Oknum Guru Diduga Tampar Siswa

Tebing Tinggi, Empat Lawang

ditampar

Ilustrasi (Net)

Karena tidak mengumpulkan hasil printing mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), YS (14) siswa kelas VII SMP N 4 Baturaja Lama kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang, diduga diperlakukan kasar oleh oknum guru mata pelajaran yang sama.

Akibat perlakukan kasar yakni berupa pemukulan yang diterima YS, dia mengalami trauma bahkan dua kali pelajaran TIK tidak diikutinya karena dilarang masuk oleh guru tersebut.

Menurut YS, kejadian pemukulan yang diterimanya tersebut sudah terjadi dua minggu lalu, sekitar Sabtu (17/10) lalu. Kejadian pemukulan ini juga bukan dialaminya sendiri melainkan dialami teman lainya dan disaksikan oleh beberapa teman sekelas lainya. Penyebabnya lantaran dia tidak memiliki buku hasil printing sebagai tugas rumah (PR).

“Aku ditampar cukup kuat, oleh guru itu, mula-mula kepala aku dipegang dengan dua tanganya dan ditampar satu kali,” kata YS seraya memperaktekan cara guru tersebut menamparnya yang juga diamini oleh teman sekelasnya PS (14) yang mengaku ikut menyaksikan kejadian tersebut kepada wartawan, Sabtu (31/10/2015).

Disampaikannya, sebenarnya untuk tugas rumah yang dibebankan ke dia bersama teman sekelasnya ini hanya cukup menyetor ke guru tersebut uang sebesar Rp45 ribu.  Oknum guru tersebut beralasan kalau siswa mengerjakan tugas dengan memprint hasil kerja ditempat lain bukan dikerjakan oleh guru tersebut hasilnya akan banyak salah dan biaya yang di keluarkan siswa juga lebih mahal dibanding dikerjakan oleh oknum guru yang memberi tugas.

“Boleh saja memprint ditempat orang lain, namun kalau tidak selesai dalam waktu yang sudah ditetapkan, ibu guru itu bilang kami akan tanggung akibatnya,” jelasnya.

Sementara Ruslan orang tua YS menjadi korban kekerasan, mengaku tidak terima atas perlakuan guru tersebut karena mereka menyekolahkan anaknya untuk dididik bukan di perlakukan dengan kasar, bahkan kelakuan anaknya tersebut bukan kenakalan yang dilakukan melaikan tidak mengikuti kemauaan guru TIK tersebut yang diduga untuk mencari keuntungan pribadi.

“Kalau mereka nakal saya tidak masalah jika dihukum, cuma kalau seperti ini kan kesanya beda, bisa saja kalau guru tersebut mau uang Rp45 ribu saya beri,” sesal Ruslan.

Terpisah, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Forfeks, Hendri menyayangkan terjadinya kekerasan guru terhadap siswa ini, karena menurutnya di jaman ini harusnya siswa bukanya menjadi objek kekerasan apalagi oleh guru disekolah.

“Bagusnya guru tersebut ditest psikologi kejiwaan, karena kami dengar cara mengajar yang seperti ini sudah lama bahkan sudah banyak siswa yang mengalami tamparan oleh nya, bahkan alumni dari SMP N 4 juga mengakuinya guru ini tempramen,” kata Hendri di Tebing Tinggi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Empat Lawang, Agusni Efendi melalui Kabid Pendidikan menegah (Dikemen), Regi Subono mengatakan belum menerima informasi tersebut dari pihak sekolah bahkan dia mengaku baru tahu saat dikonfirmasi wartawan.

“Nanti saya tanya dulu ke kepala sekolah, saya belum bisa berkomentar banyak karena saya tidak tahu bahkan baru tahu saat dikonfirmasi ini,” katanya.

Kepala SMP N 4 Desa Baturaja Lama Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang, Hilyati hingga berita ini naik cetak belum bisa dikonfirmasi.  Saat wartawan mencoba menghubungi yang bersangkutan via ponsel, nomor ponselnya sedang tidak aktif. (HS-10)

_______________________

Sumber : Harian Silampari

Tentang mangoci4lawang

Mangoci4lawang Post adalah Kumpulan berita Empat Lawang yang diambil dari berbagai sumber media baik lokal ataupun Nasional ter-update setiap hari. Didalam menyampaikan mengutamakan kecepatan, ketepatan dan berimbang. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. Terima Kasih telah mengunjungi kami...
Pos ini dipublikasikan di Berita Empat Lawang. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s