Warga Berduyun-duyun Turun ke Sungai Musi

Tebing Tinggi-20150829-02357

Tampak Warga yang datang dari beberbagi wilayah turun ke sungai musi di kawasan Jembatan kuning untuk melakukan aktifitas mandi dan mencuci. Foto diabadikan, Minggu (30/8/2015).

Tebing Tinggi, Empat Lawang

Musim kemarau yang masih melanda Kabupaten Empat Lawang dan sekitarnya memaksa warga di bumi Saling Keruani Sangi Kerawati harus berduyun-duyun turun ke sungai musi untuk melakukan aktifitas mandi dan mencuci.

Beberapa titik tepian sungai musi dimulai dari pukul 16.00 WIB hingga magrib di setiap harinya tampak begitu ramai oleh warga yang melakukan aktifitas mandi maupun mencuci.

Seperti yang terpantau di tepian sungai musi di bawah Jembatan Musi II (Jembatan kuning) Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, warga yang berasal dari kawasan Desa Mekarjaya (3A), Prumnas cross, Talangbanyu dan kawasan Sekip Kelurahan Kupang Tebing Tinggi bahkan diantaranya berasal dari Desa Sidomakmur Kecamatan Kikim Barat Kabupaten Lahat tampak terlihat melakukan aktifitas mandi dan mencuci di kawasan bawah Jembatan Kuning. Mereka biasanya datang bersama-sama dengan membawa kendaraan, selain mencuci dan mandi beberapa diantaranya membawa Diregen untuk diisi air sungai dan untuk dibawa pulang.

“Kami terpaksa mandi dan mencuci di sini sebab memang air sumur sudah lama kering. Kalau di sungai kan bisa lebih leluasa menggunakan air,” ungkap Paiman salahseorang warga saat dibincangi Harian Silampari, Minggu sore (30/8/2015).

Dikatakan warga yang mengaku berasal dari Desa Sidomakmur Kecamatan Kikim Barat, Kabupaten Lahat ini, mengaku jika aktifitas terjun ke sungai musi setiap petangnya ini dilakukan Dia bersama warga lainnya karena memang semenjak belakangan minggu terakhir ini sumur sudah kering, sementara air sungai yang tergolong kecil sudah tidak mengalir lagi, tentu saja sudah tidak layak lagi untuk digunakan untuk aktifitas mandi dan mencuci. “Kalau sungai-sungai kecil sudah tidak mengalir lagi, makanya kami banyak lari ke sungai musi, kalau air minum dan untuk keperluan memasak kami beli air galon, sementara untuk keperluan lainnya di rumah kami selalu bawa dirigen kosong yang akan kami isi air musi selepas mandi,” terangnya.

Diungkapkannya, meski lokasi dari desanya ke sungai musi terbilang cukup jauh yakni sekitar 5-6 Kilometer (Km), dia bersama warga lain tidak memiliki pilihan sebab air tebat yang menjadi sandaran warga di desanya sudah mengeluarkan bau tidak sedap, dan apabila digunakan akan membuat kulit menjadi gatal-gatal. “Sebenarnya desa kami memiliki tebat yang cukup bagus airnya, namun semenjak musim kemarau airnya sudah tidak layak lagi digunakan karena sudah mengeluarkan bau dan dapat menyebabkan gatal-gatal,” akunya.

Sementara Warsi salahseorang warga desa Mekarjaya (3A) mengaku jika Ia bersama keluarganya terpaksa mandi dan mencuci ke sungai musi sebab air sumur di rumahnya sudah tidak cukup lagi untuk digunakan pada aktifitas mandi dan mencuci pakaian. Oleh sebab itu, semenjak memasuki musim kemarau seperti kali ini, ada aktifitas baru yakni mengajak keluarga nyebur ke sungai musi.

“Bagi saya musim kemarau adalah musim nyebur ke sungai, sebab air sumur cuma cukup untuk mencuci piring saja, kalau untuk kepeluan lainnya ya terpaksa lari ke sungai,” imbuhnya. (HS-10)

___________________

Sumber : Harian Silampari

Tentang mangoci4lawang

Mangoci4lawang Post adalah Kumpulan berita Empat Lawang yang diambil dari berbagai sumber media baik lokal ataupun Nasional ter-update setiap hari. Didalam menyampaikan mengutamakan kecepatan, ketepatan dan berimbang. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. Terima Kasih telah mengunjungi kami...
Pos ini dipublikasikan di Berita Empat Lawang. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Warga Berduyun-duyun Turun ke Sungai Musi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s