10 Tahun Penjara Untuk Penambang Liar

Tebing Tinggi, Empat Lawang – Penambangan jenis galian C yang masuk di areal jembatan 500 meter kehulu dan 500 meter ke hilir, dapat di sangsi dengan pidana kurungan paling lama 10 tahun dan denda paling banyak 10 Milyar. “Sesuai dengan Perbub NO.12 tahun 2009 pasal 8 ayat 2, yang isinya tidak diperbolehkan menambang di 500 meter ke hulu dan 500 meter ke hilir dari jembatan, intinya tidak ada izin untuk penambangan di areal tersebut. Jika itu ada maka dianggap penambangan liar, sangsinya tentu merujuk ke UU No 4 tahun 2009,” kata Kepala Dinas Kehutanan, Perkebunan, Pertambangan dan Energi (Dishutbuntamben) Kabupaten Empatlawang, Susyanto Tunut melalui Kepala Bidang Pertambangan, Deni Irwandi saat dibincangi di ruang tugasnya, Kamis (28/8).

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Empalawang tidak pernah melarang Masyarakat untuk melakukan penambangan. Namun hendaknya Masyarakat dapat memahami betul dampak penambangan itu sendiri sehingga tidak merugikan kepentingan orang banyak.
Ditambahkannya, penambangan terus-menerus akan menyebabkan arus sungai semakin deras. Akibatnya terjadi longsor tebing sungai atau arus kuat menghantam dan menggerus bangunan di hilir. Adapun untuk bagian hulu, akan terjadi penguatan arus yang berdampak pada tertariknya material dasar sungai. “Jika dekat bangunan misalnya jembatan, material di bawahnya terseret sampai hilir, akibatnya bisa fatal,” tuturnya.

Dijelaskannya, jumlah perusahan galian C di Empatlawang yang memiliki izin ada sekitar 12 perusahaan yang kebanyakan milik perorangan, namun demikian yang menjadi perhatian pihaknya yang menggunakan alat berat, “pada dasarnya, setiap kegiatan penambangan di Empatlawang adalah untuk kesejahtaeraan masyarakat Empatlawang itu sendiri, namun demikian, hendaknya setiap kegiatan penambangan diminimalisir dampak yang merugikan itu,” tegassnya.

Di Empatlawang sebut Deni, ada 3 orang Inspektur Tambang yang harus mengawasi setiap kegiatan pertambangan di wilayah ini dan semuanya telah bersertefikat, walaupun pada dasarnya Inspetur Tambang untuk mengawasi pertambang besar seperti batubara misalnya. Namun sejak tahun ini Inspektur Tambang siap mengawasi setiap kegiatan pertambangan karena sudah ada anggaran untuk pengawasan tersebut.

Karena memang tugas Inspektur Tambang untuk pengawasan agar tidak terjadi kerusakan lingkungan, kecelakaan kerja, dan sebagainya. “ya, mulai tahun ini ada anggaran untuk pengawasan pertambangan, Kita akan berkoordinasi dengan pihak TNI dan Polri untuk tertibkan penambangan liar, mengingat keterbatasan SDM, Saya harapakan peran serta masyarakat juga untuk pengawasan,” pungkasnya. (ozi)

——————————————

Sumber : Radar Nusantara

Iklan

Tentang mangoci4lawang

Mangoci4lawang Post adalah Kumpulan berita Empat Lawang yang diambil dari berbagai sumber media baik lokal ataupun Nasional ter-update setiap hari. Didalam menyampaikan mengutamakan kecepatan, ketepatan dan berimbang. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. Terima Kasih telah mengunjungi kami...
Pos ini dipublikasikan di Berita Empat Lawang. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s