Bangun Stadion di Muarasaling

Saling, Empat Lawang

IMG_1945

SAKSIKAN : Kades Muarasaling Kecamatan Saling Kabupaten Empat Lawang, Arief Budiman (paling kanan, red) bersama Warga dan Babinsa saat menyaksikan perataan lapangan oleh alat berat, Sabtu (7/11/2015).

Warga Desa Muarasaling Kecamatan Saling Kabupaten Empat Lawang, menyambut gembira pelaksanaan pembangunan Stadion yang oleh Kepala Desa (Kades) setempat dikatakan bertaraf Nasional.

Karenanya, proses perataan lapangan sebagai tanda dimulainya pembangunan Stadion bertaraf “Nasional” ini, disambut antusias oleh warga setempat yang ingin menyaksikan awal berdirinya mega proyek di wilayah desanya.

Kades Muarasaling Kecamatan Saling Kabupaten Empat Lawang, Arief Budiman saat dibincangi Harian Silampari di lokasi pembangunan, Sabtu (7/11/2015) mengungkapkan dengan tegas, jika stadion yang dibangun ini nantinya bertaraf Nasional. Bahkan menurutnya, ini adalah upayanya untuk memajukan desa yang dia pimpin yang selama ini jauh ketinggalan dari desa-desa lain di Bumi Empat Lawang.

“Di sana nanti kita bangun tribun penonton dan sepanjang lapangan ini akan ada draenasenya. Sumber dana dari kementerian, jadi ini dana APBN,” ungkapnya.

Dijelaskannya, stadion bertaraf Nasional ini dibangun di atas tanah hibah milik masyarakat seluas satu hektar dan jalan menuju stadion akan dibangun selebar dua meter. “Desa kita termasuk beruntung dapat pembangunan stadion ini, bahkan kita sempat berebut dengan desa lain untuk lokasi pembangunan stadion, syukurlah kita berhasil mendapatkannya.  Komitmen saya yakni akan buat desa ini lebih maju dari desa lain, bahkan desa ini juga akan dibangun pasar, lokasinya nanti di pangkal desa,” tambahnya.

Disinggung waktu pengerjaan yang sangat sempit, karena sudah mendekati tutup anggaran tahun 2015, Arif optimis jika pembangunan Stadion bertaraf “Nasional” ini akan rampung dikerjakan selama satu setengah bulan. “Ah cepat bangunnya, satu setengah bulan rampung, termasuk pembangunan tribun bisa lebih cepat dalam waktu satu setengah bulan,” ujarnya.

Sementara salah seorang penghibah tanah, Haji Ziun mengatakan jika dia menhibahkan tanah ini atas dasar suka rela tanpa ada maksud-maksud tertentu. “Kalau untuk kemajuan bersama kenapa tidak. Bodoh jika orang tidak mau menghibahkan tanahnya (untuk fasilitas umum), sebab jika sudah maju nantinya tanah di sekitarnya pasti akan mahal,” ucapnya.

Sementara, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Empat Lawang, Alhumaidi Samman membantah jika ada pembangunan stadion apa lagi jika dikatakan bertaraf nasional. “Kalau pembangunan lapangan sepak bola desa itu ada. Setau saya di Empat Lawang ini ada empat desa penerima, dan yang ada di Desa Muarasaling itu salah satunya Dananya saja cuma sekitar Rp250 juta, kalau stadion tidak akan cukup Rp50 Milyar,” ungkapnya.

Dijelaskannya, pembangunan lapangan sepak bola ini sepenuhnya dilakukan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga RI termasuk pengelolaannya kelak, sementara pihak Dispora Empat Lawang hanya memfasilitasi saja. “Itu bantuan pembangunan lapangan bola di desa dari Kemenpora. Pihak desa mengusulkan pembangunan itu melalui kita dan kita sampaikan ke Kemepora, setiap desa bisa saja mendapatkannya melalui usulan, salah satu syaratnya harus sudah memiliki lahan yang sudah dibebaskan,” jelasnya.

Disampaikannya, karena proyek ini sepenuhnya dilakukan oleh pihak desa, dia menghimbau agar pihak desa penerima bantuan agar segera merealisasikan bantuan tersebut, mengingat waktu pengerjaan semakin sempit. “Jadi itu bukan pembangunan stadion, hanya lapangan bola desa bantuan Kemenpora, dan di Empat Lawang cuma ada empat desa penerima. Juga saya sampaikan bagi desa penerima bantuan agar segera menuntaskan pekerjaan itu, menginggat waktu pengerjaan semakin sempit,” tandasnya. (HS-10)

___________________________

Sumber : Harian Silampari

Tentang mangoci4lawang

Mangoci4lawang Post adalah Kumpulan berita Empat Lawang yang diambil dari berbagai sumber media baik lokal ataupun Nasional ter-update setiap hari. Didalam menyampaikan mengutamakan kecepatan, ketepatan dan berimbang. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. Terima Kasih telah mengunjungi kami...
Pos ini dipublikasikan di Kabar Empat Lawang. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s