Akibat Jembatan Gantung Putus, Warga tak Bisa Angkut Hasil Panen

Tebing Tinggi, Empat Lawang – Banjir di Sungai Musi, April lalu menyisahkan masalah bagi warga Desa Baturaja Lama dan Kota Gading. Pasalnya, derasnya aliran air tersebut telah memutuskan jembatan gantung. Padahal jembatan itu, merupakan satu-satunya akses warga menuju areal perkebunan milik mereka.

Meskipun sudah dilaporkan ke Pemkab Empat Lawang beberapa kali, belum juga ada upaya perbaikan. “Kebun kami di seberang sungai, kalau tak ada jembatan gantung bagaimana kami mengangkut hasil panen,” keluh Lani (48), warga Desa Baturaja Lama, kemarin.

Diakuinya, jembatan gantung dengan panjang sekitar 100 meter di desanya juga digunakan warga desa Kota Gading. Sebagai satu-satunya akses, tentu akan dirasakan kesulitan jika tidak ada lagi.

Sejak jembatan itu roboh, warga dari dua desa terpaksa menyeberangi Sungai Musi untuk ke kebun. Hasil panen berupa karet, kopi dan kelapa sawit pun diangkut dengan perahu atau rakit bambu, untuk dijual ke pasar. “Sungai Musi cukup deras, tak jarang hasil panen warga hanyut terbawa arus. Semoga saja jembatan kami cepat diperbaiki agar tidak menyulitkan ke kebun,” imbuhnya.

Senada itu Asrun (52), warga Desa Kota Gading. Menurutnya, warganya pun menggunakan rakit untuk menyebrang Sungai Musi. Tidak sedikit juga terpaksa berenang dengan bantuan ban mobil bekas atau pelampung pohon pisang.

Resiko ? sebutnya, tentu cukup besar jika air sungai pasang. Sebab arus sungai semakin deras dan membahayakan. “Kami harap segera diperbaiki, atau dibangun kembali di desa kami jembatan baru,” ujarnya.

Sementara itu Kades Baturaja Lama, Umar Hasan ketika dikonfirmasi mengakui, jembatan tersebut satu-satunya akses warga ke kebun diseberang sungai. Kerusakan terjadi akibat terjangan sungai musi saat banjir April lalu. “Sudah kita ajukan, bahkan bupati sudah berkunjung dan memastikan kondisinya,” ucapnya.

Harapan warga katanya, agar jembatan segera diperbaiki. “Kasihan warga harus berenang kalau ke kebun,” ungkapnya seraya menyebut jika jembatan tersebut juga menjadi akses warga untuk ke kebun. Jika jembatan gantung tersebut dibangun kembali, bukan hanya warganya yang menggunakan namun warga desa tetangga juga.

Ditambahkannya, dalam waktu dekat akan ada panen, makanya butuh sekali ada jembatan gantung. “Kita hanya menyampaikan keluhan warga, nanti akan disusul juga laporan dan pengajuan kembali ke Pemkab Empat Lawang,” ucapnya.

Informasi dihimpun, Selasa (9/9), tim Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga (BM) Empat Lawang melakukan peninjauan kondisi jembatan gantung Desa Baturaja Lama. Disebutkan juga, kemungkinan rehab jembatan gantung tersebut dilakukan dalam waktu dekat. “Kabid Pemeliharaan Jalan dan Jembatan ke Desa Baturaja Lama, katanya mengecek kondisi jembatan gantung yang putus,” sebut salah satu pegawai di Dinas PU BM Empat Lawang, kemarin. (saukani)

——————————————

Sumber : Kabar Sumatera

Iklan

Tentang mangoci4lawang

Mangoci4lawang Post adalah Kumpulan berita Empat Lawang yang diambil dari berbagai sumber media baik lokal ataupun Nasional ter-update setiap hari. Didalam menyampaikan mengutamakan kecepatan, ketepatan dan berimbang. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. Terima Kasih telah mengunjungi kami...
Pos ini dipublikasikan di Berita Empat Lawang. Tandai permalink.