Bangunan Ruang Kelas Baru SMPN 1 Talangpadang Empat Lawang Kembali Retak

bangunan-rkb-smpn-1-talangpadang232Talang Padang, Empat Lawang – Kasus nyaris ambruknya bangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SMPN 1 Talang Padang yang mana kasusnya ditutup dengan konsekuensi pihak kontraktor mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 5,2 juta sesuai dengan temuan BPK sudah kembali retak. Pihak sekolah sendiri enggan menerima dua RKB hasil pengerjaan proyek dengan dana APBD 2014 sebesar Rp 300 juta lebih itu karena khawatir bangunan itu roboh saat difungsikan.

Pengamatan Wartawan, Sabtu (10/1/2015), dua unit RKB yang sudah ditambal itu, kini sudah banyak terlihat keretakan pada bagian dinding. Bahkan, bagian plafon sudah nyaris ambrol karena adanya pergeseran dari bagian terpasangnya plafon tersebut. Sementara bagian pondasi, selain ditambal, juga sudah dipasang tiang penyangga dengan beton.

Menurut salah seorang guru yang enggan menyebutkan namanya, sejauh ini pihak sekolah enggan menerima hasil pekerjaan itu, karena kondisinya bangunan cukup mengkhawatirkan. Ditakutkan bangunan akan roboh saat kegiatan belajar dan mengajar berlangsung, sehingga memakan korban jiwa.

“Kondisi bangunannya sendiri tadinya nyaris ambruk, tapi cuma ditambal, jadi tidak akan begitu kokoh. Kepala sekolah sendiri sudah menegaskan tidak akan menerima, karena khawatir terjadinya sesuatu hal yang tak diinginkan,” ungkapnya.

Ditemui ditempat terpisah, Kades Kembahang Lama, Kecamatan Talang Padang, Ariyanto selaku orang nomor satu di desa tempat berdirinya sekolah itu menyesalkan pembangunan RKB tersebut yang terkesan asal jadi.Selaku pemerintah desa dari awal hingga selesainya pembangunan pihaknya tidak pernah dilibatkan. Padahal semestinya selaku pemerintah desa harus mengetahui adanya pembangunan di desanya masing-masing, mulai dari titik nol hingga titik 100 persen.

“Saya tidak tahu-menahu karena tidak pernah dilibatkan, titik nol-nya saja saya tidak pernah tandatangani apalagi selesainya. Saya baru tahu, karena dipanggil kepolisian setelah gedung RKB tersebut nyaris ambruk,” ungkapnya kepada Awak media saat ditemui di kediamannya, Sabtu (10/1/2015).

Dia sangat menyesalkan, tidak kooperatifnya pihak kontraktor, setidaknya ada pemberitahuan kalau akan dibangunnya RKB tersebut. Mengapa baru ada kasus, pemerintah desa baru dilibatkan. “Saya bukan mau bersih, karena memang saya tidak tahu menahu. Karena dari awal sudah tidak ada konfirmasinya, jadi saya tidak mau ambil pusing,” tandasnya.

Sebelumnya, Kapolres Empat Lawang, AKBP M Ridwan SIk melalui Kasatreskrim, AKP Nanang Supriyatna membantah kasus ini mandeg. Penyidikan kasus tersebut sudah ditutup, karena hasil audit BPK sudah ditemukan kerugian negara sebesar Rp 5,2 juta. “Konsekuensinya kontraktor harus mengembalikan kerugian sebesar Rp 5,2 juta itu. Karena itu, penyidikannya sudah ditutup, bukan mandek ya,” ungkapnya.

Disinggung mengenai isu perjanjian yang berisi pembongkaran dan pembangunan kembali RKB yang nyaris ambruk itu, mantan Kanit Pidum Poltabes Palembang ini menyangkal adanya perjanjian tersebut. “Tidak ada perjanjian bongkar dan pembangunan kembali. Itu juga berdasarkan audit BPK dan cukup mengembalikan kerugian negara itu,” tandasnya. (wwk)

______________________

Sumber   :   Sriwijaya Post

Iklan

Tentang mangoci4lawang

Mangoci4lawang Post adalah Kumpulan berita Empat Lawang yang diambil dari berbagai sumber media baik lokal ataupun Nasional ter-update setiap hari. Didalam menyampaikan mengutamakan kecepatan, ketepatan dan berimbang. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. Terima Kasih telah mengunjungi kami...
Pos ini dipublikasikan di Berita Empat Lawang. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s