Warga Palembang Mulai Mengungsi

Tebing Tinggi, Empat Lawang

JARAK PANDANG HANYA 100 METER

Ilustrasi (IST/Net)

Warga asal Kabupaten Empat Lawang yang tinggal di Kota Palembang mulai pulang kampung halaman untuk mengungsi, menyusul kabut asap di Ibukota Propinsi Sumatera selatan (Sumsel) itu tidak kunjung menghilang.
Setidaknya ini yang dilakukan Sari (25) salah seorang ibu muda yang memiliki anak dibawah umur tiga tahun (Batita), karena khawatir kabut asap dapat menyebabkan terganggunya kesehatan anak pertamanya ini, dia mengaku terpaksa tinggal sementara di rumah orang tuanya di Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang. Sementara sang suami masih tinggal di Kota Palembang karena bekerja di kota itu.

“Palembang masih diselimuti asap, karena takut nanti terjadi apa-apa dengan anak saya yang belum genab berumur satu tahun, mending saya ngungsi dulu ke Empat Lawang,” ungkapnya kepada wartawan di Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang, Selasa (27/10/2015).

Dikatakannya, meski di Kabupaten Empat Lawang diakuinya masih berkabut, namun kondisi udara di Empat Lawang terbilang masih lumayan bagus dibandingakan dengan Kota Palembang dan sekitarnya. “Harapan saya, kabut asap di Kota Palembang akibat kebakaran hutan ini dapat segera menghilang, dengan begitu saya bersama anak saya dapat kembali lagi ke Palembang,” ucapnya.

Sementara Hasna (50) orang tua Sari mengaku prihatin kondisi kabut asap yang melanda Kota Palembang dan sekitarnya. Karenanya dia mengaku sengaja menjembut anak bersama cucu pertamanya ini untuk kembali dulu ke Empat Lawang hingga kabut asap di Kota Palembang tidak lagi membahayakan terutama anak-anak Batita.

“Kebetulan kemarin saya ke Palembang, karena kabut asap kian menghawatirkan, saya berinisiatif membawa anak dan cucu saya untuk mengungsi dulu, setidak hingga kabut asap di kota palembang sudah menghilang,” terang Hasna.

Dia mengaku cukup prihatin dengan kondisi kabut yang tidak kunjung menghilang. Senada yang disampaikan anaknya, dia berharap kwalitas udara dapat segera membaik, sehingga kekhawatiran dirinya terhadap cucunya takut terkena Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) tidak terjadi. “Kalau kita yang sudah dewasa, tidak juga ada kekhawatiran, yang kita khawatirkan ini, anak-anak khususnya Batita, takutnya mereka terkena sesak nafas berat akibat asap ini. Sebab informasinya, asap dari kebakaran lahan gabut itu lebih berbahaya ketimbang asap dari sepuluh batang rokok. Inilah yang kita khawatirkan,” tandasnya. (HS-10)

__________________________

Sumber : Harian Silampari

Tentang mangoci4lawang

Mangoci4lawang Post adalah Kumpulan berita Empat Lawang yang diambil dari berbagai sumber media baik lokal ataupun Nasional ter-update setiap hari. Didalam menyampaikan mengutamakan kecepatan, ketepatan dan berimbang. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. Terima Kasih telah mengunjungi kami...
Pos ini dipublikasikan di Berita Empat Lawang. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s