Papan Proyek Tak Dipasang


*PNPM Disinyalir Berbau Korupsi*

TEBING TINGGI – Pembangunan jalan setapak di Desa Fajar Bakti Kecamatan Tebing Tinggi, menggunakan dana RIS PNMP Mandiri, terkesan tak transparan.
Proyek itu disinyalir berbau korupsi karena papan proyek tak pernah dipasang.

Menurut Sohudi, mantan Ketua Organisasi Masyarakat (OMS) Desa Fajar Bakti, dana RIS PNPM Mandiri yang digunakan untuk pembangunan jalan setapak terkesan dipaksakan.

Warga setempat tak ikut andil seperti pembahasan dan musyawarah mengenai dana dari Pemerintah Pusat, tersebut.
“Seharusnya papan proyek itu sudah dipasang. Sebab pekerjaan jalan sudah selesai. Tapi hingga kini tidak ada,” ujar Sohudi, kemarin.

Dikatakannya, untuk pengerjaan jalan, perangkat desa tak boleh ikut serta. Tetapi ini, justru perangkat desa ikut serta mengerjakan proyek jalan, itu.
“Padahal jelas menyalahi. Sesuai aturan perangkat desa hanya sebagai pengawas jalannya proyek tersebut,” jelasnya.

Kemudian sistem pengerjaan proyek, sambung Sohudi, tak boleh sistem borongan. Sebaiknya menggunakan sistem buruh harian. Kemudian juga harus memiliki kepala tukang dan buruh harian. Serta peran jasa wanita harus 40 persen dalam pengerjaan proyek itu.

“Karena proyek untuk membantu masyarakat miskin tetapi justru tak membantu. Nah itu jelas-jelas sudah menyalahi aturan,”tegas Sohudi.

Disamping itu, mengenai pemberhentian atas dirinya dari Ketua OMS secara sepihak oleh kepala Desa (Kades) Pajar Bakti Kecamatan Tebing Tinggi, alasannya sampai detik ini tak diketahui.

Pemberhentian dirinya penuh teka-teki. Padahal pelatihan maupun Bimtek tingkat kabupaten hingga provinsi sudah diikuti. Makanya, dia paham mengenai mekanisme pengelolaan dana RIS PNPM Mandiri.

Sementara, Kades Desa Fajar Bakti Kecamatan Tebing Tinggi, Jumadi ketika dikonfirmasi, mengaku pengerjaan proyek jalan setapak menggunakan dana RIS PNPM Mandiri, itu ada campur tangan perangkat desa.
Namun itu tidak banyak, paling dominan masyarakat sendiri serta dua perangkat desa.

“Keikutsertaan perangkat desa tak menyalahi aturan. Coba aturan dari mana perangkat desa tak boleh ikut serta,”tanya Jumadi.

Mengenai pengerjaan sistem borongan, Jumadi menjelaskan, kalau system harian akan memperlambatkan penyelesaikan proyek. Kemudian biaya yang akan dikeluarkan cukup besar dan juga kalkulasi biaya sama dengan harian.

“Sistem borongan bisa menghematkan biaya dan juga penyelesaian proyek lebih cepat sesuai target. Sekaligus hasilnya memuaskandan tidak asal-asalan,”jelasnya.

Dia menambahkan, mengenai pemberhentian Ketua OMS yang lama, itu kesalahan sendiri. Sebab waktu pembuatan rekening tak ada di Desa. Ia pun sudah berupaya menghubungi pihak keluarganya melalui via telpon menanyakan keberadaannya. Tetapi pihak keluarga tidak mengetahui.

“Kemudian dia belum mempunyai SK. Jadi bisa-bisa saja diberhentikan,” pungkasnya. (omi)

—————————————–

Sumber : Palembang Pos

Iklan

Tentang mangoci4lawang

Mangoci4lawang Post adalah Kumpulan berita Empat Lawang yang diambil dari berbagai sumber media baik lokal ataupun Nasional ter-update setiap hari. Didalam menyampaikan mengutamakan kecepatan, ketepatan dan berimbang. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. Terima Kasih telah mengunjungi kami...
Sampingan | Pos ini dipublikasikan di Berita Empat Lawang. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s