PKL Kembali Berulah, Gelar Lapak Dekat Mobil POL PP

IMG00566-20150130-0831 Tebing Tinggi, Empat Lawang – Tampaknya imbauan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang melalui Dinas Pasar, Kebersihan, Keindahan dan Tata Kota (DPK3) Kabupaten Empat Lawang untuk tidak menggelar lapak jualan di kawasan jalan Lorong Talang Padang tidak digubris pedagang kaki lima (PKL) yang biasa berjualan di seputaran pasar Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang.

Ini terpantau kemarin (Jum’at, 30/1) para pedagang sayur di kawasan Jalan yang menuju pasar eks gedung serba guna (GSG) atau yang lebih dikenal jalan lorong Talang Padang pasar Tebing Tinggi Empat Lawang, yang beberapa waktu lalu telah ditertibkan untuk tidak lagi berjualan di kawasan itu, kembali menggelar dagangannya. Bahkan mereka dengan sengaja berjualan di dekat mobil milik Sat Pol PP Kabupaten Empat Lawang yang sengaja disiagakan untuk menghalau pedagang agar tak berjualan di lokasi tersebut.

Tak hanya pedagang sayur, beberapa pedagang ikan dan ayam pun kembali menggelar lapak di sepanjang jalan itu seolah-olah mereka sengaja menghiraukan petugas. Mereka berdalih lantaran lapak yang disediakan oleh Pemkab Empat Lawang tidak cukup untuk menampung semua pedagang sayur dan ikan yang ada sehingga mereka terpaksa “menantang” petugas untuk tetap berjualan di lokasi tersebut.

“Kami terpaksa berjualan di sini, lantaran lapak yang disediakan samping GSG cukup sempit, para pembeli rata-rata malas masuk kesana, mau tak mau kami kembali ke sini. Kalau nanti diusir, ya kami pindah lagi sementara,” ungkap Rukiyah (45), seorang pedagang saat dimintai keterangannya.

Diakuinya, selain tidak cukup tempat yang disediakan, Ia berkilah jika tempat jualan yang disediakan Pemkab Empat Lawang sangat tidak strategis sehingga Ia bersama pedagang yang lain terpaksa kembali berjualan di tempat tersebut.

“Kalau lokasi yang disediakan strategis tentu tak mau kami jualan di sini, ya terpaksalah lantaran di sinilah tempat yang paling strategis,” kilahnya.

Sementara, Nur (40) pedagang lain menimpali, Pemerintah itu harusnya kalau mau usir pedagang, sediakan dulu tempatnya. sebab dinilainya Pemkab terlalu memaksakan kehendak memindahkan pedagang, sehingga relokasi pedagang terkesan dipaksakan.

“Kami ini cuma cari sesuap nasi untuk makan, kalau mau pindahkan kami harusnya disediakan dulu tempatnya, ini jadi kesannya menghalangi kami cari rejeki,” timpalnya. (ozi)

 

 

___________________

 

 

Sumber  :  Harian Silampari

 

Iklan

Tentang mangoci4lawang

Mangoci4lawang Post adalah Kumpulan berita Empat Lawang yang diambil dari berbagai sumber media baik lokal ataupun Nasional ter-update setiap hari. Didalam menyampaikan mengutamakan kecepatan, ketepatan dan berimbang. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. Terima Kasih telah mengunjungi kami...
Pos ini dipublikasikan di Berita Empat Lawang. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s