Jembatan Gantung Diduga Sengaja Diputuskan

Talangpadang, Empat lawang

IMG_2265

TUNJUK : Warga menunjukan Jembatan gantung yang menghubungkan Desa Kembahang Lama dengan Pasar Talangpadang (Kampung Kalangan) Kecamatan Talangpadang Kabupaten Empat Lawang, yang putus, Sabtu (14/11/2015)

Jembatan gantung yang menghubungkan Desa Kembahang Lama dengan Pasar Talangpadang (Kampung Kalangan) Kecamatan Talangpadang Kabupaten Empat Lawang, putus. Belum diketahui pasti penyebab putusnya jembatan yang melintas diatas Sungai Selepah tersebut, namun kuat dugaan Jembatan yang merupakan satu-satunya akses terdekat bagi siswa SDN 10 Kembahang Lama yang tinggal di kawasan Pasar Talangpadang menuju ke sekolahnya ini, sengaja diputuskan oleh oknum warga setempat.

Informasi yang berhasil dihimpun Harian Silampari, Sabtu (14/11/2015) sore, menyebutkan jika Jembatan yang dibangun antara tahun 2008/2019 tersebut diketahui putus pada Kamis (12/11/2015) siang. Saat itu siswa SDN 10 Kembahang Lama hendak pulang melalui Jembatan tersebut usai mengikuti kegiatan balajar mengajar di sekolahnya. Namun saat hendak melewati Jembatan gantung satu-satunya itu, kondisinya sudah terputus.

Pantauan di lapangan kondisi jembatan terputus di sebelah kawasan Pasar Talangpadang. Sementara kondisi tiang tidak dapat terlihat lagi dari bibir sungai karena sudah tertutup oleh pagar rapat yang terbuat dari bambu yang terlihat masih baru. Diduga akses jalan juga sengaja ditutup oleh pemilik tanah.

Menurut Iwan (50) warga sekitar menyebutkan, jembatan tersebut sebelum diketahui putus, rencananya akan di rehab oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Kembahang Lama, menggunakan anggaran dana desa (ADD) tahun 2015 ini. Bahkan beberapa material untuk merehab jembatan tersebut seperti kayu telah tertumpuk di lokasi jembatan karena memang rehab jembatan gantung itu masuk dalam perencanaan penggunaan ADD Kembahang Lama.

“Dengan putusnya jembatan tersebut, dipastikan penerapan dana desa rehab jembatan dipastikan batal, sebab dana untuk membangun baru saya rasa tidak akan cukup dialokasikan dari dana desa,” jelasnya.

Sejauh ini disampaikannya, berdasarkan informasi yang dia terima dari warga, sebelum jembatan tersebut diketahui putus, pemilik tanah meminta uang sebesar Rp10 Juta kepada Kades Kembahang Lama sebagai uang pembebasan lahan tiang jembatan, namun oleh Kades ditolak karena tidak ada dalam rencana kerja anggaran belanja (RKAB).

“Dan juga setahu saya, setiap pembangunan fasilitas umum, tanah yang digunakan pasti telah dibebaskan atau hibah, tidak mungkin pemerintah membangun jembatan itu pada sekitar lima tahun lalu jika tanahnya belum dihibahkan. Ini kan aneh, ketika jembatan itu mau direhab malah dihalangi minta duit lagi. Namun untuk lebih jelasnya, baiknya anda tanya langsung saja ke Kades,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Desa Kembahang Lama Kecamatan Talangpadang Kabupaten Empat Lawang, Arianto ketika dikoinfirmasi terkait kejadian ini di rumahnya, tampak terlihat hati-hati memberikan penjelasan. Bahkan dia meminta pihak wartawan agar tidak memperpanjang permasalahan ini. “Saya harap anda tulis saja telah terjadi bencana alam yang menyebabkan jembatan itu putus agar tidak terlalu panjang ceritanya. Terus terang saya sangat sedih jika melihat anak-anak sekolah harus digendong saat menyeberangi sungai, lantaran jembatan itu sudah putus,” ucapnya.

Diceritakannya, saat kejadian dia sendiri sedang tidak berada di desanya, karena memang sedang berada di Ibukota Kabupaten Empat Lawang, Tebing Tinggi dan baru mengetahui jika jembatan tersebut putus setelah diberitahu oleh warga. “Kalau pastinya jembatan itu putusnya pada hari Kamis menjelang siang, sebab saat pagi-pagi jembatan itu masih digunakan oleh warga dan anak-anak sekolah,” jelasnya.

Pihak desa sendiri setelah mengetahu jembatan tersebut kondisinya telah putus, dia pun tidak menunggu waktu lama langsung menggelar rapat bersama aparat desa pada malam harinya. Sebab dalam rencana penerapan ADD, rehab jembatan itu salah satunya, selain beberapa item membangun jalan setapak. “Ya, malamnya saya langsung gelar rapat desa untuk menindaklajuti kejadian ini, setelah itu konsultasi dengan pihak Cipta Karya, untuk CCO kan item rehab jembatan ke item yang lain,” terangnya. (HS-10)

_________________________

Sumber : Harian Silampari

Tentang mangoci4lawang

Mangoci4lawang Post adalah Kumpulan berita Empat Lawang yang diambil dari berbagai sumber media baik lokal ataupun Nasional ter-update setiap hari. Didalam menyampaikan mengutamakan kecepatan, ketepatan dan berimbang. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. Terima Kasih telah mengunjungi kami...
Pos ini dipublikasikan di Kabar Empat Lawang. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s