Membakar Lahan Masih Jadi “Primadona”

Tebing Tinggi, Empat Lawang
api

Aparat dari Kepolisian dibantu warga saat memadamkan api, Kamis (17/9/2015)

Membuka lahan dengan cara membakar ternyata masih menjadi “primadona” petani di Kabupaten Empat Lawang. Terbukti kemarin (Kamis,17/9/2015), petani di wilayah Dusun Lawangagung, Desa Tanjungkupang Baru Kecamatan Tebing Tinggi, didapati salahseorang oknum petani setempat dengan sengaja membakar lahannya untuk membuka lahan perkebunan.

Meski api tidak sampai menjalar ke perkebunan warga lainnya, namun hal tersebut sempat membuat warga di Dusun Lawangagung panik, karena mengira telah terjadi kebakaran lahan perkebunan.

Kondisi ini sempat menjadi perhatian aparat Kepolisian dari Polres Empat Lawang yang sedang melakukan kegiatan Sambang Desa dalam rangka hari ulang tahun (HUT) ke-60 tahun Satuan Polisi Lalulintas (Satlantas).

Aparat dan warga yang terlanjur datang ke lokasi pembakaran lahan pun dengan tegas segera meminta oknum petani tersebut untuk segera menghentikan pembakaran lahan tersebut, mengingat lahan yang dibakar berdekatan dengan lahan milik warga lainnya, dikhawatirkan api dapat menjalar ke lahan pertanian warga.

“Saya minta anda segera memadamkan api, jika tidak anda lakukan segera maka anda akan saya proses,” tegas salahseorang petugas Kepolisian kepada oknum petani pembakar lahan di lokasi.

Ditegaskannya, para pembakar lahan dapat dipidanakan sesuai dengan hukum yang berlaku, namun demikian pihaknya hanya menghimbau agar para petani tidak mengulangi lagi perbuatan tersebut karena sangat berdampak dengan lingkungan. “Saat ini negara tetangga sudah komplin dengan kita, akibat kabut asap dampak dari terbakarnya hutan dan membuka lahan dengan cara membakar, oleh karena itu kita harus menjaga lahan dan hutan jangan sampai terjadi kebakaran,” jelasnya.

Sementara Sandi, Oknum petani pembakar lahan berkilah jika membakar lahan sudah jadi tradisi petani di areal ini dalam membuka lahan pertanian. Dikatakannya saat berlangsungnya pembakaran lahan, dia dibantu oleh 10 orang untuk mengantisipasi menjalarnya api ke perkebunan warga lainnya. “Jadi ini memang sengaja saya bakar untuk membuka lahan dan tidak akan menjalar ke perkebunan milik warga lain sebab dijaga oleh 10 orang,” kata Sandi berkilah.

Ditempat yang sama, Kades Tanjungkupang Baru, Kurini saat dibincangi wartawan mengungkapkan jika pihaknya sudah sering kali menghimbau warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Namun karena kebiasaan warga sejak turun temurun, sangat sulit baginya merubah pola membuka lahan dengan cara membakar. “Sudah sering kali dikatakan namun masih saja, ya kita akan tetap berusaha untuk merubah pola pembukaan lahan dengan cara membakar ini,” ucap Kurini.

Dijumpai terpisah, Kapolres Empat Lawang, AKBP Rantau Isnur Eka SiK saat diminta tanggapannya terkait pembakaran lahan ini mengaku sering kali menghimbau masyarakat agar tidak membuka lahan perkebunan dengan cara membakar. Mengingat lahan yang dibuka warga ini tidak terlalu luas dibandingkan dengan perusahaan perkebunan, pihaknya hanya saat ini hanya sebatas menghimbau. “Meski begitu tetap kita lakukan sidik dan lidik, sebab ada ancaman terhadap lingkungan sekitar, ” tegasnya.

Saat ini ungkap Rantau, pihaknya mengaku belum ada koordinasi dengan pihak Pemkab Empat Lawang terkait pencegahan becana alam. Meski diakuinya jika pihak Polres Empat Lawang sudah menerima surat dari Pemkab Empat Lawang terkait pembentukan tim pengendalian bencana alam di bumi Saling Keruani Sangi Kerawati, hal ini bukanlah yang pihak Polres Empat Lawang maksudkan.

“Jika menelaah surat dari Pemkab Empat Lawang, mereka minta tim pengendali bencana alam, intinya pembentukan tim hanya sebatas menanggulangi bencana bukan seperti yang kita harapkan yakni tim antisipasi dan pengendalian bencana alam,” jelasnya. (HS-10)

_________________________

Sumber : Harian Silampari

Tentang mangoci4lawang

Mangoci4lawang Post adalah Kumpulan berita Empat Lawang yang diambil dari berbagai sumber media baik lokal ataupun Nasional ter-update setiap hari. Didalam menyampaikan mengutamakan kecepatan, ketepatan dan berimbang. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. Terima Kasih telah mengunjungi kami...
Pos ini dipublikasikan di Berita Empat Lawang. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s