Polres Empat Lawang Terus Usut Jembatan Ambruk

*Polres Panggil Tim Teknis PU BM

Tebing Tinggi, Empat Lawang – Pihak Kepolisian Resort (Polres) Empat Lawang terus mengusut insiden ambruknya jembatan Sungai Air Latak di Desa Batulintang, Kecamatan Ulu Musi beberapa waktu lalu. Setelah mengecek dan memasang police line jembatan, Polres Empat Lawang memanggil pihak Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PU BM), dalam hal ini tim teknis pengerjaan jembatan, Selasa (24/9).

Kapolres Empat Lawang, AKBP M Ridwan SIk melalui Kasatreskrim, AKP Nanang Supriyatna mengatakan, pihaknya telah memanggil salah satu tim teknis PU BM Empat Lawang, Heri untuk mengklarifikasi terkait ambruknya alat vital sarana publik tersebut. Hanya saja, saat datang ke Polres Empat Lawang yang bersangkutan tidak membawa dokumentasi yang berkenaan dengan pembangunan jembatan tersebut. Sehingga pihak kepolisian akan melakukan kembali Rabu (24/9).

“Kita baru mau klarifikasi pengerjaan jembatan yang ambruk tersebut. Nanti akan kita dalami mulai dari awal perencanaan hingga proses pengerjaannya. Tapi, karena yang bersangkutan tidak membawa dokumentasi, terpaksa kita minta yang bersangkutan (Heri,red) membawa berkas, sebab yang Ia lebih mengetahui detailnya untuk membawa dokumentasi yang ada,” ungkapnya.

Dikatakan mantan Kanit Pidum Polresta Palembang ini, pihaknya masih mengorek sekitar pengerjaan jembatan yang ambruk tersebut untuk mengetahui indikasi yang terjadi di situ. Bilamana telah ada termin pencairan, maka akan didalami tindak pidana korupsinya. Namun, bila memang benar belum dilakukan pembayaran, maka pihaknya akan meminta kontraktor untuk melakukan pengerjaan ulang.

“Ya, kita dalami dulu ada indikasinya di mana, apakah sudah dilakukan pembayaran atau belum. Itulah makanya kita memanggil tim teknisnya untuk mengklarifikasi, karena yang bersangkutan lebih tau teknisnya, mulai dari perencanaan, RAB dan lainnya,” katanya.

Sementara Kepala Dinas PU BM Empat Lawang, H Fauzi, Selasa (24/9) mengatakan, pihaknya telah meninjau langsung jembatan ambruk tersebut, bahkan memanggil kontraktor atau rekanan yang mengerjakan jembatan tersebut. Pihak kontraktor sendiri siap membangun kembali bentang jembatan yang sempat terbelah dua itu, karena memang jembatan tersebut belum dilakukan serah terima ke Pemkab Empat Lawang.
“Kita sudah panggil rekanan dan mereka menyatakan siap melakukan pengerjaan kembali. Ya, ambruknya jembatan ini karena kelalaian kontraktor, karena terlalu cepat melepaskan bekisting (perancah)nya, padahal cor beton belum cukup umur, dalam artian belum waktunya dilepas,” ujarnya.

Dikatakannya, jembatan ini belum diserah terimakan, karena itu ambruknya jembatan tidak menyebabkan kerugian negara. Jembatan yang dibangun dengan dana APBD Empat Lawang tahun 2014 sebesar Rp 314 juta ini memang belum dilakukan pembayaran, karena belum diserah terimakan.

“Belum dibayar, karena belum diserah terimakan, jadi tidak ada kerugian negara. Jembatan ini masih tanggungjawab kontraktor, karena itu kita meminta untuk dilakukan pembangunan ulang. Jadi, belum ada kerugian negara akibat ambruknya jembatan ini,” tambahnya. (st2)

——————————————

Sumber : Sriwijaya Post

Iklan

Tentang mangoci4lawang

Mangoci4lawang Post adalah Kumpulan berita Empat Lawang yang diambil dari berbagai sumber media baik lokal ataupun Nasional ter-update setiap hari. Didalam menyampaikan mengutamakan kecepatan, ketepatan dan berimbang. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. Terima Kasih telah mengunjungi kami...
Pos ini dipublikasikan di Berita Empat Lawang. Tandai permalink.