Dibangun dari Dana APBD, Banyak MCK Plus Terbengkalai


MCK plus yang dibangun oleh Dinas PU CK Kabupaten Empat Lawang, terbengkalai seperti di Desa Lubuk Kelumpang, Kecamatan Saling, Kabupaten Empat Lawang. (foto : Kabar Sumatera)

Tebing Tinggi, Empat Lawang – Beberapa titik bangunan fasilitas mandi, cuci dan kakus (MCK) di Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang, terbengkalai. Bahkan, tidak jarang juga ada beberapa MCK yang sejak dibangun pemerintah tapi tak di fungsikan masyarakat.

Informasi dihimpun, Minggu (31/8), sebagian besar kendala tidak di fungsikannya MCK tersebut, akibat kekurangan air bersih. Diketahui beberapa titik MCK masih menggunakan sumur tradisional, sehingga pada musim kemarau terjadi kekeringan. Disisi lain, ada juga fasilitas MCK seharusnya menjadi milik masyarakat umum tetapi dibangun didalam pekarangan pribadi.

“Seharusnya fasilitas MCK menggunakan sumur bor, tapi kenyataannya hanya sumur tradisional. Makanya, saat musim kemarau tidak ada air dan terbengkalai saja,” kata sumber koran ini, kemarin.
Dicontohkannya, kondisi bangunan MCK di Kelurahan Pasar Tebing Tinggi, Desa Merkarti Jaya, Lubuk Kelumpang serta beberapa desa lainnya. Umumnya setelah dibangun, tidak menjadi solusi kebutuhan air bersih bagi masyarakat sekitarnya. Kendalanya tidak lain, seharusnya dibangun sumur bor tetapi direalisasikan hanya sumur tradisional saja. “Biayanya kan beda, sumur bor dengan sumur tradisional,” cetusnya.

Hal senada disampaikan Madi (38),warga Tebing Tinggi. Dia menilai program pembangunan MCK massal hanya dijadikan proyek keuntungan pribadi, bagi pemborongnya saja. Seharusnya Pemkab Empat Lawang melalui Dinas PU Cipta Karya (CK), melakukan inspeksi ke lapangan, agar tahu betul kondisi sebenarnya dan tidak terkesan hanya menyalahkan masyarakat. ”Saya kira pemkab tak perlu lagi membangun MCK, banyak percuma saja. Sudah dibangun dengan biaya besar, tapi tak di fungsikan masyarakat umum,” katanya.

Sebelumnya Kepala Dinas PU Cipta Karya Empat Lawang A Syaiful Natsir mengaku, siap merespon permintaan warga untuk membuat sarana dan prasarana air bersih, karena itu masuk dalam prioritas utama. Namun, tetap diperhatikan azaz manfaatnya.
Syaiful mengakui, tidak sedikit laporan diterimanya mengenai fasilitas air bersih dan MCK tidak difungsikan, padahal telah dibangun pemerintah di tempat tinggalnya. Bahkan, cendrung tidak terawat dan terbengkalai saja. “Sudah banyak fasilitas MCK dibangun namun sayang tidak dimanfaatkan secara maksimal, harusnya masyarakat menjaga, merawat, dan memanfaatkan dengan baik,” tukasnya. (saukani)

——————————————

Sumber : Kabar Sumatera

Iklan

Tentang mangoci4lawang

Mangoci4lawang Post adalah Kumpulan berita Empat Lawang yang diambil dari berbagai sumber media baik lokal ataupun Nasional ter-update setiap hari. Didalam menyampaikan mengutamakan kecepatan, ketepatan dan berimbang. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. Terima Kasih telah mengunjungi kami...
Pos ini dipublikasikan di Berita Empat Lawang. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s