Drainase Tertutup Lumpur dan Rumput


contoh drainasi di pusat kota Kecamatan Tebing Tinggi, tepatnya di depan ikon Kabupaten Empat Lawang atau disebut tugu EMASS.

Tebing Tinggi – Belasan titik drainase Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di Kecamatan Tebing Tinggi tidak terawat. Bahkan, sudah tertimbun tanah, sampah hingga ditumbuhi rumput. Akibanya, saat hujan turun genangan air dan sampah meluber di badan jalan.

Seperti contoh drainasi di pusat kota Kecamatan Tebing Tinggi, tepatnya di depan ikon Kabupaten Empat Lawang atau disebut tugu EMASS. “Kalau hujan sampah dan genangan air ke badan jalan. Air tidak lagi tertampung drainase, karena sudah tertutup sampah dan rumput,” cetus Doni, warga Tebing Tinggi, kemarin.

Diakuinya, sejauh ini belum ada upaya perawatan dan pembersihan dari pihak terkait. Padahal Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) ini adalah perlintasan semua pejabat daerah, bahkan tak jauh dari kantor Kecamatan Tebing Tinggi dan rumah dinas bupati. Terkadang ungkap Doni, sampah itu dibiarkan saja berserakan di jalan menyebabkan pandangan tak sedap bagi pengendara lalulintas.

“Kita tidak ingin kota kita dikatakan kota sampah, jadi mari kita jaga sama-sama kebersihan ini,” ajaknya seraya berharap peran pemerintah untuk menciptakan kebersihan kota, agar masyarakat ikut terdorong menjaga kebersihan lingkungan.

Pantauan di lapangan, belasan titik drainase di Jalinsum Empat Lawang sudah tidak berfungsi, akibat tertimbun tanah dan sampah. Seperti di Kelurahan Tanjung Kupang, Pasar, Jayaloka dan wilayah Kecamatan Saling. Bahkan lebih ironis lagi, beberapa titik drainase diinformasikan baru dibangun beberapa tahun terakhir, namun sudah tidak bisa berfungsi maksimal.

Sementara itu Bupati Empat Lawang, H Budi Antoni Aljufri (HBA) mengungkapkan, kebersihan lingkungan itu sangat penting dalam mewujudkan masyarakat sehat. Nah, pencapaian ini dibutuhkan peran aktif pemerintah kecamatan sebagai perpanjangan tangan pemerintah daerah.

Oleh sebab itu kata HBA, camat harus aktif dan tidak angat angat seperti kotoran ayam, laporan terus kebersihan padahal tidak ada. “Kebersihan lingkungan itu perlu, nah peran Camat disini harus benar-benar terdepan dalam mengajak masyarakat,” tegas HBA.

Ditambahkannya, camat harus kembali menggairahkan tradisi gotong royong, ajak masyarakat dalam membersihkan got atau drainase dan sampah di lingkungan sekitarnya. Kata HBA, meskipun Empat Lawang tidak mengajar Adipura, namun semangat Adipura itu harus tertanam didalam diri masyarakat Kabupaten Empat Lawang.

“Kalau kita sadar terhadap lingkungan, dan seiring pemenuhan sarana dan prasarananya, seperti pasar layak, tempat pembuangan sampah baik, bukan tak mungkin Empat Lawang meraih penghargaan tersebut,” tukasnya. (Saukani)

——————————————

Sumber : Kabar Sumatera

Iklan

Tentang mangoci4lawang

Mangoci4lawang Post adalah Kumpulan berita Empat Lawang yang diambil dari berbagai sumber media baik lokal ataupun Nasional ter-update setiap hari. Didalam menyampaikan mengutamakan kecepatan, ketepatan dan berimbang. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. Terima Kasih telah mengunjungi kami...
Pos ini dipublikasikan di Berita Empat Lawang. Tandai permalink.