Pengiriman Buah Jengkol Berkurang

Tebing Tinggi, Empat Lawang

IMG_1803

Beberapa orang pekerja tampak beristirahat usai mengarungi buah Jengkol sebelum menaikan buah Jengkol tersebut ke truk untuk dibawa ke Bandung Propinsi Jawa barat (Jabar), Selasa (3/11/2015).

Tidak cuma berimbas pada perternakan itik dan pertanian padi sawah, musim panas berkepanjangan di Kabupaten Empat Lawang, pada tahun ini ternyata berimbas juga pada hasil perkebunan Jengkol.

Hal tersebut diakui Kopli (65) pengepul buah Jengkol yang membuka usahanya di Jalan Nurdin Panji (Poros Tebing Tinggi-Pendopo) KM 1 Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang. Saat dijumpai Harian Silampari, Selasa (3/11/2015) menyebutkan jika musim panen buah Jengkol di Kabupaten Empat Lawang, jauh berkurang dibandingkan musim panen pada tahun sebelumnya. “Ya, sangat jauh berbeda, jika musim di tahun yang sudah paling tidak dalam dua hari kita kirim ke jawa buah jengkol ini dua hingga tiga truk, namun pada musim kali ini satu minggu itu satu truk saja tidak penuh. Ini imbas dari musim panas berkepanjangan,” ungkapnya.

Dikatakannya, pada tahun sebelumnya pihaknya selalu menargetkan dalam sekali pengiriman minimal 6 (enam) ton, namun saat ini berapapun banyaknya buah jengkol yang terkumpul jika sudah mencapai waktu satu minggu, dia langsung mengirimkannya. Hal ini dilakukan karena jika terlalu lama ditampung akan mengalami kerusakan.

“Jengkol asal kita ini masuk ke pasaran Kota Bandung (Jawa barat, red) dengan harga Rp5 ribu hingga Rp6 ribu per Kilogramnya. Makanya kita ambil dari petani harganya Rp4 ribu per Kilogram,” katanya.

Lebih lanjut disampaikannya, dalam setahun musim buah Jengkol di Kabupaten Empat Lawang, terjadi antara bulan September hingga bulan Nopember dan pesaing buah Jengkol asal Kabupaten Empat Lawang di pasaran tanah Jawa adalah Jengkol asal Kalimantan dan Lampung, namun saat ini Jengkol asal Kalimantan tidak terlalu banyak, diperkirakan panen Jengkol asal pulau itu juga menurun karena Pulau Kalimantan juga terdampak musim kemarau panjang.

“Yang paling banyak memenuhi pasaran jengkol di tanah jawa jengkol asal Kalimantan, mereka biasanya sekali bongkar satu kapal, di setiap kontiner terpasang pendingin makanya jengkol mereka lebih bagus baik kwantitas maupun kwalitas. Sementara kita paling pakai truk, jika lewat satu minggu buah jengkol yang kita bawa sudah rusak,” imbuhnya.

Lanjutnya, karena itu Jengkol asal Kabupaten Empat Lawang selalu kalah bersaing dengan Jengkol asal Kalimantan, namun karena tahun ini Jengkol asal Kalimatan tidak terlalu banyak, dia optimis jika Jengkol asal Empat Lawang tetap dilaku di pasaran. “Saat ini buah Jengkol yang paling banyak berasal dari Lampung, memang daerah itu saat ini lagi musim musimnya. Sementara daerah kita sedang di ujung musim. Mudah-mudahan dipenghujung musim ini jengkol kita tetap diburu,” harapnya. (HS-10)

______________________________

Sumber : Harian Silampari

Tentang mangoci4lawang

Mangoci4lawang Post adalah Kumpulan berita Empat Lawang yang diambil dari berbagai sumber media baik lokal ataupun Nasional ter-update setiap hari. Didalam menyampaikan mengutamakan kecepatan, ketepatan dan berimbang. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. Terima Kasih telah mengunjungi kami...
Pos ini dipublikasikan di Kabar Empat Lawang. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Pengiriman Buah Jengkol Berkurang

  1. wawan ridwan berkata:

    Assalamu’alaikum Wr.Wb.
    Salam silaturrahmi, dg wawan dri Bogor Jawa barat, sy bermaskud mencari pengirim jengkol, yang bisa suplay ke bogor, apakah admin : mangoci4lawang.wordpress.com, bisa menjadi mediasi, untk bahan pertimbangan silhkan mampir di “pasar-tu.blogspot.com”, kami ucapkan terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr.Wb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s