SMPN 5 Diduga Ada Pungli

Tebing Tinggi, Empat Lawang

Bantuan-desa-bangub

Ilustrasi (Net)

SMPN 5 Lamparbaru Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang, diduga memungut uang kepada siswa sekolah tersebut sebesar Rp250 ribu per siswa. Dalihnya, uang tersebut dipergunakan untuk pembangunan sekolah dan pembelian seragam sekolah.

Dari informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan jika sekolah tersebut melakukan pungutan kepada siswa di sekolah terutama pada siswa yang baru masuk pada tahun ajaran 2015/2016 ini.

“Dalihnya, berdasarkan rapat komite uang tersebut digunakan untuk biaya pembangunan serta seragam sekolah, padahal saya tidak pernah tau jika ada keputusan bersama komite ada sumbangan sebesar itu,” ungkap A salahseorang wali murid kepada wartawan.

Dikatakannya, dengan kondisi perekonomian yang sulit sekarang ini, tentu saja hal ini cukup memberatkan dirinya selaku wali murid. Sementara menurutnya di sekolah tersebut sudah memiliki anggaran yang cukup besar untuk penyelenggaraan sekolah bebas pungutan. “Mereka sudah memiliki anggaran yang cukup besar untuk meningkatkan kwalitas dan mutu pendidikan yang diharapkan dapat mencapai tujuan pendidikan wajib belajar sembilan tahun,” jelasnya.

Sementara itu Kepala SMPN 5 Lamparbaru, A Isnawi Spd saat dijumpai di Tebing Tinggi, Senin (5/10/2015) membantah jika pungutan uang sebesar Rp250 ribu dilakukan oleh pihak sekolah. Jika memang pihak sekolah melakukan pungutan tersebut, dikatakannya untuk apa. “Saya tidak mau tahu dengan pungutan uang yang dimaksud sebab itu adalah kegiatan Komite sekolah. Bahkan sewaktu rapat Komite Sekolah kami pun tidak masuk, jadi ini murni kegiatan komite,” tegasnya.

Ditanya apakah pihak sekolah tahu ada pungutan uang sebesar Rp250 ribu kepada para siswa, Isnawi mengiyakan dan mengaku mengetahui hal tersebut. Sebab seluruh kegiatan sekolah sudah barang tentu Kepala Sekolah mengetahuinya.

“Namanya kegiatan di sekolah, sudah pasti saya tau, karena ini kegiatan Komite Sekolah jadi kami sebagai pihak sekolah tidak ikut campur,” tukasnya.

Dijumpai terpisah, Kadisdik Empat Lawang, Agusni Effendi menegaskan apapun dalihnya setiap pungutan di sekolah tidaklah dibenarkan. Namun jika itu bentuknya sumbangan maka belum ada aturan yang mebatasi hal tersebut.

“Yang perlu digaris bawahi kriteria pungutan dan sumbangan itu apa. Jelas sangat berbeda antara sumbangan dan pungutan, jika sumbangan nominalnya tidak ditentukan serta tidak ada paksaan, sementara pungutan biasanya diharuskan,” jelas Agusni. (HS-10)

__________________

Sumber : Harian Silampari

Tentang mangoci4lawang

Mangoci4lawang Post adalah Kumpulan berita Empat Lawang yang diambil dari berbagai sumber media baik lokal ataupun Nasional ter-update setiap hari. Didalam menyampaikan mengutamakan kecepatan, ketepatan dan berimbang. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. Terima Kasih telah mengunjungi kami...
Pos ini dipublikasikan di Berita Emmpat Lawang. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s