Oknum Disdik Dituding Pungut Biaya E-PUPNS

Tebing Tinggi, Empat Lawang

PUNGLI

Ilustrasi (Net)

Dinas Pendidikan Empat Lawang disinyalir melakukan pungutan biaya bagi para guru PNS dalam pendaftaran ulang pengawai negeri sipil secara elektronik (E-PUPNS).

Informasi yang berhasil dihimpun Harian Silampari menyebutlkan, setiap guru yang mengirim berkas ke Disdik Empat Lawang dimintai uang berkisar antara Rp50 ribu hingga Rp100 ribu.

“Guru yang mengirim berkas E-Pupns dimintai uang, alasanya agar proses pemberkasan bisa lancar,” ungkap salah seorang narasumber yang tidak ingin disebutkan namanya, Selasa (27/10/2015).

Padahal menurut narasumber ini, sejatinya pendataran ulang PNS secara online tidak dikenakan biaya. Karena itu dari pihak pusat dan jelas-jelas gratis.

“Bayangkan, jika satu orang memberi Rp50 Ribu saja, kalikan dengan jumlah guru yang mencapai ribuan. Wah cukup besar nominalnya,” cetusnya.

Secara terpisah, Wakil Ketua PGRI Kabupaten Empat Lawang, Abdul Rozi mengaku telah mendengar isu yang menyebutkan jika ada beberapa guru yang mengaku diminta sejumlah uang untuk melakukan registrasi E-PUPNS oleh salah seorang oknum yang bertugas di Disdik Empat Lawang.

Namun setelah dia mengkonfirmasi kepada oknum bersangkutan, dipastikannya jika hal itu tidaklah benar sama sekali. Dijelaskannya, jika pendaftaran ulang PNS secara elektronik ini adalah kewajiban individu setiap PNS termasuk guru yang tercatat sebagai PNS. Setelah dilakukan pendaftaran ulang via online ini, seluruh berkas wajib diserahkan ke pihak terkait untuk di verifikasi dan ini tidak dipungut biaya karena memang tugas Disdik sebagai verifikator.

“Kalau guru diserahkan ke pihak Disdik, selanjutnya pihak Disdik memverifikasi data yang sudah didaftarkan sebelumnya oleh yang bersangkutan via online. Jadi, silahkan para guru mendaftar ulangnya di mana saja, tidak mesti di Kantor Disdik, di rumah mereka jika memiliki jaringan internet dan mereka bisa lakukan sendiri, itu lebih baik, namun jangan lupa setelah melakukan pendaftaran, berkas mereka harus diserahkan ke Disdik, tugas Disdik itu sebagai verifikator dan itu tidak dipungut biaya. Intinya tidak ada paksaan guru yang mau melakukan pendaftaran ulang PNS secara online di mana pun,” tegas Abdul Rozi.

Namun diakuinya, banyak diantara guru-guru di Empat Lawang buta Internet alias gagap tekhnologi (Gaptek), akibatnya mereka terpaksa menyuruh orang lain untuk melakukan registrasi dan pendaftaran ulang. Karena ini adalah kewajiban setiap individu PNS dan ketika mereka menyuruh orang lain mendaftarkan via online data PNS dirinya, di sini mereka sudah menggunakan jasa orang lain. “Adalah wajar jika mereka membayar jasa tersebut sesuai dengan kesepakatan. Bukan bearti ini adalah pungli, namun pembayaran jasa karena telah menyerahkan kewajiban pribadi kepada orang lain,” jelasnya.

Sementara itu, Penangung Jawab Admin E-PUPNS Disdik Empat Lawang, Triyanto Aribowo ketika dikonfirmasi menepis tudingan tersebut, dikatakannya, hal itu sama sekali tidak benar.

“Jauh-jauh hari, sebelum dimulainya pengiriman berkas E-PUPNS oleh guru ke Disdik, Saya sudah mendengar, bahwa kami melakukan pungutan biaya. Hal ini sudah jelas tidak benar, sekali lagi ini tidak benar,” tegas Triyanto Aribowo, saat disambangi di ruang kerjanya. Pihaknya, lanjut Tri, tidak akan mempersulit para guru dalam melakukan pendaftaran.

“Kenapa harus mempersulit, kita sama sekali tidak mempersulit, malah kita membantu,” imbuhnya.

Disisi lain dijelaskan Tri, total seluruh guru di Empat Lawang berjumlah 2000. “Dan yang sudah melakukan pendataran ulang baru 500. Kami tekankan sekali lagi, itu sama sekali tidak benar, kami tidak pernah mewajibkan para guru untuk membayar sejumlah uang dalam pemberkasan E-PUPNS,” pungkasnya. (HS-10)

_________________________

Sumber : Harian Silampari

Tentang mangoci4lawang

Mangoci4lawang Post adalah Kumpulan berita Empat Lawang yang diambil dari berbagai sumber media baik lokal ataupun Nasional ter-update setiap hari. Didalam menyampaikan mengutamakan kecepatan, ketepatan dan berimbang. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. Terima Kasih telah mengunjungi kami...
Pos ini dipublikasikan di Berita Empat Lawang. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s