Sapril, Teganya Engkau Habisi Anak Kandungmu !

Tebing Tinggi, Empat Lawang – “Hei, cepat turun Kau, jangan coba macam-macam di sini, ini rumah (kantor) Saya, kau harus ikuti aturan di sini,” hardik seorang petugas berpakaian preman kepada seseorang yang terborgol tangannya selepas kendaraan berhenti dan terparkir di halaman Mapolres Empat Lawang, Jum’at (10/10) jam 23.30 wib.

“nedo, Aku nedo kebelaghi, kalu tangan netak bahu siap mekol, amon aku ndak belaghi ngapo pulo Aku nak nyerahkan diri, Aku akan tanggungjawab apa yang telah aku lakukan,” Teriak seseorang tak kalah lantangnya yang diketahui bernama Sapril bin Mawi (35) Pelaku pembantai anak kandung warga Desa Pajar Menang Kecamatan Muara Pinang Kabupaten Empat Lawang Sumatera selatan, dengan logat Lintangnya yang kental sesaat setelah turun dari kendaraan yang membawahnya dalam perjalan 2 jam dari Polsek Muara Pinang ke Mapolres Empat Lawang. Blits lampu kamera Wartawan mengiringinya saat petugas membawanya keruang pemeriksaan Mapolres Empat Lawang.

“tolong jangan diperlakukan kasar, Dia masih mengalami labil dan depresi berat,” Ucap seorang petugas kepolisian lain mengingatkan.

Dihadapan awak media Sapril mengakui semua perbuatannya, bahkan yang lebih miris lagi Sapril mengaku tidak menyesal telah membantai kedua putrinya. “Aku nedo nyesal, mangko lego galo, sanggup netak sangup memekol, aku membunuh dalam keadaan sadar, silahkan polisi tembak aku bilo perlu tegakan aku di tengah lapangan tembak mati bae,” tegasnya.

Sapril mengaku membunuh kedua anaknya lantaran kesal dengan Isterinya Winni (30) kembali menjadi biduan (penyanyi) profesi lamanya sebelum berumahtangga dengan dirinya.

“Aku purek (marah) amon ado yang ngatokan aku gilo, aku masih waras saat kejadian aku sadar apo yang dilakukan Amon lah mati galo, lajulah Dio nak jadi biduan atau pedio bae katek halangan agi, aku puas pulo, amon sekedar cerai masih ado ikatan anak masih biso ketemu agi,” tutur Sapril tanpa ada rasa beban menjelaskan alasan sehingga Ia tega menghabisi kedua putrinya.

****
Jum’at Sore (10/2014), atau kurang lebih jam 16.00 wib, Sapril baru pulang dari kebunnya di peladangan daerah Gumay kabupaten Lahat Sumatera selatan, yang dilakoninya selama lebih dari setahun, ada pete (petai) hasil kebunnya yang Ia bawah untuk dijual. Sebelum sampai ke Desa Pajar Menang Kecamatan Muara Pinang Kabupaten Empat Lawang, Sapril pun mampir ke rumah Mertuanya di desa Muara Gelumpai Kecamatan Muara Payang Kabupaten Lahat, karena memang kedua putrinya Shinta yang berumur 5 tahun murid sekolah di Taman Kanank-kanak (TK) dan Sari baru berusia 1 tahun 3 bulan baru dipisah makan (netek) dengan ibunya bersama Istrinya Winni sedang berada di rumah mertuanya.

Namun alangkah kesalnya Sapril, ketika sampai di rumah mertuanya Dia hanya menjumpai kedua putrinya yang masih kecil-kecil itu tanpa bertemu dengan Winni sang istri. Sebab diketahui dari putrinya Sang istri ikut group orgen tunggal sebagai biduan.

“Mana ibu kalian?,” tanya Sapril kepada anak tertuanya Shinta.

“Umak pergi bawa 2 tas besak, ada yang jemput, katanya mau nyanyi jadi biduan,” jawab Shinta polos.

Sesaat Sapri terdiam, ada gejolak bathin di dalam dada dan sontak berkata kepada kedua putrinya, “Sudah, kalian berkemas ikut Bak pulang ke dusun (Pajar Menang),” katanya lirih.

Sesampai di Pajar Menang, Sapril bersama kedua anaknya disambut sukacita oleh Khoiria (50) bibi Sapril. Nenek kedua putrinya itu yang memang selama ini sendiri mendiami rumah panggung yang terbuat dari kayu beratapkan seng dan bertangga bambu semenjak cerai dengan suaminya dan tinggal di desa lain.

Ayah dan Ibu kandung Sapril sudah lama meninggal. Sapril memiliki 1 orang saudara perempuan seayah-seibu dan 2 orang saudara se-ayah lain ibu semuanya telah berumah tangga dan tinggal di luar Desa Pajar Menang. Semenjak itulah setiap pulang ke Pajar Menang Sapril selalu di rumah bibinya yang telah dianggap ibu kandungnya, apalagi rumah peninggalan ibu kandungnya telah Ia jual semenjak ibunya meninggal beberapa tahun silam. Bahkan kedua putrinya (Shinta dan Sari) pun lahir di rumah itu.

Di Pajar Menang Sapril dikenal seorang yang pendiam, tidak banyak bergaul, dan pribadi yang tertutup. Hanya kepada salahseorang adik laki-lakinya Ia sering bersendagurau, namun semenjak adiknya tersebut berumahtangga setahun yang silam dan bermalam di kebun Sapril pun jarang bertemu. Meski begitu Bibi Sapril sangat menyayanginya terlebih kepada kedua putri Sapril, karena memang tidak memiliki anak kandung yang tinggal di Pajar Menang.

****

“Saya sangat menyanyangi Sapril dan kedua anaknya, tidak diduga kejadian ini telah menimpah keluarga kami, terlalu berat rasanya cobaan ini,” kata Khoiria berusaha tegar menjelaskan kepada beberapa awak Media saat menyambangi rumah duka, Sabtu siang (11/10).

Dikatakannya, kejadian pembantaian itu tidak diketahuinya persis lantaran saat kejadian dirinya sedang melaksanakan Shalat Maghrib. Apalagi diakuinya memang dirinya tidak memiliki pendengaran yang baik akibat gangguan dikedua telinganya.

“Aku sembayang di ruangan depan, tak tau jika ada keributan di paon (dapur,red), aku ini memang pekak, kurang jelas mendengar,” terangnya terbata-bata.

Dia baru mengetahui setelah usai shalat dan hendak menuju dapur. Namun ketika kaki hendak melangkah menuju dapur Dia dihadang Sapril dan diberitahu bahwa kedua cucunya telah tewas.

“Sapril memintah Saya untuk diam, sebab Ia akan menyerahkan diri ke Polisi mempertanggungjawabkan perbuatannya,”.

“Umak, jangan kudai ke paon (dapur) anakku lah aku bunuh, umak diam kudai di siniah, aku nak nyerah ke polisi,” ujar Khoiria menirukan ucapan Sapril.

Setelah Sapril turun dari rumah melalui jalan belakang, Khoiriapun ke dapur dan menjumpai kedua cucunya telah tewas menggenaskan bersimbah darah dengan luka bacok disekujur tubuh . Tak mampu menahan kesedihan Ia pun berteriak mintah tolong ke warga, sontak teriakan Khoiria membuat geger isi kampung setelah mengetahui apa yang terjadi.

Sementara Paman Sapril, Imran (54), sangat menyesalkan peristiwa ini terjadi di dalam keluarganya. Sebab diketahuinya Sapril sangat menyayagi kedua Putrinya tersebut.

“Sebenarnya dia sangat sayang dengan kedua anaknya itu. Tapi entah karena pikiran pendek, sehingga tega membunuh kedua anaknya itu dijadikan sebagai pemecahan masalah keluarga yang dihadapi selama ini. Kami sangat menyesalkan kejadian ini, karena itu kami berharap Sapril sadar dan bertobat dengan tindakannya,” ungkapnya saat dibincangi di rumah duka.

Yang Ia ketahui, terakhir keponakannya itu berkebun di daerah Gumay Kabupaten Lahat, sehingga jarang pulang ke desa. Selama ini, kedua anaknya tinggal bersama isterinya. Hanya saja, dirinya tidak begitu jelas permasalahan yang merundung hubungan keluarga tersangka dengan sang istri.
“Memang dia boleh dikatakan kurang bergaul dengan masyarakat, sehingga tersangka tidak pernah cerita apapun masalah yang tengah dihadapi. Saya juga memang jarang bertemu dengan Sapril, karena kesibukan masing-masing,” terangnya. (ozi)

——————————————

Iklan

Tentang mangoci4lawang

Mangoci4lawang Post adalah Kumpulan berita Empat Lawang yang diambil dari berbagai sumber media baik lokal ataupun Nasional ter-update setiap hari. Didalam menyampaikan mengutamakan kecepatan, ketepatan dan berimbang. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. Terima Kasih telah mengunjungi kami...
Sampingan | Pos ini dipublikasikan di Hukum dan Kriminalitas. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Sapril, Teganya Engkau Habisi Anak Kandungmu !

  1. sastra lintag empat lawag berkata:

    di hukum mati saja
    karna sangat sepadan dengan perbuatn ya tidak tau kasih sayag

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s