Dua yang Ditangkap Pada Penggerebekan Bandar Narkoba Dilepas

Tebing Tinggi, Empat Lawang -Kepolisian Resort (Polres) Empatlawang akhirnya melepas dua dari empat warga yang ditangkap pada penggerebekan bandar narkoba, Rabu (24/9/2014) lalu.
Kedua warga tersebut yakni Muslim Humaidi mantan Kades Pajarmenang, Kecamatan Muarapinang dan Irzan Heri.

Kapolres Empatlawang, AKBP M Ridwan SIk melalui Kasat Narkoba, AKP A Darmawan mengatakan, kedua warga ini dilepas, Sabtu (27/9/2014) lalu dikarenakan keduanya tidak terbukti terlibat. Sehingga setelah dilakukan pemeriksaan, keduanya dipersilahkan pulang.

“Saat penggerebekan itu, keduanya berada di situ karena mengurus masalah kebun. Sehingga, Muslim dan Irzan masih terperiksa, bukan tersangka. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, karena tak terbukti sehingga dilepas,” ungkapnya.

Sebelumnya, dalam pemberantasan pengedaran narkoba di Empatlawang, jajaran Satres Narkoba dipimpin langsung Kasatres Narkoba, AKP A Darmawan berhasil mengamankan satu tersangka bandar narkoba jenis sabu-sabu, Syaifudin Zuhri alias Bodin (45) di kediamannya Desa Muarapinang Baru, Kecamatan Muarapinang, Rabu (24/9) sekitar pukul 14.00.

Tersangka merupakan oknum mantan kepala desa (Kades) setempat, bahkan salah seorang Caleg gagal dari salah satu partai pada Pileg April 2014 lalu.

Pada penggerebekan ini petugas berhasil mengamankan tiga orang lainnya yang diduga kaki tangan sekaligus pemakai yakni Heri alias Eng (48), warga Desa Gunungmeraksa Baru, Kecamatan Pendopo. Sedangkan, Muslim Humaidi mantan Kades Pajarmenang, Kecamatan Muarapinang dan Irzan Heri saat itu berada di rumah itu.
Pada penggeledahan rumah tersangka, petugas berhasil mendapati barang bukti paket sabu-sabu, yakni paket kecil Rp 200 ribu sebanyak 8 paket, paket 1/2 ji Rp 750 ribu sebanyak 1 paket dan paket Rp 500 ribu sebanyak 1 paket.

Selain itu, kepolisian juga mengamankan barang bukti berupa 2 buah bong, 7 buah pyrex, korek gas 5 buah, gunting 1 buah, beberapa pipet dan perangkat alat hisap lainnya, serta 2 unit handphone.

Dalam proses pemeriksaannya, kepolisian baru menetapkan dua tersangka yakni Syaifudin Zuhri sebagai bandar dan Heri sebagai pemakai. Mereka bisa dikenakan Pasal 112 ayat 1 tentang pengedaran Narkoba dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun dan minimal 4 tahun.

“Memang mereka saling lempar, Syaifudin juga tak mau mengakui dan itu memang hak tersangka untuk membela. Namun meskipun ini masuk displit, tapi ada barang bukti dan penunjuk yang mengarahkan kesitu.

Sementara tersangka mantan kades Syaifudin Zuhri yang mengakui pernah menjadi Caleg mengaku dirinya sebatas pemakai, bukan bandar. Hal ini juga baru ia lakukan karena ikut-ikutan.

“Saya cuma makai tidak menjual. Ya, baru inilah saya makai sabu-sabu,” kilahnya saat diwawancarai awak media. (wwk)

——————————————

Sumber : Sriwijaya Post

Iklan

Tentang mangoci4lawang

Mangoci4lawang Post adalah Kumpulan berita Empat Lawang yang diambil dari berbagai sumber media baik lokal ataupun Nasional ter-update setiap hari. Didalam menyampaikan mengutamakan kecepatan, ketepatan dan berimbang. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. Terima Kasih telah mengunjungi kami...
Pos ini dipublikasikan di Berita Empat Lawang. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s