Ribuan Massa Blokir Jalintengsum, Tuntut Kikim Area Jadi DOB

Kikim Timur, Lahat – Ribuan massa yang menamakan diri Gerakan Masyarakat Kikim Area (GeMKA) melakukan unjukrasa menuntut segera menjadikan Kikim Area menjadi daerah otonomi baru (DOB) terpisah dari Kabupaten Lahat, Jumat (26/9) sejak pukul 09.00 hingga pukul 17.30.

Unjukrasa yang dipusatkan di sekitaran halaman kantor camat Kikim Timur, tepatnya Desa Bungamas ini juga diikuti aksi pemblokiran Jalinsum dengan merintangkan batu besar, pohon dan sejumlah spanduk, serta aksi bakar ban ini, akibatnya arus lalulintas dari kedua arah jalan baik yang ke arah Empat Lawang maupun ke Kota Lahat lumpuh total.

Hingga sore aksi massapun kian memanas, selain berorasi menyampaikan tuntutan juga melakukan pembakaran ban di tengah jalan, merintangi jalan dengan tumpukan batu, bahkan diantaranya sengaja membawa mesin pemotong kayu (chinesaw) menebang pohon-pohon besar di sekitaran jalan untuk merintangi jalan sambil membentangan spanduk yang berisi tuntutan, diantaranya “Sahkan Kikim Area Menjadi Kabupaten Sekarang Juga” ada juga yang berisi “Pemekaran Kab Kikim Area Harga Mati”, aksi ini menyebabkan jalan nasional antar provinsi ini tidak bisa dilalui kendaraan sama sekali.

Koordinator aksi, Hendro Setiawan ketika dibincangi awak media di sela-sela aksi menyampaikan, ini aksi ujuk rasa masyarakat Kikim Area menuntut untuk menyetujui pemekaran Kikim Area dan memintah Komisi II DPR RI agar segerah mengesahkan pemekaran itu pada pembahasan 29 September mendatang.

“Kami tunggu kejelasan dari pihak pemerintah untuk pemekaran kabupaten baru ini, kami tidak akan stop sampai disahkan. Besok (Sabtu,27/9/2014 – red) sebagian berangkat ke Jakarta untuk menyampaikan aspirasi ke kantor
DPR-RI,” ujarnya.

Hingga Jum’at sore (17.00 WIB) akhirnya Wakil Bupati Lahat, Marwan Mansyur menemui para pengunjuk rasa yang masih memblokir Jalinsum. Dalam kesempatan itu, Marwan menyampaikan bahwasannya pemerintah bersama DPRD Kabupaten Lahat bersama-sama telah mendorong perjuangan
masyarakat Kikim Area untuk menjadikan daerah otonomi baru.
Disampaikannya, ini tinggal menunggu pengesahan komisi II DPR-RI, sehingga masyrakat untuk tenang dengan tidak berbuat anarkis.

“Saya mewakili pemerintah minta agar tetap kondusif, jaga keamanan, serta kalau bisa Saya mohon untuk membuka blokir jalan, karena ini jalan negara. Diharapkan agar warga meredam dan menghentikan, karena aspirasi warga sudah didengar berbagai pihak,” ungkapnya.

Sementara, salah satu perwakilan masyarakat, Ipi Cawang yang menyampaikan aspirasinya mengatakan, hal ini merupakan momentumnya, karena perjuangan masyarakat untuk memekarkan Kabupaten Kikim Area sudah berjalan 9 hingga menginjak 10 tahun yang belum membuahkan hasil.

“Kita sepakat untuk tidak menghentikan aksi ini sampai disahkannya menjadi Kabupaten Kikim Area oleh DPR-RI,” ujarnya disambut sorakan pengunjukrasa yang menyatakan kata sepakat.

Sempat terjadi debat yang cukup alot, namun akhirnya warga sepakat membuka pemblokiran pukul 17.30 WIB. Dengan asumsi hingga 29 September ini. Bila tidak kunjung disahkan, maka masyarakat akan kembali turun
ke jalan melakukan pemblokiran.

“Bila perlu jembatan kami potong, tidak ada yang boleh lewat, karena ini tanah kami. Biarlah kami buat kabupaten sendiri, bila aspirasi kami tidak didengar oleh perwakilan rakyat di pusat,” ujarnya yang kembali disambut seruan para pengunjuk rasa. (021)

——————————————

Iklan

Tentang mangoci4lawang

Mangoci4lawang Post adalah Kumpulan berita Empat Lawang yang diambil dari berbagai sumber media baik lokal ataupun Nasional ter-update setiap hari. Didalam menyampaikan mengutamakan kecepatan, ketepatan dan berimbang. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. Terima Kasih telah mengunjungi kami...
Sampingan | Pos ini dipublikasikan di Berita Empat Lawang. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s