Siswa SMKN 2 Belajar di Lantai

*Kepsek Dituding Pungli*

PENDOPO – Puluhan siswa kelas X SMK Negeri 2 Empatlawang di Kecamatan Pendopo Kabupaten Empatlawang terpaksa mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tanpa menggunakan meja dan kursi.

Hal ini dikarenakan, pihak sekolah sampai saat ini belum mengadakan mebeler, khususnya meja dan kursi untuk puluhan siswa tersebut. Anehnya, dari informasi yang dihimpun saat masuk ke sekolah tersebut, wali murid puluhan siswa tersebut dipungut bayaran oleh pihak bahkan mencapai Rp300.000 per siswa. Pungutan tersebut dikatakan untuk membeli meja dan kursi.
Pungutan itu ditarik karena puluhan siswa itu masuk sebagai siswa tambahan non kuota penerimaan siswa baru.

Kondisi tersebut terungkap, saat anggota Komisi III DPRD Empatlawang Ellya Syukur melakukan inspeksi mendadak ( sidak) setelah mendapatkan informasi dan keluhan dari orang tua mengenai kondisi tersebut.
Ellya membenarkan apa yang menjadi keluhan orang tua dan para siswa tersebut.

“Jumlah siswa yang masuk katanya tambahan dan wajib menyetor uang untuk membeli meja dan kursi tersebut sebanyak 50 orang, jadi mereka saat belajar benar-benar duduk di lantai tanpa alas sama sekali,” kata dia.

Ellya mengatakan, melihat kondisi tersebut dirinya mengaku sangat miris. Karena hampir 5 jam lebih siswa tersebut harus duduk di lantai bahkan tanpa alas. “Jadi uangnya dikemanakan.
Lagi pula bantuan dan dana yang dikucurkan pemerintah seperti dana swakelola dan bantuan yang lain anggarannya digunakan untuk apa, jika kondisinya masih seperti itu,” kata dia.

Seorang siswa SMKN 2 Empatlawang Yn, saat dikonfirmasi membenarkan kondisi tersebut. Dia mengatakan, beberapa orang siswa yang belajar di lokal tersebut sudah berulang kali menanyakan kepada guru kapan mereka bisa belajar dengan menggunakan meja dan kursi. Karena, para siswa tersebut mengetahui jika orang tua mereka sudah membayar untuk membeli meja dan kursi.

“Jawaban guru dan kepala sekolah sama saja, mereka disuruh untuk sabar karena sedang dikerjakan tukang dan segera diantar kalau sudah dikerjakan,” ujar dia.

Sumber lain menyebutkan, Dinas Pendidikan Empatlawang sudah mengetahui kondisi tersebut.
Termasuk adanya kesepakatan awal saat siswa hendak masuk di luar kuota atau siswa tambahan dan dikenakan biaya tersebut. Padahal, sarana dan prasarana sudah kelihatan tidak mendukung untuk dilakukan penambahan.
Hanya saja, karena pihak Disdik memberikan izin maka hal itu tetap dilakukan.

“Jadinya seperti itu dan pihak sekolah kelihatan tenang-tenang saja, karena itu sudah mendapat persetujuan dari Disdik Empatlawang,” ungkap sumber tersebut.

Sejauh ini, pihak Disdik Empatlawang belum dapat dikonfirmasi mengenai kondisi tersebut, baik Kadisdik Empatlawang maupun Kabid Dikmen Disdik Empatlawang. (lrhamudin)

——————————————

Sumber : Koran Sindo

Iklan

Tentang mangoci4lawang

Mangoci4lawang Post adalah Kumpulan berita Empat Lawang yang diambil dari berbagai sumber media baik lokal ataupun Nasional ter-update setiap hari. Didalam menyampaikan mengutamakan kecepatan, ketepatan dan berimbang. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. Terima Kasih telah mengunjungi kami...
Sampingan | Pos ini dipublikasikan di Kabar Empat Lawang. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s