Membuka Lahan Perkebunan, Petani Lebih Suka Membakar

Tebing Tinggi, Empat Lawang – Meskipun ada resiko besar, terjadinya kebakaran hutan lebih luas namun membuka lahan untuk perkebunan dengan cara tradisional yakni dengan tebas, tebang dan bakar (TTB) masih marak dilakukan petani di Kabupaten Empat Lawang.

Informasi dihimpun menyebutkan, musim kemarau dimanfaatkan warga membuka lahan kebun baru. Tidak sedikit titik api terpantau, ketika warga melakukan pembakaran hutan (manduk, red) untuk membersihkan hasil tebas dan tebang lahan mereka.

Sejauh ini belum ada alternatif lain, cara lebih efektif membuka lahan kebun. Iwan (40), salah satu petani di Desa Tanjung Kupang Baru, Kecamatan Tebing Tinggi ketika dibincangi, Selasa (16/9) mengaku tahu bahaya dan resikonya jika membuka lahan dengan sistem TTB.
Tetapi kata Iwan, sistem TTB dan manduk adalah sistem yang sudah biasa dan dilakukan turun temurun. “Kami dek keruan care (kami tidak tahu cara) lain,manduk nila amun nak buka kebon(Manduk inilah, kalau mau membuka kebun).Yak kalo ade nye lebih iluk tunjuki kami nurut(kalau ada cara lain yang lebih bagus, tunjukkan ke kami. Kami akan mengikuti),” kata Iwan.

Sementara Kadir (49), petani di Desa Pajar Bakti mengaku tak tahu kalau larangan untuk membakar lahan untuk membuka perkebunan. Selama ini terangnya, kepala desa (kades) tidak pernah mempermasalahkan warga membuka kebun, dengan cara membakar.

Menurutnya, cara TTB lebih hemat dan cepat jika ingin membuka kebun. Karena petani, tidak harus mengangkut sisa penebasan dan pohon setelah membuka lahan. Tentu saja sebelum dibakar, petani mengantisipasi dengan membuat siring se keliling areal kebun agar api tidak merambat ke lahan lain disekitarnya. “Selama ini tidak ada masalah, kami tak pernah membakar lahan bukan milik kami,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kehutanan Perkebunan dan Pertambangan Energi (Dishutbuntamben) Empat Lawang, H Susyanto Tunut, tak menampik sistem TTB untuk membuka lahan kebun masih marak.

Karena berbahaya, ia mengimbau agar petani meninggalkan sistem tradisional tersebut. “Akibatnya besar, bisa membakar hutan luas. Ada cara lain, petani bisa membersihkan sisa penebangan dengan mengangkut. Malah lebih efektif, kayunya bisa digunakan atau dijual,” imbuhnya.

Namun kata Susyanto, sampai saat ini tidak terdeteksi adanya kebakaran hutan yang luas di Bumi Saling Keruani, Sangi Kerawati. Dijelaskannya, kebiasaan masyarakat yang secara turun temurun membuka lahan dengan cara membakar sulit untuk dilarang. Selain memang kebiasaan masyarakat sulit diubah, hal tersebut dianggap lebih hemat biaya.

Meski cara tersebut tidak dibenarkan, namun dia mengaku kesulitan untuk menjelaskan kepada masyarakat agar menghentikan pola pembukaan lahan perkebunan dengan cara tersebut. “Kita kan bukan di lahan gambut, paling banyak satu atau dua hektar yang dibuka, itupun sebelum dibakar biasanya para petani melokalisir wilayah perkebunan akan dibakar agar api tidak merambat, tapi hendaknya petani sadar sebab membuka kebun dengan membakar banyak negatifnya,” tukasnya.

——————————————

Sumber : Kabar Sumatera

Iklan

Tentang mangoci4lawang

Mangoci4lawang Post adalah Kumpulan berita Empat Lawang yang diambil dari berbagai sumber media baik lokal ataupun Nasional ter-update setiap hari. Didalam menyampaikan mengutamakan kecepatan, ketepatan dan berimbang. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. Terima Kasih telah mengunjungi kami...
Pos ini dipublikasikan di Berita Empat Lawang. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s