Tidak Ada Larangan Calon Kades Bujangan

IMG-20150430-00075Tebing Tinggi, Empat Lawang

Kesuksesan pelaksanaan Pemilihan Kades (Pilkades) sistem E-voting di Kabupaten Empat Lawang menjadi salah satu tolak ukur. Karena itu, pelaksanaan pesta demokrasi tingkat desa ini menjadi percontohan berbagai daerah di Indonesia, sehingga belasan daerah mengaku bakal study banding pada pelaksanaan Pilkades yang dilakukan serentak diseluruh desa di Kabupaten Empat Lawang tersebut.

Hal ini tentunya membuat sejumlah pihak terkait serta  panitia penyelenggara merasa terbebani, karena itu mereka berupaya untuk menyukseskan Pilkades seperti kesiapan dan segala tekhnis penyelengaraannya. Dilain pihak masih banyak masyarakat yang belum memahami teknis, serta persyaratan pencalonan yang banyak mengalami perubahan. Bahkan belakangan muncul isu yang cukup membingungkan masyarakat, bahwa warga yang statusnya belum menikah tidak bisa mencalonkan diri.

“Katanya kalau belum menikah tidak bisa mencalonkan diri jadi Kades, apa benar itu,” tanya Imron (39) salahseorang Warga Tebing Tinggi.

Menanggapi munculnya isu yang berkembang di masyarakat tersebut, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Empat Lawang, H Aminuddin Bahar melalui Kabid Pemerintahan Desa dan Kelurahan, Guntur Martandy menegaskan, tidak ada aturan yang melarang seseorang yang belum menikah tidak boleh menjadi calon kades. Karena itu, agar tidak ada kebingungan di tengah masyarakat, bila ada sesuatu hal yang belum jelas atau belum paham, pihaknya menghimbau masyarakat untuk bertanya ke BPMPD, pihak terkait ataupun panitia.

“Tidak ada ketetapan ataupun aturan yang melarang yang belum menikah tidak boleh mencalonkan diri. Ya, kalaupun ada pihak ataupun masyarakat yang belum jelas, silahkan bertanya langsung ke pihak terkait untuk lebih jelasnya. Sehingga tidak ada kebingungan di tengah masyarakat,” terang Guntur.

Menurutnya, pelaksanaan Pilkades serentak di Kabupaten Empat Lawang ini akan menjadi tolak ukur daerah lain, tak hanya di Provinsi Sumsel namun daerah di luar Sumsel akan melakukan study banding tentu ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Empat Lawang jika pelaksanaannya sukses.

“Pemilihan secara evoting memang baru dan memang sudah ada daerah yang melaksanakannya, namun tidak secara serentak seperti di Empat Lawang. Wajar, kalau Pilkades di Empat Lawang menjadi gebrakan dan ingin di contoh daerah lain, karena itu, kita tidak mau pelaksanaannya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan,” kata Guntur.

Dikatakannya, sekarang ini pihaknya tengah fokus pada persiapan pelaksanaan Pilkades melalui E-voting yang pelaksanaannya serentak di 5 (lima) wilayah pemilihan. Namun kata Guntur pihaknya belum bisa memastikan berapa banyak daerah yang akan melakukan study banding, yang pastinya ada banyak daerah yang mengajukan akan study banding pelaksanaan Pilkades ini.

“Belum bisa kita infokan jumlahnya. Namun, yang pastinya ya itu tadi, karena pertama kali di Indonesia, wajar kalau banyak dari daerah lain yang akan study banding,” ungkapnya.

Sejauh ini jelas Guntur, pihaknya sudah cukup siap mulai dari panitia tingkat kabupaten hingga desa, serta stage holder lainnya. Selain itu, sosialisasi sudah dilaksanakan di beberapa wilayah pemilihan, sehingga masyarakat pemilih nantinya memahami tata cara atau teknis pemilihannya. Karena itu, dirinya optimis pelaksanaan Pilkades nantinya akan berlangsung sukses.

“Kita optimis pelaksanaannya sukses nantinya. Hal ini tidak terlepas dari kerja keras semua pihak dan panitia untuk kesiapan Pilkades ini,” pungkasnya. (HS-10)

_________________

Sumber  :  Harian Silampari

Tentang mangoci4lawang

Mangoci4lawang Post adalah Kumpulan berita Empat Lawang yang diambil dari berbagai sumber media baik lokal ataupun Nasional ter-update setiap hari. Didalam menyampaikan mengutamakan kecepatan, ketepatan dan berimbang. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. Terima Kasih telah mengunjungi kami...
Pos ini dipublikasikan di Berita Empat Lawang. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s