Calon Kades Harus Berduit ?

12733pilkades-11 Tebing Tinggi, Empat Lawang

Calon kepala desa (Kades) di Kabupaten Empat Lawang sepertinya harus dari kaum berduit. Pasalnya, sebagian besar biaya pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades), dibebankan ke para calon, sebab dana dari APBD Kabupaten Empat Lawang hanya disediakan 3juta rupiah per desa. Di sisi lain pagu anggaran rata-rata sekitar 30juta rupiah hingga 35juta rupiah per desa. Dengan demikian, sisa kekurangan dana tersebut dibebankan ke para calon kades.

“Kalau calonnya dua, ya sekitar Rp 32 juta dibagi dua. Tiap calon kades setor Rp 16 juta. Jadi kalau tidak ada uang, ya tidak usah calon kades,” ungkap salahseorang calon kades di Empat Lawang, kemarin (28/4).

Menurutnya, pada ketentuan Undang Undang (UU) nomor 6 tahun 2014 tentang desa, biaya pelaksanaan pilkades itu dibebankan di APBD kabupaten/kota. Begitu juga penjelasan peraturan menteri dalam negeri (Permendagri) nomor 112 tahun 2014. Dengan adanya ketentuan ini, seharusnya Pemkab Empat Lawang menganggarkan pelaksanaan Pilkades bukan membebankan kepada calon Kades.

“Kok dianggarkan cuma Rp 3 juta per desa, buat honor panitianya saja tidak cukup apalagi mau pelaksanaan. Pilkades seharusnya menjadi prioritas, karena bagian dari pelaksanaan pesta demokrasi,” jelasnya.

Dikatakanya, sejumlah calon kades keberatan jika harus menyetor dana besar itu. Sebab biaya kampanye saja sudah cukup besar dikeluarkan padahal tidak semua calon kades memiliki uang.

“Tak semua calon kades banyak uang, Ini kesannya paksaan, kalau tidak setor katanya pilkades batal atau diundur atau kami dianggap tidak siap maju,” cetusnya.

Sementara itu, Rohmah (46) salahseorang warga Tebing Tinggi, mengaku baru mengetahui jika anggaran yang disediakan Pemkab Empat Lawang untuk pilkades hanya sebesar 3juta rupiah. Ia sangat tidak setuju dengan pembiayaan pemilihan ditanggungkan ke calon kades, sebab jika kades nanti terpilih sudah pasti akan menggunakan kekuasaannya berusaha secepatnya mencari celah agar modalnya cepat kembali. “Dana 3juta rupiah sekali kegiatan persiapan saja sudah habis, tentu saja mana cukup untuk melaksanakan pilkades. Dan juga kalau dibebankan ke calon kades saya khawatir kades yang menang nanti akan mencari celah untuk mengembalikan biaya pencalonan. Kasihan yang kalah, menang jadi arang, kalah jadi abu,” cetusnya.

Sementara itu Kepala BPMPD Kabupaten Empat Lawang, H Aminudin Bahar melalui Kabid Pemerintah Desa dan Kelurahan, Guntur Martandy ketika dikonfirmasi mengakui, sesuai kemampuan daerah dan sudah disetujui DPRD Empat Lawang melalui peraturan daerah (Perda) mengenai APBD 2015, bahwa anggaran pilkades ditetapkan hanya 3juta rupiah per desa. Kekurangannya dibebankan ke para calon kades, urunan sesuai RAB ditetapkan melalui peraturan desa masing-masing. Sifatnya, dana dari calon kades adalah sumber lain yang tidak mengikat.

“Ya biaya pilkades rata-rata sekitar Rp 30 juta – Rp 35 juta tiap desa. Kalau dari APBD cuma Rp 3 juta,” jelas Guntur.

Ia mengakui, penganggaran pilkades sebelumnya diajukan pada pembahasan raperda APBD 2015 di kisaran Rp 20 juta per desa, namun pengajuan tersebut ditolak oleh banggar DPRD Empat Lawang. Alasannya, masih banyak kebutuhan infrastruktur lebih penting dibanding pelaksanaan Pilkades.

Kita menyadari sebut Guntur, sesuai ketentuan Undang Undang nomor 6 tahun 2014 dan permendagri, biaya pilkades dibebankan ke APBD kabupaten/kota. “Namun ya sesuai kemampuan daerah, kedepan mungkin akan dimaksimalkan lagi,” jelasnya. (HS-10)

____________

Sumber  :  Harian Silampari

Tentang mangoci4lawang

Mangoci4lawang Post adalah Kumpulan berita Empat Lawang yang diambil dari berbagai sumber media baik lokal ataupun Nasional ter-update setiap hari. Didalam menyampaikan mengutamakan kecepatan, ketepatan dan berimbang. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. Terima Kasih telah mengunjungi kami...
Pos ini dipublikasikan di Berita Empat Lawang. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s