Siswa Belajar di Lantai Dipersoalkan

*Dewan Pendidikan Angkat Bicara*

TEBING TINGGI – Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Empatlawang HM Sohid Djauhari prihatin mengetahui pelajar SMKN 2 Empatlawang belajar dengan duduk di lantai.

Apalagi menurutnya, dari informasi yang disampaikan puluhan siswa kelas X di sekolah itu sudah dimintai sejumlah uang yang dijanjikan untuk membeli meja dan kursi saat mereka mendaftar di sekolah tersebut.

Dengan kondisi seperti itu menurutnya, menunjukkan kurang seriusnya penyelenggara pendidikan di Empatlawang, khususnya pihak sekolah dalam menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar (KBM).

“Informasi mereka sudah bayar dan kami sudah mendapatkan pengakuan langsung dari beberapa pihak dalam hal ini orang tuasiswa mengenai uang yang dibayar, tapi mengapa kondisinya masih seperti itu,” timpalnya.

Menurut Sohid, persoalan puluhan siswa tersebut masuk melalui jalur nonkuota penerimaan siswa baru bukanlah menjadi domain mereka. Hanya saja, jika penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar tidak sesuai, pihaknya wajib mengingatkan pihak yang terkait, dalam hal ini sekolah dan pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Empatlawang.

Kondisi tersebut menurutnya jelas menimbulkan keprihatinan. Mengingat sekolah tersebut adalah sekolah negeri dan lokasinya bukanlah di tempat terpencil. “Kalau memang sudah ada pungutan untukmembeli meja dan kursi semestinya segera diadakan secepatnya, bukannya malah siswa terus-terusan dibiarkan belajar dengan duduk di lantai,” ungkapnya.

Pihak Disdik Empatlawang menurutnya, harus segera mengecek kondisi tersebut dan turun tangan untuk mencarikan solusi secepatnya.

Dengan kondisi tersebut menurutnya sebaiknya pihak terkait jangan sampai saling menyalahkan. Pihaknya juga mendesak kepada pihak sekolah yang sudah menjanjikan akan mengadakan meja dan kursi sesuai dengan perjanjian awal, sebaiknya hal itu segera direalisasikan. “Kalau memang janjinya akan dibelikan untuk meja dan kursi untuk belajar anak-anak itu segera realisasikan, karena tidak mungkin dalam kondisi seperti sekarang ini mereka masih terus belajar dengan duduk di lantai,” tutur dia.

Sementara anggota komisi III DPRD Empatlawang Ellya Syukur yang sudah meninjau langsung kondisi para siswa yangbelajar dengan duduk di lantai tersebut mengatakan, pihak Disdik harus cepat tanggap dengan kondisi tersebut. Apalagi menurutnya, jika pihak Disdik mengetahui dan menyetujui adanya penambahan siswa di luar kuota penerimaan siswa baru.

“Tidak boleh ada pembiaran dan jangan sampai kondisi tersebut luput dari perhatian pihak terkait dalam hal ini Disdik Empatlawang. Saya pribadi heran dan mempertanyakan kondisi tersebut dan mengenai pungutan yang dibebankan kepada orang tua puluhan siswa tersebut,” kata dia.

Salah seorang sumber menyebutkan, siswa yang belajar dengan cara duduk tersebut memang baru tahun pelajaran ini yang mencapai puluhan. Hal ini dikarenakan calon siswa yang masuk di luar kuota PSB dengan jumlah banyak lebih dari satu rombongan belajar (Rombel) baru tahun ini.

“Sebelum-sebelumnya juga ada yang masuk tambahan itu dan dipungut biaya tambahan, tapi jumlahnya tidak terlalu banyak tidak sampai satu kelas,” ungkapnya. (Irhamudin)

——————————————

Sumber : Koran Sindo

Iklan

Tentang mangoci4lawang

Mangoci4lawang Post adalah Kumpulan berita Empat Lawang yang diambil dari berbagai sumber media baik lokal ataupun Nasional ter-update setiap hari. Didalam menyampaikan mengutamakan kecepatan, ketepatan dan berimbang. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. Terima Kasih telah mengunjungi kami...
Sampingan | Pos ini dipublikasikan di Kabar Empat Lawang. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s