Bandara Fatmawati Disaingi Silampari

  • Boeing Mendarat Di Bandara Silampari

Bupati Mura Ridwan Mukti (dua dari kanan) dan Bupati Empat Lawang Budi Antoni Aljufri (paling kanan) saat menyaksikan pendaratan perdana Boeing 737-500 Ekspress Air di Bandara Silampari, Lubuk Linggau, Rabu (4/9).

Lubuklinggau, Sumatera selatan

Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu kini mendapat pesaing baru dari daerah tetangga. Itu menyusul telah mendaratnya pesawat Boeing 737-500 di Bandara Silampari Lubuk Linggau. Proving flight atau uji landas Bandara Silampari untuk jenis pesawat boeing sekitar pukul 16.00 WIB, Rabu (9/5) berlangsung mulus.

Saat mendarat perdana kemarin, pesawat Ekspress Air juga membawa puluhan penumpang.
Saat terbang kembali ke Jakarta, pesawat mengangkut puluhan pejabat Pemda Mura dan Pemda Kota Lubuk Linggau termasuk Bupati Musi Rawas.
Tampak hadir pula Bupati Empat Lawang H Budi Antoni (HBA).

Sebagai simbolis kedatangan pesawat jenis boeing itu, Ridwan Mukti menghancurkan salah satu bangunan lama di kawasan bandara dengan menggunakan alat berat. Kedatangan boing disambut tepuk tangan meriah. Dan suka cita, karena sejak dibangun tahun 2001 silam, baru kemarin pesawat jenis boeing masuk ke sana.

“Kerja keras kami, telah terwujud. Hal ini penting untuk dilaporkan ke pusat, bahwa landasan Silampari sudah dilandasi boeing. Selanjutnya ditingkatkan menjadi penerbangan uji coba, sebelum masuk penerbangan komersil secara rutin,” kata Ridwan Mukti.

Dia berkeyakinan penumpang pesawat jenis boeing Musi Rawas – Jakarta banyak. Sebab, yang akan menggunakan jasa Bandara Silampari bukan hanya masyarakat Musi Rawas atau Lubuk Linggau saja, tetapi juga kabupaten tetangga seperti Kabupaten Empat Lawang, Kabupaten Rejang Lebong dan lain-lain.

Ridwan Mukti ingin terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya mempermudah akses masyarakat menujukota-kota besar di Indonesia, termasuk Ibukota Jakarta.

Bila dilihat dari wilayah, posisi Musi Rawas tidak strategis, karena jauh dari daerah lain yang mempunyai bandara nasional dan internasional. Sebut saja Bandara Sultan Mahmud Badarudin II, Palembang, yang keduanya cukup jauh untuk ditempuh.

“Jadi saya berfikir bagaimana harus mengembangkan Bandara Silampari ini. Bagaimana mencari anggarannya. Bagaimana mensejahterakan masyarakat dengan membangun ibu kota baru. Jadi bagaimana mensinergiskan dengan kota lain,” tambah pria yang pernah duduk di Komisi I DPR RI itu.

Perjuangan untuk mendapatkan anggaran dari pusat memiliki tantangan yang cukup besar. Namun, karena niat yang tulus untuk membangun Musi Rawas, Tuhan memudahkannya dan memberikan jalan.

Terbukti setelah berkoordinasi ke pusat, melalui Kementerian Perhubungan RI, selalu memberikan bantuan anggaran. Mulai saat Hatta Rajasa menjadi Menteri Perhubungan, hingga Menteri Perhubungan saat ini.

“Untuk mendapat bantuan tidak mudah, karena harus ekspos di Bappenas. Tapi perjuangan itu tidaklah sia-sia. Untuk pembangunan bandara ini paling besar bersumber dari APBN. Tidak dipungkiri juga ada bantuan dari Pemda Kabupaten Empat Lawang, Pemda Kota Lubuk Lingga. Boleh dikatakan ini bandara patungan. Bandara ini bukan milik Mura saja, tetapi sesama,” tukas Ridwan Mukti.

Tidak dipungkiri, untuk mengembangkanBandara Silampari menjadi bandara nasional dan internasional masih banyak anggaran yang dibutuhkan.

“Tadi mulai dibongkar (bangunan lama,red) untuk memperluas apron bandara. Lalu ditingkakan menjadi bandara yang berstandar. Baik berstandar nasional, selanjutnya menjadi bandara penerbangan internasional,” kata Ridwan Mukti disambut tepuk tangan tamu undangan.

“Mewujudkan penerbangan komersial merupakan tantangan di kemudian hari. Bukan hanya Jakarta, tetapi juga Batam. Lalu nyebrang (Singpura,red),” sambung Ridwan yang sudah di kali menang dalamPilkada Mura itu.

Direktur Komersil Express Air Siti mengatakan kedepan maskapainya tidak sekedar melakukan proving flight saja. Melainkan menjadi salah satu maskapai komersil yang melayani penerbangan masyarakat Musi Rawas dan sekitarnya. “Kami juga ingin berpartisipasi, meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujar Siti. (ble)

——————————————

Sumber : Harian Rakyat Bengkulu

Tentang mangoci4lawang

Mangoci4lawang Post adalah Kumpulan berita Empat Lawang yang diambil dari berbagai sumber media baik lokal ataupun Nasional ter-update setiap hari. Didalam menyampaikan mengutamakan kecepatan, ketepatan dan berimbang. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. Terima Kasih telah mengunjungi kami...
Sampingan | Pos ini dipublikasikan di Kabar Empat Lawang. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s