Dampak Aktivitas Gunung Dempo Mulai Terasa

thumb_810736_08102306022015_GAD

Gunung Dempo mengeluarkan kepulan asap hitam (images : rmolsumsel.com)

Lintang Kanan, Empat Lawang

Setelah aktivitas Gunung Api Dempo (GAD) di Kota Pagaralam yang statusnya dinaikan menjadi waspada, Warga Lintang Kanan, Kabupaten Empat Lawang mulai merasakan hawa panas beberapa hari terakhir. Karena memang wilayah kecamatan ini, merupakan wilayah yang juga dekat dengan Gunung Dempo.

Menurut sejumlah warga, Jumat (1/5/2015), hawa di wilayah mereka itu berbeda dengan seperti hari biasanya. Meskipun cuaca cukup mendung, namun hawa panas sangat terasa dan cukup membuat gerah.

“Beda dengan hari biasanya, cuaca cukup mendung, tapi hawanya sangat panas. Kemungkinan besar ini pengaruh gunung Dempo yang statusnya sudah waspada,” ungkap Rusiwan, warga Babatan, Kecamatan Lintang Kanan.

Diakuinya, dengan penetapan status waspada itu, warga di kecamatan itu, ikut waspada. Pasalnya, selain dekat dengan gunung tersebut, bilamana gunung tersebut meletus, wilayah Kecamatan Lintangkanan yang menjadi sasaran utama, karena berada tidak jauh dengan lereng gunung api tersebut.

“Kita lihat saja, aliran air belerang dari gunung Dempo tersebut mengalirnya ke Kecamatan Lintang Kanan yang kemudian masuk ke sungai Airlintang. Belum ke Kota Pagaralam, kecamatan kita yang lebih dulu menjadi sasaran,” jelasnya.

Menurutnya, selain dekat, lereng gunung cenderung ke arah Empat Lawang, sedangkan ke arah kota Pagaralam masih terhalang gunung Dempo. Masyarakat juga sudah seringkali merasakan seperti ini, meskipun merasa khawatir, warga tetap beraktivitas seperti biasanya.

“Kita juga tetap memonitor melalui berita atau informasi, kalaupun memang akan meletus, ya warga tentunya terpaksa mengungsi. Mudah-mudahan saja tidak terjadi,” harapnya.

Herlika, warga lainnya mengatakan, dampak lain bila adanya peningkatan aktivitas GAD ini, banyak juga fenomena alam lainnya, seperti banyaknya binatang yang notabenenya di hutan mulai turun gunung, bahkan sampai masuk ke wilayah permukiman penduduk.

“Segala macam binatang sampai binatang buas sekalipun turun gunung. Ini merupakan fenomena alam yang sering dijumpai bila ada peningkatan aktivitas GAD, sehingga bisa menjadi pertanda alam,” ungkapnya. (HS-10)

________________

Sumber  :  Harian Silampari

Tentang mangoci4lawang

Mangoci4lawang Post adalah Kumpulan berita Empat Lawang yang diambil dari berbagai sumber media baik lokal ataupun Nasional ter-update setiap hari. Didalam menyampaikan mengutamakan kecepatan, ketepatan dan berimbang. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. Terima Kasih telah mengunjungi kami...
Pos ini dipublikasikan di Berita Empat Lawang. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s