Jaga Ladang Ganja Diupah Rp 50 Ribu

Palembang – Pasca tim gabungan Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel, mengamankan 3 hektare lahan ditanam 10 ribu pohon ganja, dilokasi perbukitan kawasan Desa Tanjung Alam, Kecamatan Lintang Kanan, Kabupaten Empat Lawang, Kamis (28/8), Yanto penjaga ladang mengaku dirinya dijanjikan  upah Rp 50 ribu sehari.

Warga Dusun Simpang,  Desa Pagar Jaya, Pagaralam ini, ditemui kemarin di Mapolda Sumsel membantah, dirinya ikut terlibat menanam dan mendapat hasil dari penjualan daun haram tersebut.

Ia mengaku hanya sebagai penjaga ladang dan diupah oleh Sandi (DPO). “Nah, aku dak tau Pak, ladang itu punyo siapo. Aku hanya diajak Sandi, kata Sandi itu kebun miliknya,” ujar Yanto.

Bapak dua anak ini juga mengaku baru mengenal Sandi  lebih kurang satu bulan. Dari perkenalan itu, dia ditawarkan kerja untuk menunggu kebun kopi milik Sandi.

“Ya, Sandi jugo ado kebun kopi. Nah, pas aku diajak ke kebun itu dak taunnyo itu kebun ganja. Sebenarnnyo aku idak galak, karena aku idak biso balek kareno idak ado ongkos jadi terpakso nunggu di kebun itu,” elak Yanto.

Diterangkannya, sesampainya ia di kebun ganja tersebut, Sandi menjanjikan upah Rp 50 ribu sehari untuk jaga ladang. “Aku idak mau dan ingin pulang, saat aku kemas-kemas mau pulang polisi datang,” ujar Yanto dengan logat Lahat.

Diungkapkan Yanto, selama dirinya empat hari dikebun, melihat Sandi panen ganja tersebut, dengan cara memetik daun muda dan dahan, kemudian di jemur dan dimasukan ke karung.

Lalu Sandi menghubungi seseorang. “Aku idak tahu pak dijual berapo dan sapo yang beli, aku idak ikut-ikut, aku di pondok bae. Yang metik dan jemur Sandi galo,” kelit Yanto lagi.

Direktur Narkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Dedy Setyo YP melalui Kasubdit III, AKBP Imam Ansyori mengatakan, tersangka berikut barang bukti beberapa batang ganja sudah diamankan untuk melakukan penyidikan dan pengembangan lebih lanjut. “Dilokasi ada beberapa titik yang kita bakar,” jelas Imam yang turun langsung ke ladang ganja.

Sebelumnya,  Direktur Narkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Dedy Setyo YP mengatakan, sekitar 10 ribu pohon ganja setinggi 1,5 meter, siap panen. “Ya, diperkirakan jika di kalkulasikan dalam kilogram ada sekitar 5 ton,” ujar Dedy.

Ditegaskannya, ladang ganja tersebut merupakan pengalihan oleh oknum-oknum mafia menanam ganja di Sumsel khususnya Empat Lawang. Mengingat, untuk memudahkan akses pengiriman ke luar Jawa, sehingga Sumsel lebih dekat dibanding langsung dari Aceh.
“Ini pengalihan mafia ganja untuk kita. Selama ini pasokan-pasokan ganja dari Aceh. Oleh karena itu, untuk memasok ganja di Sumsel, maka batang ganja tersebut ditanam disini. Yang jelas bibitnya dari Aceh,” tegas Dedy seraya mengatakan, saat ini, pihaknnya masih melakukan pengejaran terhadap mafia atau pemilik ladang. (day)

——————————————

Sumber : Palembang Pos

Iklan

Tentang mangoci4lawang

Mangoci4lawang Post adalah Kumpulan berita Empat Lawang yang diambil dari berbagai sumber media baik lokal ataupun Nasional ter-update setiap hari. Didalam menyampaikan mengutamakan kecepatan, ketepatan dan berimbang. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. Terima Kasih telah mengunjungi kami...
Pos ini dipublikasikan di Berita Empat Lawang. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s