Perekaman Video Seronok Dilihat Orang Banyak

TEBING TINGGI – Rekaman video syur 3 siswa salah satu SMK Negeri dan 2 siswa salah satu SMP Negeri di Empatlawang, serta tiga pemuda terus menjadi bahan pembicaraan. Perekaman video seronok berdurasi 08.16 detik yang menghebohkan Empatlawang itu ternyata dilihat banyak warga.

Informasi yang dihimpun, Selasa (24/9/2013), adegan yang tidak senonoh tersebut diambil saat merayakan ulang tahun dua siswa SMK Negeri berinisial Se dan Di yang terakhir diketahui adalah kembaran. Mereka merekam tampaknya tidak ada beban ataupun paksaan di salah satu tempat wisata, yakni Sungai Muare, Senin (15/9/2013) sekitar pukul 4-5 sore.

Hal ini juga sesuai dengan keterangan kedua siswa tersebut di hadapan pihak sekolah dan komite sehari sebelumnya. Hanya saja dalam keterangan tersebut mereka dipaksa direkam, karena dibawa ancaman teman prianya, Yo.

Narsisnya, perekaman tersebut dilihat orang banyak, karena memang pada hari libur tempat wisata tersebut cukup ramai dikunjungi warga. Mereka sendiri tampak asyik menikmati acara, bahkan meluapkan kesenangan mereka terlibat perbuatan yang sudah mengarah pada budaya barat, yakni berpelukan dan berciuman, bahkan diantarannya berciuman ala lesbian, yakni dilkukan sejenis.

“Kami saja saat itu tiga mobil dengan keluarga, biasa menikmati suasana dan mandi di Muare. Kami datang ke sana sekitar jam 4 sore, sementara mereka sudah berada di sana, mereka tampak asyik bermain dan merekam adegan-adegan mereka,” ungkap salah seorang warga yang meminta namanya tidak disebutkan.

Sementara Pemkab Empatlawang melalui Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak menjajaki rekaman video syur yang melibatkan anak di bawah umur. Hal ini disampaikan Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Khoirunisyah. Dikatakannya, untuk lebih jelas kasus beredarnya rekaman siswa SMK Negeri dan SMP Negeri di Kabupaten Empatlawang ini, pihaknya yang berkoordinasi dengan pihak kepolisian menemui pihak sekolah. Pihaknya sendiri baru mengetahui hal tersebut setelah adanya berita di media massa dan dihubungi pihak Polres Empatlawang.

“Kita akan ke sekolah masing-masing terlebih dahulu untuk lebih jelas permasalahannya. Saya juga belum melihat videonya, meskipun sudah banyak yang memiliki video tersebut, karena saya baru saja pulang dari Palembang, ya katanya ada adegan-adegan gitu,” katanya sedikit tersenyum.

Sebelumnya, pihak Polres Empatlawang terus menyelidiki peredaran video syur 3 pria dan 5 wanita di sungai Muare salah satu lokasi wisata di Empatlawang.

Beredarnya video seronok ini menghebohkan masyarakat Empatlawang karena beredar luas di masyarakat umum. Setidaknya pelaku dan penyebar akan dijerat pasal UU Pornografi dan ITE. “Selain berkoordinasi dengan pihak Pemberdayaan Perempuan dan Anak, kita juga akan mendatangkan ahli untuk memastikan keaslian video tersebut. Pihak lain mungkin akan memproses hal lainnya, sementara pihak kepolisian akan memproses unsur tindak pidananya,” katanya Dinas Pendidikan(Disdik) Kabupaten Empat Lawang secara terang-terangan menolak berita yang menyatakan siswi-siswi didalam video berdurasi 8.16 detik tersebut beradegan mesum.

Kepala Disdik Empatlawang, H Akisrofi Ayub menyatakan tindakan sejumlah siswi SMK dan SMP di Tebingtinggi tersebut sama sekali tidak bisa dikategorikan sebagai tindakan mesum. Selain itu, satu dari ketiga laki-laki di dalam video tersebut bukan merupakan guru di SMK, melainkan hanya seorang pembantu tekhnisi bagian bengkel.

“Kami tidak melihat adanya tindakan mesum, mereka semua larut dalam kebahagiaan karena tengah merayakan ulang tahun temannya di sungai meski sudah mendekati tindakan mesum,” ungkapnya.

Dikatakannya, dirinya tidak bisa mengambil kesimpulan untuk memberhentikan siswi yang sudah mengaku terlibat dalam pembuatan video tersebut. Dalam kesempatan itu, Akis meminta agar masyarakat lebih bijak menyikapi video tersebut, jangan terlalu dibesarkan. “Saya kasihan dengan siswi itu, karena secara langsung dia bukan melakukan adegan mesum dan tidak melakukannya pada jam sekolah. Kita harus lebih bijak melihat permasalahan ini, saya tidak melindungi sekolah ataupun siswi. Namun secara lembaga saya tidak akan menghalang-halangi pihak Kepolisian untuk mendalami kasus tersebut,” ungkapnya. (williem wk)

——————————————

Sumber : Tribun Sumsel

Iklan

Tentang mangoci4lawang

Mangoci4lawang Post adalah Kumpulan berita Empat Lawang yang diambil dari berbagai sumber media baik lokal ataupun Nasional ter-update setiap hari. Didalam menyampaikan mengutamakan kecepatan, ketepatan dan berimbang. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. Terima Kasih telah mengunjungi kami...
Sampingan | Pos ini dipublikasikan di Berita Empat Lawang. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s