Bendungan Pulo Emass Belum Bisa Dibuka

Tebing Tinggi, Empat Lawang

Pulo EMASS

Pulo Emass (Ilustrasi/Master plan)

Penderitaan warga Pasar Ilir dan Kelurahan Tanjung Makmur, nampaknya terus berlanjut hingga akhir tahun nanti. Pasalnya, bendungan yang sengaja dibuat untuk memudahkan pembangunan jembatan menuju Pulo Emass Tebing Tinggi, belum bisa dibuka dalam waktu dekat ini.

Meskipun pengecoran tiang sudah dilakukan beberapa waktu lalu, akan tetapi bendungan belum bisa dibuka seperti biasanya, karena masih menunggu pemasangan Balok Girder pada jembatan dimaksud.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas PU Bina Marga (PU BM) Empat Lawang, Fauzi melalui Kabid Pemeliharaan Jalan dan Jembatan, Hamsapari. Menurutnya, pembukaan bendungan secara menyeluruh belum bisa dilakukan, karena pihak rekanan masih mengerjakan beberapa item pekerjaan.

“Sebetulnya tidak ada masalah pada tiang jembatan jika bendungannya dibuka, karena pengecoran tiang jembatan sudah selesai. Akan tetapi, masih ada pekerjaan yang memerlukan bendungan dimaksud, untuk pemasangan Balok Girder,” ungkapnya saat disambangi wartawan di ruang tugasnya, Rabu (30/9/2015).

Saat ini lanjutnya, masih menunggu kedatangan Balok Girder yang dimaksud, karena pembuatannya tidak dilakukan di Empat Lawang. “Jika bahannya sudah datang, secepatnya akan dipasang kemudian dilanjutkan dengan pengerjaan lantai jembatan. Mudah-mudahan pada Oktober mendatang, pemasangan Balok Girder bisa selesai,” ujar Hamsapari.

Disinggung keluhan warga yang berada di kawasan hilir bangunan jembatan, Hamsapari menyatakan pihaknya akan memerintahkan pihak rekanan, untuk memperbesar aliran air yang sudah dibuat. “Secepatnya akan kita perintahkan pada rekanan, untuk memperlebar aliran air sungai. Agar sampah yang menumpuk di sekitar pemukiman warga segera hanyut, warga pun diminta bersabar,” imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejak proyek pembangungan jembatan menuju Pulo Emass dikerjakan, pihak rekanan langsung membuat bendungan di bagian hulu sungai, untuk memudahkan alat berat mereka bekerja.

Sejak saat ini, seluruh sumur warga pasar Ilir dan Kelurahan Tanjung Makmur, mengalami kekeringan. Khususnya sumur warga yang berada di sekitar aliran sungai musi.

Janji pihak rekanan untuk melakukan sistem buka tutup pada bendungan tersebut, hingga saat ini belum terealisasi sama sekali. Pihak rekanan hanya membuat aliran sungai kurang dari satu meter, agar air bisa mengalir.

Kondisi ini membuat tumpukan sampah yang cukup banyak, karena airnya tidak mengalir seperti biasanya. Selain menimbulkan bau yang tidak sedap, tumpukan sampah tersebut dikhawatirkan akan menimbulkan berbagai jenis penyakit, terhadap warga di kawasan pasar Ilir dan Kelurahan Tanjung Makmur. (HS-10)

_________________________

Sumber : Harian Silampari

Tentang mangoci4lawang

Mangoci4lawang Post adalah Kumpulan berita Empat Lawang yang diambil dari berbagai sumber media baik lokal ataupun Nasional ter-update setiap hari. Didalam menyampaikan mengutamakan kecepatan, ketepatan dan berimbang. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. Terima Kasih telah mengunjungi kami...
Pos ini dipublikasikan di Berita Empat Lawang. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s