Dua PNS di Empat Lawang Tertangkap Saat Pesta Sabu

Tebing Tinggi, Empat Lawang – Ironis, setelah heboh dengan kasus ladang ganja tersebar di wilayah Empat Lawang. Kini dua pegawai negeri sipil (PNS) dilingkungan Pemkab Empat Lawang diciduk aparat kepolisian. Kedua abdi negara tersebut, digerbek tim Satuan Narkoba Polres Empat Lawang ketika sedang berpesta narkoba jenis sabu-sabu, di perumahan Griya Tebing Pratama, Selasa (28/10) sekitar pukul 00.30 WIB.

Informasi dihimpun menyebutkan, kedua PNS tersebut yaitu Andi Utama (41) warga Desa Gunung Meraksa Baru, Kecamatan Pendopo, merupakan PNS di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Selanjutnya Prayuda alias Uja (34) warga Perum Griya Tebing Pratama, Kecamatan Tebing Tinggi, diketahui sebagai PNS di Dinas Kehutanan, Perkebunan dan Pertambangan Energi (Dishutbuntamben) Empat Lawang.

Selain mereka, tiga orang temannya juga diringkus aparat saat penggerebakan di kontrakan Andi dan Prayuda di Perum Griya Tebing Pratama. Ketiganya yaitu Joni Julkifli (38), warga Desa Tanjung Raman, Kecamatan Pendopo, M Pahlon (35), warga Jalan Jati, Kecamatan Pendopo dan ABG berusia 18 tahun diduga warga setempat.

“Di TKP ada lima orang, namun yang positif menggunakan narkotika empat orang. Sementara yang satu lagi dijadikan saksi,” kata Kasat Narkoba Polres Empat Lawang, AKP A Darmawan melalui Kanit Lidik I, Ipda Regan Sukma, kemarin.

Diejaskan Regan, informasi adanya pesta narkoba di rumah PNS itu ia dapat dari warga lalu dilaporkannya ke Kasat Narkoba Polres Empat Lawang. Selanjutnya kasat memerintahkan anggotanya untuk melakukan penggerebekan. Alhasil saat digerbek para pelaku sedang pesta sabu-sabu. Barang bukti (BB) yang ditemukan, satu paket sedang sabu-sabu, alat hisap sabu (bong), dua korek api gas dan kotak rokok tempat menyimpan peralatan sabu.

“Keempat tersangka sudah kami amankan berikut BB. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan dari mana asal sabu yang mereka pakai tersebut. Keempat tersangka dikenakan pasal 112 UU No.35/2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara minimal empat tahun dan maksimal 12 tahun penjara,” tukasnya.

Bupati Empat Lawang, H Budi Antoni Aljufri (HBA) yang mendapatkan informasi itu dibuat berang. HBA mengaku malu dan kecewa dengan ulah PNS tersebut, apalagi perbuatan tak terpuji itu justru dilakukan bertepatan dengan peringatan hari Sumpah Pemuda. “Kita kecewa, padahal sudah ditekankan agar pemuda di Empat Lawang menjauhi bahaya narkoba,” sesal HBA yang dibincangi usai peringatan Hari Sumpah Pemuda, kemarin.

Tak hanya HBA, Sekda Empat Lawang, H Burhansyah menyayangkan ulah kedua PNS tersebut. Ulah kedua abdi negara itu terangnya, tak patut dicontoh oleh PNS lainnya. Keduany sebut Burhansyah, sudah mencoreng nama baik Pemkab Empat Lawang apalagi sebelumnya juga ada PNS yang tertangkap menggunakan narkoba.

Terkait sanksi kata Burhansyah, pemkab masih menunggu keputusan pengadilan. Jika keduanya nanti di pengadilan terbukti bersalah dan di vonis dengan pidana penjara lebih dari empat tahun, maka status keduanya sebagai PNS akan dicopot atau dipecat. “Kita lihatlah nanti, sementara proses hukumnya biarkan berjalan,” tegasnya.

Kejadian ini terang Burhansyah, harus menjadi pelajaran semua PNS di lingkungan Pemkab Empat Lawang. “Tak ada gunanya menggunakan narkoba, itu tidak hanya menganggu kinerja dan kedisiplinan juga merugikan diri pribadi. Kedepan jangan sampai kasus seperti ini, terjadi lagi,” tukasnya. (saukani)

——————————————

Sumber : Kabar Sumatera

Iklan

Tentang mangoci4lawang

Mangoci4lawang Post adalah Kumpulan berita Empat Lawang yang diambil dari berbagai sumber media baik lokal ataupun Nasional ter-update setiap hari. Didalam menyampaikan mengutamakan kecepatan, ketepatan dan berimbang. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. Terima Kasih telah mengunjungi kami...
Pos ini dipublikasikan di Hukum dan Kriminalitas. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s