Pramuka Empat Lawang Sempat “Mati Suri”

Tebing Tinggi, Empat Lawang – Pemerintah Kabupaten Empat Lawang sedikitnya menganggarkan Rp200 juta untuk gerakan Pramuka.

Bupati Empat Lawang H Budi Antoni Aljufri SE MM mengharapkan dana tersebut dapat dimanfaatkan dan dikelola dengan baik sepanjang tidak bertentangan dengan aturan.

Dengan dana tersebut, H Budi Anton Aljufri atau yang akrab dipanggil HBA berharap Pramuka di Kabupaten Empat Lawang bisa handal, mandiri tidak bergantung dengan pemerintah serta bisa membuka badan usaha sendiri guna menghidupkan kegiatan kepramukaan.

“Kami mendukung pramuka menjadi kurikulum wajib di sekolah. Sebagai pendidikan non formal, pramuka mendidik siswa menjadi handal dan berkarakter,” ungkap HBA dalam sambutan pada momentum peringatan HUT Pramuka ke-53 kemarin.

Orang nomor satu di Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati ini sangat mendukung gerakan Pramuka, bahkan sejak 2010 Pemkab Empat Lawang sudah menetapkan pakaian Pramuka sebagai baju dinas dan wajib dipakai satu hari dalam seminggu.

“Inilah komitmen kami mendukung gerakan Pramuka, harapan kami Pramuka bisa lebih eksis. Untuk pembina, instruktur Pramuka harus bersatu meningkatkan kualitas karena dengan terbit UU Nomor 12 Tahun 2010 maka pelaksanaan gerakan Pramuka tidak lagi hanya sekedar mengisi masa senggang”, imbuhnya.

Lanjut HBA, selama ini Pramuka di Empat Lawang mati suri, tapi dengan HUT Pramuka ke 53 ia optimis bahwa Pramuka bisa bangkit dari mati suri dan bisa mengharumkan Empat Lawang di event-event baik provinsi maupun nasional. (eno)

——————————————

Sumber : Sumatera Ekspres

Iklan

Tentang mangoci4lawang

Mangoci4lawang Post adalah Kumpulan berita Empat Lawang yang diambil dari berbagai sumber media baik lokal ataupun Nasional ter-update setiap hari. Didalam menyampaikan mengutamakan kecepatan, ketepatan dan berimbang. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. Terima Kasih telah mengunjungi kami...
Pos ini dipublikasikan di Berita Empat Lawang. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s