Tanaman Penghijauan Terkesan Tak Terawat, BLHD Saling Lempar Tanggungjawab

Tebing Tinggi, Empat Lawang – Diduga akibat kurangnya perawatan dan perhatian, tanaman penghijauan di kota Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang terutama di sekitaran jalan poros Tebing Tinggi – Pendopo dan jalan lingkar kota Tebing Tinggi Musi II – Sekip Kelurahan Kupang banyak mati.

Dari pantauan Awak Media di lapangan, Rabu (8/10), puluhan batang untuk penghijauan yang diketahui proyek pengadaan Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) beberapa tahun lalu sebagian tanaman yang masih hidup pun boleh dikatakan hidup segan mati tak mau, karena hanya tinggal batang yang kerdil dan beberapa lembar daun saja.
Selain, tanaman yang sudah banyak mati, pagar keliling untuk melindungi tanaman dari serangan hewan pemakan tumbuhan ataupun melindungi tanaman dari ancaman lainnya, kondisinya sudah rusak. Bahkan ada tanaman yang sama sekali tidak berpagar lagi.

Dari informasi sejumlah warga, matinya tanaman ini bukan hanya karena musim kemarau yang sering melanda Empat Lawang, namun demikian kurangnya pemeliharaan dituding penyebab utama banyaknya tanaman yang mati. “Setidaknya, tanaman hijau ini harus dibersihkan dari gulma pengganggu, sehingga tidak menghambat pertumbuhan tanaman. Apalagi memasuki musim kemarau ini, tanaman yang masih kecil perlu disiram, karena pada umumnya tanaman yang baru ditanam belum mampu menyerap sumber air yang jauh di bawah dasar tanah,” ujar Almi (34) yang mengaku warga desa Mekar Jaya (3A) kecamatan Tebing Tinggi.

Ditambahkannya kurangnya perhatian dari instansi terkait ini, dirinya berpendapat program penghijauan terkesan mubazir dan membuang uang negara. Pasalnya, pengadaan tanaman ini tidaklah sedikit anggaran dari pemerintah yang dikeluarkan. Semestinya instansi terkait serius dalam menjalankan program pemerintah “go green” itu, sehingga benar-benar terealisasi.

“Wajar kalau mati, bahkan ada beberapa tanaman lainnya sudah lama mati setelah ditanam. Artinya program ini belum berjalan maksimal, melainkan hanya membuang uang saja,” katanya.

Banyaknya tanaman mati ini mesti dievaluasi oleh instansi terkait. Sehingga, kedepannya program ini berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan.
“Menganggarkan dana bisa jadi mudah, tapi untuk mewujudkannya bukanlah mudah. Buktinya, sudah banyak uang negara yang dikeluarkan, namun hasilnya jauh dengan apa yang diharapkan,” cetus Rizal (32) warga lainnya menimpali.

Sementara Kabid Pengendalian, Pencemaran dan Pengolahan Limbah BLHD Empat Lawang, Tukimin enggan memberikan statemen terkait banyaknya tanaman penghijau yang mati tersebut.

“Saya bukan tidak mau berkomentar, karena saya bukan membidanginya. Saya akan jawab selagi itu sesuai kapasitas saya, kan kalau salah jawab nanti jadi masalah juga,” tandasnya.

Tukimin menyarankan agar para awak media mengkonfirmasi permasalahan ini kepada Kabid Amdal BLHD Empat Lawang, sebab menurutnya permasalahan ini Kabid Amdal yang lebih berkapasitas menjawab.

Sementara Kabid Amdal, Iskandar saat ingin dikonfirmasi wartawan beberapa media terkesan ingin menghindar dan tak ingin ditemui wartawan. (ozi)

——————————————

Sumber : Radar Nusantara

Iklan

Tentang mangoci4lawang

Mangoci4lawang Post adalah Kumpulan berita Empat Lawang yang diambil dari berbagai sumber media baik lokal ataupun Nasional ter-update setiap hari. Didalam menyampaikan mengutamakan kecepatan, ketepatan dan berimbang. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. Terima Kasih telah mengunjungi kami...
Pos ini dipublikasikan di Berita Empat Lawang. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s