Kabupaten Empat Lawang Siapkan 350 Hektar Lahan Budidaya Talas

Tebing Tinggi, Empat Lawang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang melalui Badan Penyuluh Pertanian dan Ketahanan Pangan (BP2KP), menggalakkan budidaya tanaman talas. Setidaknya dipersiapkan 350 hektar lahan untuk budidaya talas.

Bupati Empat Lawang, H Budi Antoni Aljufri (HBA) meyebut untuk budidaya talas, masing-masing kecamatan dialokasikan 35 hektar. Sebab, Empat Lawang ada 10 kecamatan. Nah, untuk mengelolahnya itu bukan petani melainkan penyuluh sendiri, sedangkan untuk petani hanya menyediakan lahannya saja.

“Untuk tahap awal ini, biar penyuluh sendiri yang mengelolahnya. Barulah di tahap kedua, petani yang mengelolahnya sementara penyuluh hanya mengawasi dan memberikan penyuluhan terhadap petani, agar bisa mendapatkan hasil tanaman talas yang bagus,” jelas HBA, Jumat (3/10)..

Dikatakan HBA untuk tahap awal setiap kecamatan itu dijadikan percontohan, sehingga diketahui kecamatan mana yang memang berpotensi. Kecamatan itulah kemudian jelas HBA, akan dijadikan tempat untuk budidaya tanaman talas.

“Sekarang kita belum tahu kecamatan yang mana cocok untuk ditanami tanaman talas, makanya 10 kecamatan ini dijadikan sample untuk melihat kecamatan mana saja yang cocok ditanaman talas, ” terangnya.

Dijelaskannya, untuk bibitnya didapatkan dari Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sumsle). Pemkab Empat Lawang sebut HBA, sudah menandatangani memorendum of understanding (MoU) dengan Pemkab Bantaeng.

Selama pengembangan budidaya talas ini, ada tenaga pendamping dari Kabupaten Bantaeng yakni Dr Muchtar. “Kita memang sengaja untuk memakai Dr Muchtar untuk jadi pembimbing dalam budidaya tanaman talas, karena ia sudah sangat berpengalaman,” jelas HBA.

HBA berharap budidaya talas di seluruh kecamatan di Empat Lawang berhasil. “Tanaman talas ini kan sangat bagus, karena umur panennya jangka pendek. Selain itu juga untuk menambahkan penghasilan petani, sebab di Kabupaten Empat Lawang sendiri penghasilan petani itu dari tanaman karet dan kopi, ” ucapnya.

Dia meminta walaupun nantinya petani beralih menanam tanaman talas, jangan sampai meninggalkan tanaman karet dan kopi. Sebab kopi dan karet merupakan penghasilan utama, sedangkan untuk tanaman talas hanya penghasilan tambahan mengingat hasil tanaman kopi sifatnya tahunan.

“Tanaman karet dan kopi jangan ditinggalkan, sebab tanaman talas bisa ditumpang sarikan dengan tanaman kopi, jadi petani bisa mendapatkan medapatkan hasil yang banyak, “pintanya.

Kapan bisa memulainya? HBA menjawab, sekarang sudah dianggarkan dana di APBD Empat Lawang untuk budidaya tanaman talas. “Sekarang tinggal menunggu kesiapan dari Badan Penyuluh Pertanian, Perikanan, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten (BP4K). Kalau mereka sudah siap, bisa dilakukan tahun ini, ” tukasnya. (saukani)

——————————————

Sumber : Kabar Sumatera

Iklan

Tentang mangoci4lawang

Mangoci4lawang Post adalah Kumpulan berita Empat Lawang yang diambil dari berbagai sumber media baik lokal ataupun Nasional ter-update setiap hari. Didalam menyampaikan mengutamakan kecepatan, ketepatan dan berimbang. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. Terima Kasih telah mengunjungi kami...
Pos ini dipublikasikan di Berita Empat Lawang. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s