Memberikan Wawasan Kebangsaan Adalah Tugas Bersama

Tebing Tinggi, Empat Lawang

IMG_0900Salah satu upaya memberikan pemahaman akan dasar negara pada generasi muda bangsa terlebih dalam era globalisasi sekarang ini adalah dengan memberikan wawasan kebangsaan. Namun tugas tersebut tidak hanya satu instansi saja yang bertanggung jawab, seluruh elemen bangsa harus memiliki tanggung jawab yang sama sesuai dengan peranan masing-masing.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kapolres Empat Lawang, AKBP Rantau Isnur Eka SIK kepada Harian Silampari sesaat usai pelaksanaan Upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila  di Halaman Kantor Bupati Empat Lawang, Kamis pagi (1/10).

“Memberikan pemahaman Pancasila kepada generasi muda pada era globalisasi seperti sekarang ini adalah tugas bersama sesuai dengan peranan masing-masing. Seperti di Empat Lawang ini, bukan hanya tugas FKPD atau lainnya, namun tugas kita semua,” tegas Rantau.

Senada dengan itu, Sekda Empat Lawang, H Burhansyah menyampaikan jika semua pihak harus ambil bagian dalam memberikan pemahaman terhadap Pancasila, karenanya setiap individu yang telah mengerti makna Pancasila segera memberikan pemahaman kepada generasi muda agar makna yang terkandung dalam Pancasila itu tidak serta-merta memudar. “Kita berharap generasi muda dapat diberikan bimbingan tentang makna Pancasila dan ini bukan tugas pemerintah saja, namun semua elemen masyarakat,” terangnya.

Sementara itu, Kepala BNN Kabupaten Empat Lawang, Kompol A Mancik kita dibincangi mengakui jika saat ini makna Pancasila di kalangan generasi muda mulai memudar. Ini terjadi adanya pengaruh negatif di era globalisasi, karenanya perlu ada upaya kembali bersama-sama menanamkan makna Pancasila kedalam jiwa generasi muda sehingga pemahaman akan nilai-nilai luhur Pancasila kembali merekat di hati generasi muda.

“Terutama semenjak masuknya era reformasi, nilai-nilai luhur Pancasila mulai menipis di kalangan generasi muda, mungkin ini akibat kebebasan yang kebablasan, karenanya adalah tugas bersama menumbuhkan semangat Pancasila ini sehingga akan tumbuh lagi dalam jiwa generasi muda,” katanya.

Sementara, Kasi Intel Kejari Tebing Tinggi, M Arifin SH menegaskan jika sifat koruptif yang belakangan ini menjadi isu terhangat di Indonesia adalah akibat dari kurangnya penerapan nilai-nilai Pancasila dalam jiwa individual mereka yang melakukan korupsi.

“Sifat koruptif yang menyebab seseorang menjadi koruptor itu akibat dia tidak mengamalkan fondasi utama Pancasila, mereka lupa jika Pancasila itu memiliki lima sila yang semuanya bertentangan dengan sifat-sifat koruptif yang dapat menyebabkan seseorang bertindak korupsi,” jelasnya. (HS-10)

______________________

Sumber ; Harian Silampari

Tentang mangoci4lawang

Mangoci4lawang Post adalah Kumpulan berita Empat Lawang yang diambil dari berbagai sumber media baik lokal ataupun Nasional ter-update setiap hari. Didalam menyampaikan mengutamakan kecepatan, ketepatan dan berimbang. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. Terima Kasih telah mengunjungi kami...
Pos ini dipublikasikan di Berita Empat Lawang. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s