Putik Buah Banyak Mengering

Tebing Tinggi, Empat Lawang

putik duren

Ilustrasi (Net)

Kemarau panjang berdampak serius bagi para Petani buah di Kabupaten Empat Lawang. Karena musim panas yang berkepanjangan ini, hasil perkebunan seperti Durian (Duren) dipastikan menurun pada musim mendatang, pasalnya putik buah Durian banyak mengering akibat panas yang berkepanjangan.

Informasi yang berhasil dihimpun Harian Silampari, Senin (19/10/2015) menyebutkan jika pada tahun ini, putik buah Durian banyak mengering dan jatuh. Hal ini disebabkan panas berkepanjangan membuat putik buah Durian mengering dan jatuh dengan sendirinya sebelum menjadi buah sempurna.

“Seharusnya pada bulan ini, buah duren itu sudah sebesar betis oran dewasa, bahkan ada yang sudah menunggu matang, karena musim panas berkepanjangan, saat masih sebesar jempol kaki sudah runtuh. Ya dipastikan tahun ini buah Duren tidak akan sebanyak tahun lalu, kalaupun ada, kwalitas buahnya pasti tidak akan bagus,” ucap Tarman (40) salah seorang petani warga Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang.

Tidak cuma berdampak pada pohon Durian, dikatakannya ladang dan sawah tadah hujan pun ikut terkena dampak. Sebab tidak bisa digarap karena tidak memiliki sumber air yang cukup. “Biasanya pada pertengahan bulan sepuluh, para peladang sudah mulai menanami ladangnya, namun karena bulum ada hujan yang cukup, mereka tidak berani menaburkan benih, baik itu padi atau pun benih sayuran karena khawatir hanya merusak benih saja,” jelasnya.

Sementara itu di beberpa kecamatan sentra penghasil Kopi di Kabupaten Empat Lawang, para petani Kopi mengeluhkan banyaknya tanaman kopi yang layu karena kepanasan, tidak hanya itu bakal buah pun banyak yang mengering dampak dari musim panas berkepanjangan. Dipastikan pada musim Kopi mendatang terjadinya penurunan produksi kopi.

Hal ini diakui oleh Nandar (38) salah seorang petani kopi di Kecamatan Ulumusi Kabupaten Empat Lawang. Dia mengaku pasrah dengan kondisi sekarang ini. Meski mengaku pasrah dirinya juga mengaku kebingungan karena sudah terpikir di benaknya akan mengalami masa sulit pada tahun berikutnya karena buah kopi yang sudah dipastikan akan mengalami penurunan produksi.

“Di tahun 2016 mendatang dipastikan akan menjadi masa sulit bagi kami. Kami hanyalah petani kopi, tidak ada penghasilan apapun selain dari buah kopi, jika tahun depan hasilnya tidak memadai, sudah dipastikan paceklik di depan mata,” keluhnya.

Tidak cuma kemarau panjang yang menjadi keprihatinan pihaknya, menurut Nandar, ancaman kebakaran lahan selalu menghantui petani kopi menjadi momok tersendiri baginya dan petani lain. “Nah, kalau lahan perkebunan kopi terbakar, tidak hanya tahun depan yang akan paceklik, tahun-tahun berikutnya sudah pasti kami tambah susah,” tukasnya. (HS-10)

_______________________

Sumber : Harian Silampari

Tentang mangoci4lawang

Mangoci4lawang Post adalah Kumpulan berita Empat Lawang yang diambil dari berbagai sumber media baik lokal ataupun Nasional ter-update setiap hari. Didalam menyampaikan mengutamakan kecepatan, ketepatan dan berimbang. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. Terima Kasih telah mengunjungi kami...
Pos ini dipublikasikan di Kabar Empat Lawang. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s