Polres Empat Lawang Cek Lokasi Jembatan Ambruk ?

Ulu Musi, Empat Lawang -Mendapat informasi adanya jembatan yang baru selesai dikerjakan sebulan sudah ambruk di Desa Batulintang, Kecamatan Ulumusi, jajaran Polres Empat Lawang turun ke lokasi meninjau langsung kondisi jembatan, Sabtu (20/9/2014).

Jembatan yang dibangun untuk sarana penyeberangan warga desa setempat dan sekitarnya menuju areal perkebunan itu ambruk patah dua, Kamis (18/9/2014) sekitar pukul 17.00. Akibatnya, jembatan yang dibangun di atas Sungai Latak saat ini tidak bisa dilalui.

Ambruknya jembatan yang dibangun dengan dana APBD Empat Lawang Rp 300 juta lebih ini diduga tidak sesuai dengan Rancangan Anggaran Biaya (RAB). Kuat dugaan pengerjaannya asal jadi, sehingga kualitasnya jelek serta kontruksi jembatan tidak kokoh.

“Kemarin ada rombongan dari pihak terkait dan tadi ada kepolisian yang datang meninjau ke lokasi. Katanya dari Polres Empat Lawang,” ungkap seorang sumber di desa itu.

Sebelumnya, jembatan sepanjang kurang lebih 15 meter dan lebar 3 meter ambruk karena terpatah dua bagian tengah. Pada bagian tengah ambruk masuk ke sungai, sementara dua sisi pangkal jembatan masih berada di atas tiang jembatan.

Dilihat dari besi behel rangka jembatan yang berukuran 16 inchi, itu pun hanya beberapa saja memang tidak kuat menahan beban berat coran beton tersebut.

Jembatan yang tanpa tiang tengah tersebut hanya ditopang dengan reng balok sebanyak empat batang berukuran 40×40 Cm. Dengan bentang yang berukuran 15 meter tersebut kemungkinan tidak akan kuat menopang bentang yang cukup berat.

Warga desa setempat, Barlian (42) mengatakan, jembatan tersebut baru selesai dikerjakan sekitar sebulan. Padahal jembatan tersebut baru dilalui kendaraan roda dua, belum dilintasi mobil. Diperkirakan jembatan itu ambruk, Kamis (18/9) sekitar pukul 17.00.

Beruntung saat kejadian, tidak ada warga yang melintas sehingga tidak ada korban jiwa. Hal ini sangat disayangkan warga, karena sarana publik yang dibangun dengan dana APBD Empatlawang mencapai Rp 300 jutaan ini besar manfaatnya bagi warga.

“Dulunya jembatan kayu yang dimanfaatkan warga desa ini dan desa setempat untuk ke areal perkebunan atau sebaliknya mengangkut hasil perkebunan. Karenanya, disayangkan baru sebulan selesai dibangun sudah ambruk,” ungkapnya.

Dikatakannya, jembatan ini dibangun dua tahap, yakni pada tahap pertama pembangunan tiang tahun 2013 lalu dan tahap kedua pengerjaan bentangan jembatan dana APBD Empat Lawang tahun 2014. Hanya saja, saat pengerjaan tidak ada papan merk proyek pengerjaannya.

“Sangat disayangkan pembangunannya asal jadi, sehingga tidak ada hasilnya, buktinya baru selesai dibangun sudah ambruk. Harapan kami instansi terkait benar-benar melakukan pengawasan, sehingga kualitas pekerjaan sesuai dengan prosedur pengerjaan,” ungkapnya. (wwk)

——————————————

Sumber : Sriwijaya Post

Iklan

Tentang mangoci4lawang

Mangoci4lawang Post adalah Kumpulan berita Empat Lawang yang diambil dari berbagai sumber media baik lokal ataupun Nasional ter-update setiap hari. Didalam menyampaikan mengutamakan kecepatan, ketepatan dan berimbang. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. Terima Kasih telah mengunjungi kami...
Pos ini dipublikasikan di Berita Empat Lawang. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s