Harga Karet Tak Kunjung Membaik, Petani Kian Kebingungan

Tebing Tinggi – Harga karet yang kian hari tak kunjung membaik membuat petani karet di Empatlawang Sumateraselatan kian kebingungan. Pasalnya, Selain harga karet yang sangat rendah, sementara getah yang dihasilkan tidak begitu maksimal. Karena, saat ini tengah memasuki musim gugur yang berakibat
pengurangan getah yang dikeluarkan saat penyadapan.

“Kami semakin kebingunan, bagaimana tidak. Getah karet tidak ada harga, ditambah musim gugur. Ya, getah yang dihasilkan turun drastis, sementara ini bulan puasa dan juga memasuki tahun ajaran baru sekolah, biaya meningkat namun penghasilan turun drastis,” ungkap Bambang warga desa Mekarjaya (3A) Kecamatan Tebingtinggi Empatlawang, kepada Radarnusantara.com, Rabu (2/7).

Diungkapkannya, harga karet yang berkisaran 4rb – 5rb per kilogramnya bahkan harga karet pernah turun sampai 3rb/kg, tentu membuat keluarganya kebingungan menutupi biaya hidup yang tidak sesuai dengan penghasilan.

Kondisi ini jug menurutnya diperparah dengan harga sembako kian melambung, ini membuatnya harus berpikir ekstra untuk menutupi kekurangan uang belanja. Bahkan menurutnya tak jarang Ia terpaksa bekerja serabutan serta meminjam uang kepada Tauke tempat ia biasa menjual hasil panennya.

“mau gimana lagi, saya terpaksa kerja serabutan bahkan untuk biaya masuk anak sekolah seperti beli buku dan perlengkapan sekolah anak, saya terpaksa pinjam uang sama pengepul, tentunya dengan syarat tidak menjual hasil panen kepada pengepul lain selain kepada pengepul tersebut,” katanya.

Sementara, Jhon (40) pengepul karet yang biasa membeli karet petani di seputaran Kecamatan Tebing Tinggi mengakui rendahnya harga komuditas perkebunan tersebut, selain memang turunya harga jual di pabrik dirinya mengakui mutu karet asal Empatlawang yang sedikit kurang bagus,
“terlalu tinggi kadar air ini juga jadi penyebab harga karet asal Empatlawang tidak dapat disamakan dengan daerah lain,” ungkapnya ketika disambangi digudang penyimpanan karet miliknya.

Namun demikian dia juga berharap agar harga karet kembali naik, sebab menurutnya dengan tidak kunjung membaik harga karet ini berimbas dengan kurangnya petani menjual komuditasnya dikarenakan banyak petani menghentikan penyadapan karet.

“banyak petani karet menghentikan penyadapan, bahkan ada yang berubah profesi menjadi kuli serabutan, tentu imbasnya kita sulit mendapatkan barang,” ujarnya. (ozi)

——————————————

Sumber : Radar Nusantara

Iklan

Tentang mangoci4lawang

Mangoci4lawang Post adalah Kumpulan berita Empat Lawang yang diambil dari berbagai sumber media baik lokal ataupun Nasional ter-update setiap hari. Didalam menyampaikan mengutamakan kecepatan, ketepatan dan berimbang. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. Terima Kasih telah mengunjungi kami...
Pos ini dipublikasikan di Kabar Empat Lawang. Tandai permalink.