Warga Geruduk Kantor BLHD

IMG00690-20150211-1115Tebing Tinggi, Empat Lawang – Buntut dari banjir yang melanda Perumnas Graha Emass Kawasan Sikip, tidak kurang belasan warga Perumnas Graha Emas kawasan Sekip, Kelurahan Tanjung Kupang, Kecamatan Tebing Tinggi menyambangi Kantor BLHD Empat Lawang, mereka mempertanyakan Analisi Dampak Lingkungan (Andal) Perumahan yang tergolong elite tersebut yang izinnya dikeluarkan oleh pihak BLHD Empat Lawang.

Nyaris terjadi baku hantam antara Warga perumahan dengan Pegawai di lingkungan BLHD akibat ada kesalahfahaman, namun cepat di tengahi oleh Kepala BLHD Empat Lawang, Darno Bakar, sehingga bentrokan pun dapat diredam

Yusran (45) salahseorang warga Perumnas Graha Emass Sekip, mengatakan Dia dan warga yang lain menuntut ganti rugi ke pada pihak developer atas kerugian yang mereka alami akibat banjir bandang oleh luapan Sungai Berau.

“Yang pertama kami menuntut agar perusahaan menjamin tidak ada lagi pembayaran angsuran dan dianggap lunas. Yang kedua, menganti kerugian yang dialami warga akibat banjir yang terjadi,” ungkap Yusran, didampingi puluhan warga lainnya saat menyuarakan tuntutannya, dihadapan awak media, Rabu (11/2/2015).

Dikatakannya, para warga sebelumnya sudah melakukan kesepakatan bersama untuk melakukan tuntutan ke pada pihak developer. “Kita sudah mufakat bersama, kita menuntut kerugian yang kita alami,” tegasnya

Tuntutan ini, lanjutnya, akan terus dilakukan karena menyangkut hak hidup orang banyak. “Tuntutan akan kita terus upayakan karena warga sudah banyak mengeluhkan kerugian,” tandasnya

Sementara, Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Empat Lawang, Darno Bakar mengatakan jika pihak BLHD sendiri siap menjadi penengah antara pihak Developer dengan Warga. Namun untuk tahap awal Ia mengaku akan memanggil pihak Developer dahulu dan menyampaikan keluhan warga, sehingga nantinya akan dicarikan jalan tengahnya.

“Yang terpenting, kita panggil dahulu pihak pengembangnya dan menyampaikan tuntutan warga, sekaligus mendengarkan pendapat pengembang sendiri,” kata Darno.

Diberitakan kemarin, banjir bandang akibat luapan Sungai Berau yang merendam Perumnas Graha Emass kawasan Sekip, Kelurahan Tanjungkupang, Kecamatan Tebing Tinggi, Minggu (8/2/2015) dinilai warga bukan hanya bencana alam.

Warga menyesalkan pihak developer yang mulai beroperasi sekitar tahun 2010 lalu yang mengabaikan analisis dampak lingkungannya. Bahkan informasi yang diterima, pengembangan di lokasi lembah tebingan yang menjadi wilayah terendam banjir tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Kekesalan warga pun memuncak, karena banjir ini sudah terjadi yang ketiga kalinya, bahkan kali ini merupakan banjir terparah yang menyebabkan sebagian besar warga tak sempat menyelamatkan harta bendanya. Namun, sepertinya tidak ada tindakan dari pihak developer untuk mengantisipasi kembali terjadinya banjir, sehingga banjir sampai terjadi untuk ketiga kalinya.

Selain menuntut ganti rugi material yang rusak, seperti perabotan rumah tangga, bahkan enam buah mobil yang terendam, warga juga mengancam untuk tidak membayar kredit perumahan tersebut, dengan alasan sudah banyak menderita kerugian.

“Kami sudah banyak menderita kerugian dan banjir ini sudah ketiga kalinya, karena itu pihak developer harus ganti rugi. Kami juga akan menyetop kredit, karena lokasi ini tidaklah layak jadi perumahan bila tidak ada upaya antisipasinya,” ungkap Syarkowi Thohir, warga setempat saat dibincangi di lokasi. (HS-Mg09)

———————————————-

 

 

Sumber  :  Harian Silampari

Iklan

Tentang mangoci4lawang

Mangoci4lawang Post adalah Kumpulan berita Empat Lawang yang diambil dari berbagai sumber media baik lokal ataupun Nasional ter-update setiap hari. Didalam menyampaikan mengutamakan kecepatan, ketepatan dan berimbang. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. Terima Kasih telah mengunjungi kami...
Pos ini dipublikasikan di Kabar Empat Lawang. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s