Tidak Ada Sekolah Diistimewakan

Tebing Tinggi, Empat Lawang

small_69ilustrasikorupsidaksekolah

Ilustrasi (Net)

Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Empat Lawang, memberlakukan secara bergiliran bagi sekolah penerima dana alokasi khusus (DAK). Hal ini dilakukan agar tidak ada kecemburuan pihak sekolah terhadap alokasi dana yang banyak dipergunakan untuk pembangunan fisik di sekolah tersebut.

Kepala Disdik Kabupaten Empat Lawang, Agusni Effendi melalui Kepala bidang (Kabid) Bina Program Disdik Empat Lawang, Ridho Octaviano SR saat disambangi wartawan di ruang tugasnya, Rabu (21/10) menegaskan jika pihak Disdik Empat Lawang tidak pernah menganak tirikan atau menganak emaskan salah satu sekolah yang ada di Empat Lawang. Oleh karena untuk menghindari tudingan miring tersebut, pihaknya akan memberlakukan giliran pengalokasian dan DAK ke setiap sekolah-sekolah.

“Kita memberlakukan secara bergiliran penerima DAK. Langkah ini diambil untuk menghindari rasa kecemburuan sekolah dengan sekolah yang lainnya, jadi bagi sekolah yang sudah mendapatkan bantuan tahun lalu, pada tahun ini mereka tidak mendapatkan bantuan lagi,” ungkap Ridho.

Disampaikanya, jika selama ini banyak anggapan dari Kepala Sekolah (Kepsek) pihak Disdik memberikan bantuan itu dengan cara pilih kasih. Padahal menurut Ridho tidak ada sama sekali istilah pilih kasih di Disdik dalam memberikan bantuan termasuk bantuan-bantuan lain diluar dana DAK.

“Ya memang, kepsek selama ini beranggapan jika kita  memberikan bantuan itu pilih kasih. Pada hal itu tidak ada sama sekali, kita selalu memberikan bantuan secara merata,” jelasnya.

Masih kata Ridho, pihaknya dalam memberikan bantuan ke sekolah itu bersifat mendesak. Dia mencontohkan sekolah yang dimaksud masih kekurangan ruangan Kegiatan Belajar Mengajar (RKB), tentu saja itu sifatnya mendesak dibanding sekolah yang hanya ingin menambah RKB saja. “Tentunya kita prioritaskan yang kekurangan dari pada yang hanya ingin menambah. Kita hanya mengutamakan sekolah yang memang membutuhkan seperti yang dikatakan tadi. Namun bagi sekolah yang ingin menambahkan tentunya ada kesempat di tahun berikutnya,” paparnya.

Sementara itu dijelaskannya jika DAK itu sendiri mengutamakan RKB bagi SD saja, sementara bagi SMP dan SMA sederajat ada wacana diambil alih oleh Disdik propinsi, tentunya kedepan itu menjadi tangung jawab pihak Provinsi dan bukan pihak Disdik kabupaten lagi.

“DAK ini diproritaskan untuk RKB SD saja dan bukan untuk SMP dan SMA sederajat, jika memang pihak SD ada yang kekurangan RKB, Ya dipersilahkan untuk mengajukan usulan,” tukasnya. (HS-10)

_________________________

Sumber : Harian Silampari

Tentang mangoci4lawang

Mangoci4lawang Post adalah Kumpulan berita Empat Lawang yang diambil dari berbagai sumber media baik lokal ataupun Nasional ter-update setiap hari. Didalam menyampaikan mengutamakan kecepatan, ketepatan dan berimbang. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. Terima Kasih telah mengunjungi kami...
Pos ini dipublikasikan di Berita Empat Lawang. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s