kalau lima hingga satu minggu belum ada aliran air irigasi, masih amanlah, namun hari-hari selanjutnya yang jadi pikiran saya, makanya saya berusaha kalau bisa secepatnya aliran air irigasi kembali mengalir, setidaknya dapat mengairi kolam saya,” imbuhnya.

Sementara, Amrin (40) salah seorang petani lainnya menjelaskan jika irigasi Siringagung dibangun pada masa wilayah Kabupaten Empat Lawang masih menjadi bagian wilayah Kabupaten Lahat. Karena kondisinya yang sudah dianggap uzur (tua, red), menyebabkan irigasi ini rawan jebol.

“Pada dasarnya, yang jebol ini sudah puluhan titik, tapi masih kecil. Hujan yang cukup deras semalam ini yang membuat jebolnya irigasi cukup besar, akibatnya bisa lihat sendiri, kering semuanya. Kalau yang dibangun oleh pemerintah baru-baru ini, itu bukan titik yang banyak bolong-bolongnya, justru yang banyak bolong-bolongnya tidak tersentuh pembangunan,” ucap Amrin.

Disampaikannya, sebagai masyarakat petani dia sangat berharap ada upaya pembangunan ulang irigasi di areal persawahan ini oleh pemerintah kabupaten (Pemkab) Empat Lawang, sebab saat ini otomatis persawahan ini menjadi sandaran hidup warga di tiga desa di sekitar arela persawahan ini, pasalnya harga getah karet yang tidak kunjung naik. “Saat ini harga karet cuma Rp3500/Kilogram (Kg), jika sawah ini tidak bisa digarap kemana lagi penghindupan kami,” ujarnya.

Terpisah, Penjabat Kepala desa (PJ Kades) Tanjungning Simpang Kecamatan Saling, Ridwan Effendi membenarakan adanya jebolnya irigasi di wilayah desanya. Sejauh ini, disampaikannya jika Camat Saling telah melakukan peninjauan setelah mendapatkan informasi dari masyarakat. “Pagi tadi (kemarin, red) pak camat sudah meninjau langsung ke sana, ya kita harapkan irigasi di sana bukan hanya diperbaiki namun dibangun ulang,” katanya.

Dijelaskannya jika areal persawahan yang ada dilokasi desanya mencapai ratusan hektar. Tidak hanya menjadi mata pencaharian warga di desanya tapi ada dua desa yang lain. “Kalau data realnya saya tidak ingat tapi sekitar ratusan hektarlah,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tanjungning Tengah Kecamatan Saling, Bastari saat dihubungi via Handphone (Hp) turut membenarkan jebolnya Irigasi Siringagung. Disampaikannya, pada dasarnya warga di wilayah desanya yang paling terdampak jebolnya irigasi tersebut. “Ya, warga kami yang paling banyak terdampak jebolnya irigasi ini. Saya sendiri sudah meninjau dan secepatnya memasukan usulan ke pemkab sembari berkoordinasi dengan desa tetangga untuk mengatasi hal ini,” tandasnya. (HS-10)

________________________

Sumber : Harian Silampari

Dipublikasi di Berita Empat Lawang | Meninggalkan komentar

Bentuk Tim Tinjau Jembatan

IMG_2265

TUNJUK : Warga menunjukan Jembatan gantung yang menghubungkan Desa Kembahang Lama dengan Pasar Talangpadang (Kampung Kalangan) Kecamatan Talangpadang Kabupaten Empat Lawang, yang putus, Sabtu (14/11/2015)

Pihak Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) Kabupaten Empat Lawang, mengaku telah membentuk tim untuk meninjau Jembatan gantung penghubung Pasar Talangpadang (kampung kalangan) dengan Desa Kembahang Lama yang dikabarkan putus.

Saat dibincangi wartawan, Senin (16/11/2015) Kepala Dinas PUBM Kabupaten Empat Lawang, HA Fauzi melalui Sekretaris PUBM Empat Lawang, Yusran Fauzi mengaku belum mau gegabah menetapkan penyebab ambruknya jembatan yang menjadi akses warga dan siswa SDN 10 Kembahang Lama tersebut sebelum tim yang dibentuknya itu meninjau lokasi.

“Tim sudah kita turunkan untuk memastikan apa penyebab putusnya Jembatan Gantung tersebut. Nantinya akan diketahui apakah jembatan tersebut akibat bencana alam atauka sengaja diputus oleh oknum yang tidak bertanggungjawab,” jelasnya.

Lebih lanjut disampaikannya, jika jembatan tersebut dibangun pada masa Kabupaten Empat Lawang masih di dalam wilayah Kabupaten Lahat. Mengenai ada tindakan sengaja dari oknum masyarakat kembali dia menegaskan masih menunggu hasil peninjauan tim yang telah diutus. “Yang pasti kita tunggu dulu hasil dari peninjauan tim yang diutus, jika nanti ditemukan ada tindakan kesengajaan akan lain ceritanya,” tegas Yusran.

Terpisah, Sekda Empat Lawang, Burhansyah melalui Kepala Bagian Ekonomi Pembangunan (Kabag Ekobang) Setda Empat Lawang, Yulius Sugiantara Damar Wulan menegaskan jika pihaknya belum menerima laporan atas kejadian tersebut. Pihaknya juga dikatakan Yulius  akan turun ke lapangan terlebih dahulu untuk memastikan apa sesungguhnya yang terjadi.

Disampaikannya, pihak Bagian Ekobang juga akan mensurvey sejauhmana dampak dari ketiadaan dari jembatan tersebut,  apakah ada Jembatan lain atau tidak. Dan jika anggaran memungkinkan dan ada proposal permintaan dari warga melalui pemerintah desa.

“Dengan catatan dana memungkinkan. Namun jika belum ada maka dianggarkan di 2016. Sembari menunggu koordinasi dari pihak PUBM, karena dana yang digelontorkan untuk pembangunan jembatan itu tidak sedikit, Yang pastinya akan dicek dahulu berapa kisaran dana yang diperlukan,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Jembatan gantung yang menghubungkan Desa Kembahang Lama dengan Pasar Talangpadang (Kampung Kalangan) Kecamatan Talangpadang Kabupaten Empat Lawang, putus. Belum diketahui pasti penyebab putusnya jembatan yang melintas diatas Sungai Selepah tersebut, namun kuat dugaan Jembatan yang merupakan satu-satunya akses terdekat bagi siswa SDN 10 Kembahang Lama yang tinggal di kawasan Pasar Talangpadang menuju ke sekolahnya ini, sengaja diputuskan oleh oknum warga setempat.

Pantauan di lapangan kondisi jembatan terputus di sebelah kawasan Pasar Talangpadang. Sementara kondisi tiang tidak dapat terlihat lagi dari bibir sungai karena sudah tertutup oleh pagar rapat yang terbuat dari bambu yang terlihat masih baru. Diduga akses jalan juga sengaja ditutup oleh pemilik tanah.

Menurut Iwan (50) warga sekitar menyebutkan, jembatan tersebut sebelum diketahui putus, rencananya akan di rehab oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Kembahang Lama, menggunakan anggaran dana desa (ADD) tahun 2015 ini. Bahkan beberapa material untuk merehab jembatan tersebut seperti kayu telah tertumpuk di lokasi jembatan karena memang rehab jembatan gantung itu masuk dalam perencanaan penggunaan ADD Kembahang Lama.

“Dengan putusnya jembatan tersebut, dipastikan penerapan dana desa rehab jembatan dipastikan batal, sebab dana untuk membangun baru saya rasa tidak akan cukup dialokasikan dari dana desa,” jelasnya. (HS-10)

__________________________

Sumber : Harian Silampari

Dipublikasi di Berita Empat Lawang | Meninggalkan komentar

Dishubkominfo Siap Bantu Warga Bangun Tower Provider

Tebing Tinggi, Empat Lawang

med_2503130056_hp-signal

Ilustrasi (net)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang, melalui Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Mengaku siap membantu warga di desa yang wilayahnya tidak terjangkau sinyal seluler.

Kepala Dishubkominfo Kabupaten Empat Lawang, H Choiri Badri saat dijumpai Harian Silampari di Tebing Tinggi, Senin (16/11/2015) menjelaskan jika pihaknya siap menyampaikan permintaan warga tersebut kepada pihak operator seluler dengan catatan ada hibah tanah untuk pendirian tower provider operator seluler.

“Kita siap bantu, namun harus ada hibah tanah terlebih dahulu untuk pendirian tower seluler,” ungkapnya.

Disampaikannya selain ada hibah tanah, diharapkan ada proposal dari warga melalui pemerintah desa yang disampaikan kepada pihaknya. Dengan begitu pihaknya dapat mengusulkan permintaan warga tersebut. “Ya masih diperlukan proposal melalui pemerintah desa. Saat ini juga kami juga masih mendata desa-desa mana saja yang tidak terjangkau sinyal hp,” tandasnya.

Lanjutnya, pihak Dishubkominfo sendiri sudah melayangkan surat ke pihak Kecamatan se-Kabupaten Empat Lawang untuk mendata mana saja desa yang tidak terjangkau hot spots (blankspots) selanjutnya diajukan secara tertulis. “Tentu saja desa yang bersedia menghibahkan tanah untuk didirikan BTS (tower), nanti langsung kita ajukan ke Kemeninfo,” tutupnya.

Sebelumnya, di empat desa dalam wilayah dua kecamatan di Kabupaten Empat Lawang, yakni Desa Gelanggang, Ujungalih, Ulakdabuk dan Remantai, di empat desa tersebut jangankan untuk berselancar di dunia maya, untuk berkirim SMS pun sangat sulit dilakukan. Pasalnya tidak ada sinyal seluler terdeteksi oleh pesawat Hp jenis apapun.

Tentu saja hal tersebut menyulitkan warga di empat desa tersebut untuk berkomunikasi ke dunia luar. Karenanya warga berharap ada pembangunan tower provider seluler, sehingga hubungan komunikasi ke luar desa dapat dilakukan dengan mudah.

“Kami di sini sangat sulit berhubungan ke luar seperti desa-desa lain dalam wilayah empat lawang, sebab di sini tidak ada sinyal Hp,” ungkap Tarmizi salah seorang warga Desa Ujungalih Kecamatan Tebing Tinggi. (HS-10)

________________________

Sumber : Harian Silampari

Dipublikasi di Berita Empat Lawang | Meninggalkan komentar

Terpaksa Kurangi Produksi

Tebing Tinggi, Empat Lawang

IMG_2276

TUNJUKAN : Farida Aryani saat menunjukan hasil produksi kerupuk buatannya, Senin (16/11/2015).

Cuaca mendung yang mulai melanda wilayah Kabupaten Empat Lawang dan sekitarnya, berdapak pada penurunan omzet usaha kerupuk. Pasalnya, kondisi yang mendung membuat usaha kerupuk tidak dapat berproduksi maksimal, karenanya pengusaha kerupuk terpaksa mengurangi produksinya sebab terkendala pada proses pengeringan sebelum siap digoreng.

Seperti yang terlihat pad usaha kerupuk milik Farida Aryani (38) salah seorang pengusaha kerupuk di Desa Baturaja Lama Kecamatan Tebing Tinggi, dia mengaku terpaksa mengurangi produksi kerupuknya karena proses pengeringan yang masih dibantu oleh terik matahari sementara saat ini kondisi cuaca mendung.

“Saat ini kami kurangi produksi, bahkan beberapa jenis kerupuk terpaksa tidak kami buat dulu, sebab ditakutkan jika terlambat kering akan menjadi jamuran,” ungkap Farida.

Disampaikannya, kendala seperti sekarang ini terus dialaminya setiap tahunya, karenanya dia berharap ada perhatian pemerintah sehingga usahanya tidak terkendala lagi meski pada musim penghujan. “Harapanya kita dibantu mesin pengering, dengan begitu usaha kita tetap jalan meski pada musim penghujan,” harapnya.

Lebih lanjut disampaikan ibu dua anak yang juga merupakan guru berstatus PNS yang bertugas di SDN 21 Sugiwaras Kecamatan Tebing Tinggi ini, usaha yang dijalaninya ini dijalankannya bersama suami. Saat ini dia mengaku hanya mampu memasarkan kerupuk buatannya hanya di sekitar desanya dan desa tetangga. Hal ini lebih dikarenakan kendala permodalan yang dia miliki.

“Ya bisa saja saya pasarkan sampai ke luar daerah, namun kendala saya saat ini di permodalan. Andai saja ada bantuan dari pemkab ya itulah harapan kami,” selorohnya. (HS-10)

_________________________

Sumber : Harian Silampari

Dipublikasi di Berita Empat Lawang | Meninggalkan komentar

Warga Pesimis Listrik Mengalir dalam Waktu Dekat

Tebing Tinggi, Empat Lawang

IMG_2290

PATAH : Kondisi tiang listrik patah tertimpa pohon yang tumbang pada Sabtu malam (14/11) lalu. Foto diabadiakan Senin (16/11/2015).

Belum juga diperbaiki tiga tiang yang patah akibat pembersihan jalur yang dilakukan oleh pihak rekanan dan masyarakat beberapa bulan yang lalu, tiang listrik antara Desa Baturaja Baru dengan Desa Sugiwaras Kecamatan Tebing Tinggi kembali patah tertimpah pohon yang tumbang akibat dihantam angin deras.

Informasi yang berhasil dihimpun Harian Silampari, Senin (16/11/2015) tiang listrik yang patah tersebut terjadi pada  Sabtu malam, (14/11) lalu saat itu terjadi hujan disertai angin yang cukup kencang. Dari pantauan di lokasi, kayu yang tumbang menimpa tiang hingga menyebabkan patah sudah dipotong oleh warga sebab selain mematahkan tiang listrik, pohon yang tumbang juga ke tengah jalan menyebakan kendaraan tidak dapat melintas.

Kondisi ini tentunya membuat warga di Desa Sugiwaras pesimis jika aliran listrik ke desa mereka terealisasi dalam waktu dekat ini sebab dengan bertambahnya tiang yang patah semakin bertambah kendala masuknya aliran listrik ke desa tersebut.

“Ada yang patah lagi, kalau yang tiga tiang memang sudah lama patah tapi ini patah lagi tertimpah kayu yang roboh. Ya pesimis kalau dalam waktu dekat ini desa kami teraliri listrik jika kondisinya seperti ini,” ungkap Giok salah seorang warga Sugiwaras saat dibincangi wartawan kemarin.

Disampaikanya, warga pada dasarnya sudah sangat berharap agar kondisi jalur listrik ke arah desanya dapat dicarikan solusinya, sehingga desa mereka dapat terang benderang seperti desa yang lain dalam Kabupaten Empat Lawang. “Katanya cuma desa kita yang belum teraliri listrik dalam wilayah Empat Lawang. Tampaknya sangat banyak kendalanya sehingga PLN enggan mengalirkan listrik ke desa ini, tiga tiang yang patah berbulan-bulan belum tergantikan, ini ditambah lagi dengan satu tiang lagi yang patah,” sesalnya.

Sementara Kepala Desa (Kades) Sugiwaras Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, Ahmad Nasponi Aidi SE saat dikonfirmasi via Handphone (Hp) menjelaskan jika tiang yang patah tertimpa kayu yang roboh.

“Ya tepatnya hari sabtu malam minggu kemarin, saat itu ada hujan yang cukup deras disertai angin kencang. Rencananya saya bersama sekretaris desa besok (hari ini, red) akan menghadap pihak Dishutbuntamben Empat Lawang untuk melaporkan adanya tiang yang kembali patah ini,” ungkap Aidi.

Disampaikannya, persoalan aliran listrik ke wilayah desanya ini yang terus berlarut-larut, tentu membuat pihaknya bertanya-tanya. Jika hanya persoalan tebas tebang dikatakannya tidak ada persoalan lagi, bahkan dia bersama warga siap membantu membersihkan.

“Kami berharap tiang yang roboh segera diperbaiki, dan listrik segera dialirkan ke desa kami. Jika memang diperlukan kami bersama warga siap membantu untuk membersihkan jalur kabel ke desa kami,” tutupnya. (HS-10)

_________________________

Sumber : Harian Silampari

Dipublikasi di Berita Empat Lawang, Kabar Empat Lawang | Meninggalkan komentar