Pelajar SMA Nyaris Tewas Dihakimi Massa

Tebing Tinggi, Empat Lawang

Tebing Tinggi-20150924-02685

Pelaku Romus Irawan bin Hasan, sesaat setelah dirawat di RSUD Tebing Tinggi, langsung diamankan aparat Kepolisian, Kamis (24/9/2015).

Nyaris saja nyawa Romus Irawan bin Hasan (18) warga Desa Terusan Baru Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang, yang juga tercatat sebagai pelajar di SMA Muhammadiyah Tebing Tinggi kelas XI (sebelas) tewas di tangan massa jika tidak segera diamankan oleh aparat dari Polres Empat Lawang, Kamis (24/9/2015).

Romus Irawan bin Hasan diduga adalah pelaku begal yang biasa menjalankan aksinya di kawasan objek wisata Pantai Terusan, Desa Terusan Lama Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang. Dia tertangkap massa di Kecamatan Talang Padang Kabupaten Empat Lawang, setelah membegal Jeni (16) warga Talangbanyu bersama temannya Ilham (16) warga Kelurahan Kupang Kecamatan Tebing Tinggi yang saat itu sedang jalan-jalan ke objek wisata Pantai Terusan menggunakan motor Beat bernomor polisi (Nopol) BG 6456 EQ. Pelaku sendiri mengalami luka dibagian belakang sebelum diamankan aparat kepolisian, setelah diberikan perawatan di RSUD Tebing Tinggi, pelaku pun langsung diamankan di Mapolres Empat Lawang.

Kejadian bermula saat Jeni dan temannya Ilham pergi ke objek wisata Pantai Terusan dengan mengendarai sepeda motor, saat tiba di lokasi tidak jauh dari Pantai Terusan di jalan lingkar desa Terusan Baru tepatnya dekat perkebunan karet, tiba-tiba saja kendaraan motor korban disalip oleh kendaraan motor yang ditumpangi oleh tiga orang dan memaksa korbam menghentikan kendaraannya. Diduga korban sudah dibuntuti terlebih dahulu oleh pelaku.

“Mereka (pelaku, Red), langsung todongkan senjata tajam ke saya dan meminta kendaraan motor yang kami bawa. Karena tidak ingin terjadi apa-apa, saya serahkan saja kendaraan motor, dan motor langsung dibawa kabur mereka ke arah Kecamatan Talang Padang,” ungkap Jeni saat dibincangi Harian Silampari di Mapolres Empat Lawang.

Dikatakannya, setelah menyerahkan kendaraan motor, mereka berdua pun meminta tolong warga sekitar agar diantar pulang. “Saya bersama teman minta tolong warga sekitar, di perjalan pulang teman saya menghubungi keluarganya, mereka minta agar kami tidak mengejar pelaku sebab dikhawatirkan akan terjadi apa-apa dengan kami,” jelas Jeni.

Sementara, Yon (48) salahseorang keluarga korban mengaku setelah mendapatkan informasi dari korban, dia langsung menghubungi teman dan keluarganya di Kecamatan Talang Padang agar mencegat pelaku pembegal ponakannya tersebut. Sementara dia sendiri menghubungi keluarganya di Kelurahan Kupang Kecamatan Tebing Tinggi agar mengejar pelaku.

“Alhasil pelaku berhasil dicegat di Talang Padang, dari tiga orang tersebut mereka berhasil menangkap salahseorang pelaku, dua lainya berhasil kabur. Kalau tidak ada yang amankan pelaku, saya yakin dia sudah jadi mayat karena lebih dari 80 orang yang cegat mereka,” ungkap Yon.

Sementara itu, Kapolres Empat Lawang, AKBP Rantau Isnur Eka SIK melalui Kasat Reskrim, AKP Nanang Supriyatna didampingi Kanit Pidum, Ipda Indra Gunawan ketika dikonfirmasi membenarkan adanya pelaku begal tertangkap massa. “Satu orang dari tiga orang pelaku begal ini telah kita amankan. Saat ini pelaku sudah diamankan dan dimintai keterangan,” ungkap Indra.

Modusnya dengan menggunakan senjata tajam menghadang korban. Meski masih tergolong pelajar, dikatakannya pelaku bukan lagi tergolong anak-anak karena sudah berumur 18 tahun. “Umur pelaku ini sudah 18 tahun, jelas kita perlakukan sebagai tahanan yang sudah dewasa. Kita sudah kantongi identitas kedua temannya yang saat ini sedang dalam pengejaran, kami himbau keduanya segera menyerahkan diri, jika tidak kami akan tindak tegas,” tutupnya. (HS-10/021)

______________________

Iklan

Tentang mangoci4lawang

Mangoci4lawang Post adalah Kumpulan berita Empat Lawang yang diambil dari berbagai sumber media baik lokal ataupun Nasional ter-update setiap hari. Didalam menyampaikan mengutamakan kecepatan, ketepatan dan berimbang. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. Terima Kasih telah mengunjungi kami...
Pos ini dipublikasikan di Hukum dan Kriminalitas. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s