Musim Kemarau Warga Kesulitan Air Bersih

Tebing Tinggi – Musim kemarau yang melanda wilayah Sumaterselatan dari bulan juni hingga bulan agustus ini, mulai dirasakan dampaknya di masyarakat, tak terkecuali warga yang tinggal di kabupaten Empatlawang, warga mulai merasakan kesulitan air bersih untuk keperluan rumah tangga. Terutamabagi warga yang tinggal di dataran tinggi hal tersebut cukup menyulitkan.

Seperti yang diungkapkan Reni (31) seorang ibu rumah tangga di kawasanTalangbanyu Kelurahan Tanjungkupang Tebingtinggi, dirinya, mengaku mulai kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau yangmelanda. Meski mengaku memiliki sumur gali, namun air yang didapatkan tidak mencukupi untuk keperluan memasak dan mencuci.

“baru diambil beberapa ember saja, airnya sudah keruh bercampurlumpur, ya terpaksa turun ke sungai musi untuk mencuci, meski cukup jauh, mau gimana lagi,” ungkapnya senin (4/8).

Dikatakannya, meski ke sungai cukup merepotkan dikarenakan jarak kesungai cukup jauh namun dirinya mengaku tidak ada pilihan karena tidak ada jaringan air bersih semisal PAM di lingkungn tempat tinggalnya.

“mau gimana lagi, kalau ada pam tentu lain ceritanya, saya berharap kesulitan dengan air bersih menjadi perhatian pemerintah dan kedepan dibangun jaringan pipa air pam agar kesulitan air bersih teruta mamusim kemarau seperti sekarang ini tidak lagi menjadi soal,” harapnya.

Lain halnya dengan Darmo (35) warga desa Mekartijaya (3b) kecamatanTebingtinggi, mengungkapkan jika desanya sebelumnya telah mendapatkan bantuan sumur bor dari pemerintah, namun sangat disayangkan seluruhsumur bor tersebut tidak dapat difungsikan sebagaimana layaknya. Sebab dari beberapa titik sumur bor tersebut tak satupun dapat dipakai dengan alasan-alasan bermacam-macam.

“banyak sih sumur bor bantuan pemerintah, namun semuanya tidak difungsikan, katanya airnya berbau, bahkan mesin pompa penyedot pun ada yang tak tau rimbanya, saudara bisa cek sendiri kalaupun ada yang masih bagus itupun sudah seprti milik pribadi,” ketusnya.

Dirinya menceritakan, dalam musim kemarau seperti sekarang ini masyarakat desanya cendrung memanfaatkan sungai kecil di belakang desa mereka, meski aliran air sudah putus-putus namun untuk sementara cukup untuk mencuci.

“Kami masih memanfaatkan sungai rotan, walaupun airnya sudah putus-putus terpaksa kami pergunakan, kalau untuk keperluan memasak kami mengambil ke sungai musi menggunakan dirigen diangkut pakai sepeda motor, bahkan banyak diantara kami membeli air galon di depot isi ulang,” ungkapnya seraya berharap kedepan pemerintah dapat memperbaiki seluruh sumur bor di desanya agar dapat dimanfaatkan. (ozi)

——————————————

Sumber : Radar Nusantara

Iklan

Tentang mangoci4lawang

Mangoci4lawang Post adalah Kumpulan berita Empat Lawang yang diambil dari berbagai sumber media baik lokal ataupun Nasional ter-update setiap hari. Didalam menyampaikan mengutamakan kecepatan, ketepatan dan berimbang. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. Terima Kasih telah mengunjungi kami...
Pos ini dipublikasikan di Kabar Empat Lawang. Tandai permalink.