Diluar KUA Rp 600 Ribu


photo : Supandi S.Ag

Tebing Tinggi – Pasangan muda di bumi saling keruani sangi kerawati, yang hendak berumah tangga nampaknya harus bersiap-siap merogoh kantongnya semakin dalam. Pasalnya, biaya untuk administrasi pernikahan kini lebih mahal dibandingkan sebelumnya.

Jika sebelumnya pasangan yang menikah diluar Kantor Urusan Agama (KUA), atau dengan kata lain mendatangkan Petugas Pegawai Pencatat Nikah (P3N) ke rumah untuk memandu pernikahan, biayanya hanya Rp 30 ribu. Namun saat ini, membengkak menjadi Rp 600 ribu.

Ketentuan ini mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 48 tahun 2014 tentang Perubahan Atas PP Nomor 47 tahun 2004 perihal Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Yang Berlaku pada Departemen Agama.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Empat Lawang, H Khusrin melalui Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Tebing Tinggi ,Supandi menyebut, perubahan tarif nikah tersebut sudah resmi.
Saat ini pihaknya, tengah melakukan sosialisasi ke Petugas Pegawai Pencatat Nikah (P3N) dan masyarakat. “Ada tarif baru, sudah kita sampaikan ke P3N sejak Juli lalu,” kata Supandi yang dibincangi, Jumat (8/8).

Namun tegas Supandi, tarif baru itu hanya berlaku jika pernikahan terjadi diluar KUA dan bukan jam kerja. Sebaliknya jika dilakukan di KUA, tidak dipungut biaya alias Rp 0 (nol rupiah).

“Jangan terkecoh!, pernikahan di KUA, baik pasangan miskin atau kaya tidak ada biaya,” tegas Supandi seraya memastikan P3N harus patuh, jika ada penghulu menetapkan tarif lebih dari Rp 600 ribu kita pastikan sanksi tegas.

”Makanya nikah saja di balai nikah atau KUA, biar gratis,” ajaknya.

Untuk diketahui, Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) pada 27 Juni lalu sudah menandatangani PP Nomor 48 tahun 2014 tentang Perubahan Atas PP Nomor 47 tahun 2004 Tentang Tarif Atas Jenis PNBP berlaku Pada Departemen Agama.

Terdapat empat poin penting merujuk pada perubahan tarif biaya pernikahan, di antara lain, Setiap warga negara yang melaksanakan nikah atau rujuk di KUA kecamatan, tidak dikenakan biaya pencatatan nikah atau rujuk.
Sementara itu dalam hal nikah atau rujuk dilaksanakan di luar KUA Kecamatan dikenakan biaya transportasi dan jasa profesi sebagai penerimaan dari KUA.
Selanjutnya, terhadap warga negara yang tidak mampu secara ekonomi dan atau korban bencana melaksanakan nikah atau rujuk di luar KUA kecamatan sebagaimana dimaksud dalam ayat kedua di atas, dapat dikenakan tarif 0 rupiah.

Ketentuan lebih lanjut mengenai syarat dan tata cara untuk dapat dikenakan tarif 0 rupiah kepada warga negara, yang tidak mampu secara ekonomi dan/atau korban bencana yang melaksanakan nikah atau rujuk diluar KUA kecamatan, sebagaimana dimaksud pada ayat 3 diatur dengan Peraturan Menteri Agama setelah berkoordinasi dengan Menteri Keuangan. (saukani)

——————————————

Sumber : Kabar Sumatera

Iklan

Tentang mangoci4lawang

Mangoci4lawang Post adalah Kumpulan berita Empat Lawang yang diambil dari berbagai sumber media baik lokal ataupun Nasional ter-update setiap hari. Didalam menyampaikan mengutamakan kecepatan, ketepatan dan berimbang. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. Terima Kasih telah mengunjungi kami...
Pos ini dipublikasikan di Kabar Empat Lawang. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s