Ribuan Set Meubeler Akan Disiapkan

Tebing Tinggi, Empat Lawang – Setidaknya dari data yang masuk ke Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Empat Lawang terhitung ribuan meubeler yang dibutuhkan.

Kadisdik Empat Lawang, Agusni Effendi mengatakan, pihaknya sesuai dengan perintah Bupati Empat Lawang, H Budi Antoni Aljufri untuk melakukan pengecekan langsung ke lapangan agar pihaknya bisa melihat langsung kondisinya di lapangan. Namun dari pendataan sesuai dengan hasil laporan masing-masing sekolah mencapai ribuan meubeler yang dibutuhkan.

“Besok (Selasa,16/9-Red) saya bersama wakil bupati akan turun langsung ke lapangan, hari pertama ini kita tinjau sekolah di Kecamatan Lintang Kanan dan Muara Pinang. Dengan ini, setidaknya kita ketahui langsung kondisinya, bukan hanya laporan dari pihak sekolah,” ungkapnya, Senin (15/9).

Jumlah kekurangan itu, lanjutnya, tingkat SMP dibutuhkan meja sebanyak 1.162 unit, kursi 1.097 unit, sedangkan tingkat SMA kekurangan meja 502, kursi 557. Selanjutnya tingkat SMK dibutuhkan meja sebanyak 361 set meja dan kursi, sementara tingkat SD masih dalam pendataan. Dengan demikian, kekurangan meubeler yang ada masih terbilang cukup banyak, mencapai ribuan set mobiler.

“Kekurangan ini secara bertahap akan kita penuhi, tahun ini saja dianggarkan 800 set meubeler. Namun, tidak menutup kemungkinan kalau hasil kita terjun langsung nantinya kondisinya memang sudah darurat, bisa saja tahun 2015 mendatang akan dianggarkan secara keseluruhan,” katanya.

Lebih jauh dikatakannya, kekurangan meubeler ataupun sarana dan prasarana pendidikan sebenarnya bukan tidak mendapat perhatian serius dari pemerintah, hanya saja karena keterbatasan dana sehingga tidak bisa secara serentak dipenuhi. Itupun masih mempertimbangkan skala prioritasnya, misalnya kerusakannya tidak begitu parah dan masih bisa direnovasi.

“Kalau masih kategori ringan artinya masih bisa diperbaiki, tentunya diperbaiki terlebih dahulu. Ya, kalau rusak itu pasti ada setiap tahunnya, karena termakan usia atau faktor lainnya, selagi bisa diperbaiki ya diperbaiki dulu,” katanya.

Dalam kesempatan itu juga ia mengatakan, pada dasarnya pendidikan itu adalah tanggungjawab pemerintah, masyarakat dan orangtua. Karena itu, hal yang wajar bila ada sekolah yang mengalami kekurangan mobiler atau lainnya, walimurid memberikan sumbangan, berupa kursi atau meja. Biasanya bantuan itu sesuai dengan hasil rapat komite, selain itu tidak bersifat memaksakan, karena namanya sumbangan itu sesuai kemampuan.

“Tidak ada aturan atau larangan orangtua siswa memberikan sumbangan, namun jangan memaksakan, karena bisa dikatakan pungli. Ya, pendidikan itu bukan hanya tanggungjawab pemerintah saja, melainkan masyarakat dan orangtua, karena itu sah-sah saja orangtua memberikan sumbangan untuk ketersediaannya fasilitas sekolah yang ada,” katanya.

Selain itu, katanya, pihak sekolah diminta untuk bisa berinovasi dan berkreasi, jangan hanya bisa mengeluh dengan kondisi sekolah. Apalagi banyak juga anggaran dana yang masuk ke sekolah, salah satunya dana BOS yang bisa dibelikan untuk menambah kekurangan meubeler yang ada. Dengan demikian, bilamana ada kekurangan meubeler yang jumlahnya tidak terlalu banyak bisa dipenuhi oleh pihak sekolah itu sendiri.

“Jangan hanya bisa mengeluh dan mengeluh dengan keadaan sekolah, mesti bisa berinovasi dan berkreasi untuk mencari solusi. Nah, itulah yang kita sayangkan dengan pihak sekolah saat ini, karena kebanyakan Cuma menunggu,” tandasnya.(Muhar)

——————————————

Sumber : Radar Nusantara

Iklan

Tentang mangoci4lawang

Mangoci4lawang Post adalah Kumpulan berita Empat Lawang yang diambil dari berbagai sumber media baik lokal ataupun Nasional ter-update setiap hari. Didalam menyampaikan mengutamakan kecepatan, ketepatan dan berimbang. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. Terima Kasih telah mengunjungi kami...
Pos ini dipublikasikan di Berita Empat Lawang. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s