Warga Dua Desa di Perbatasan Lahat-Empatlawang Nyaris Bentrok

Muara Pinang – Warga dua desa yang berada di wilayah Perbatasan Kecamatan Muarapayang KabupatenLahat dan Kecamatan Muara Pinang Kabupaten Empatlawang, nyaris saja bentrok, Jumat (19/7/2014) malam.
Insiden tersebut berawal dari aksi balap liar yang terjadi di jalan provinsi, dan membuat salah satu warga nyaris tertabrak.

Anggota Polsek Jarai dan Polsek Muara Pinang dibantu Koramil berhasil melerai dan mendamaikan, hingga tidak terjadi aksi anarkis susulan.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa tersebut berawal dari tradisi jalan-jalan sore warga di perbatasan Lahat-Empatlawang. Warga dua desa yakni Desa Muara Payang Kecamatan Muara Payang Kabupaten Lahat dan warga Desa Tanjung Tawang Kecamatan Muara Pinang Kabupaten Empatlawang, menjadikan jalan provinsi perbatasan daerah mereka sebagai tempat mengabiskan waktu berbuka puasa.

Namun meski berada di area perumahan penduduk dan lebih dekat dengan Desa Muara Payang, sejumlah pemuda dari Tanjung Tawang justru sering menjadikan jalan sebagai arena balap liar. Sehingga warga desa merasa risih, dan sempat menegur beberapa kali. Sebab suara bising knalpot sangat memekakan telinga, dan rawan terjadi kecelakaan. Tetapi peringatan tersebut tetap saja tidak diindahkan, sejak awal bulan Ramadhan lalu.

Puncaknya salah seorang warga Desa Muara Payang nyaris saja tertabrak, saat melintas di arena balap liar. Sehingga warga kembali memberikan peringatan kepada sekelompok pemuda dari desa Tanjung Tawang, agar menghentikan aktivitas memacu sepeda motor dengan kecepatan tinggi. Namun justru membuat para pembalap liar tersinggung, dan mengajak warga berkelahi sambil mengeluarkan senjata tajam.

Warga Desa Muara Payang pun geram, dan beramai-ramai mendatangi kelompok pemuda asal Tanjung Tawang. Sehingga pembalap dadakan tersebut bergegas pergi, karena kalah jumlah. Namun beberapa jam kemudian mereka kembali lagi ke desa Muara Payang, dengan membawa puluhan rekannya. Rupanya mereka langsung pulang untuk meminta bantuan, agar bisa menuntut balas.

Para pemuda tersebut dengan beringas melempari sejumlah rumah warga Desa Muara Payang, dengan menggunakan batu. Hingga beberapa diantaranya mengalami kerusakan, serta kaca pecah berhamburan. Sehingga warga Desa Muara Payang dan desa tetangga di Kecamatan Muara Payang langsung keluar dan siaga, guna menuntut balas atas aksi tersebut. Sementera para pembalap liar sudah kembali ke desa mereka, dan berjaga di perbatasan.

Anggota Polsek Jarai serta Polsek Muara Pinang dibantu Koramil Jarai, segera mendatangi lokasi untuk mengantisipasi terjadi aksi bentrok susulan. Petugas lalu mendatangi kedua pihak untuk meredam amarah, dan mengupayakan perdamaian.

Dengan pendekatan kebeberapa tokoh adat dan tokoh agama, bentrol susulan tidak terjadi kembali.

“Jujur saja kami sangat terganggu. Pemuda dari Desa Tanjung Tawang sering balapan di daerah sini, ditegur malah mengajak berkelahi,” ujar Saryono Kadesa Muara Payang, Sabtu (19/7/2014).

KapolresLahat AKBP Budi Suryanto ketika dikonfirmasi, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya insiden tersebut karena ada kesalapahaman, hingga ada warga yang berkelahi. Namun tidak sempat terjadi bentrok, karena anggotanya di lapangan langsung mendatangi lokasi untuk mengamankan situasi. Pihaknya juga sudah mengupayakan perdamaian antar warga di dua desa, agar situasi tetap kondusif.

“Sudah didamaikan, situasi aman kambali. Itu hanya salah paham saja,” ujar AKBP Budi Suryanto. (iko)

——————————————

Sumber : Sriwijaya Post

Iklan

Tentang mangoci4lawang

Mangoci4lawang Post adalah Kumpulan berita Empat Lawang yang diambil dari berbagai sumber media baik lokal ataupun Nasional ter-update setiap hari. Didalam menyampaikan mengutamakan kecepatan, ketepatan dan berimbang. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. Terima Kasih telah mengunjungi kami...
Pos ini dipublikasikan di Berita Empat Lawang. Tandai permalink.