Sudah Damai, Tak Ada Sanksi

*Kasus Dua Pejabat Adu Jotos*

PALEMBANG – Kasus dua pejabat Dishubkominfo dan Disbudpar berinisial S dan T, yang diduga terlibat adu jotos, sudah diselesaikan secara kekeluargaan.

Hal itu ditegaskan Bupati Empat Lawang H Budi Antoni Aljufri, usai acara halal bihalal warga Empat Lawang, di Griya Agung, Palembang, Sabtu (31/08).

Dia mengatakan, tidak ada adu jotos antara pejabat yang mengikuti rapat persiapan Triboatthon. Pasalnya, yang ada adalah kedua pejabat tersebut beradu argumen agar kegiatan Triboatthon berjalan dengan baik.

”Mereka ingin yang terbaik untuk kegiatan Triboatthon. Sehingga berdebat kusir, tapi tidak ada adu jotos seperti yang ramai diberitakan,” ujarnya.

Dia menegaskan, sudah memanggil kedua belah pihak untuk mengklarifikasi kejadian tersebut. Dari pengakuan keduanya, memang tidak ada adu jotos, tapi hanya saling senggol.

”Masalah itu sudah selesai, karena sudah kita damaikan. Jadi kita tidak akan memberikan sanksi, karena tidak ada kejadian perkelahian itu,” ucap HBA.

Menurutnya, berita di media terlalu dibesar-besarkan. Pasalnya, wartawan tidak berada ditempat ketika kejadian itu berlangsung. ”Wartawan tidak ada di lokasi saat kejadian. Karena mereka (wartawan,red) hanya mendengar dari cerita orang lain.  Sehingga pejabat yang berdebat disangka berkelahi,” tandasnya.

Sementara ketika dihubungi melalui ponselnya kemarin, HBA juga mengaku permasalahan itu sudah selesai dan keduanya sepakat damai dan bersalaman. Namun, HBA akan melihat dulu penyebab kejadian, sebelum memutuskan apakah akan memberikan sanksi atau tidak.

‘’Kakak liat dulu permasalahannya untuk diberikan sanksi atau tidak, dan mereka sudah berdamai, saling memaafkan,” jelasnya.

Terpisah pejabat Disbudpar Kabupaten Empat Lawang berinisial T, yang disebut-sebut terlibat adu jotos itu, ketika dikonfirmasi membenarkan kalau dirinya ribut saat rapat. ‘’Cerita sebenarnya, saat rapat berlangsung ada salah paham antara saya dengan salah satu Kabag berinisial K. Aku dan K pun ribut lalu datanglah S yang ingin memisahkan kami berkelahi. Dan sekarang masalah keributan itu sudah selesai. Kami saling memaafkan, tidak memperpanjang masalah itu kembali,” ujar T saat dihubungi kemarin.

Terpisah pejabat K ketika dikonfirmasi juga sama, membenarkan kejadian tersebut. Ia sebenarnya yang pertama kali ribut dengan T, dikarenakan selisih pendapat saat rapat.

“Mungkin T tersinggung saat rapat tersebut, lalu terjadi ribut. Dan S datang melerai. Namun akhirnya S dan T juga ribut, tapi masalah itu sudah selesai saat rapat itulah. Kami tidak lagi saling dendam dan memaafkan satu sama lain,” tegasnya.

Sedangkan S yang berdinas di Dishubkominfo, tak bisa dikonfirmasi melalui ponselnya maupun untuk bertemu langsung.

Diberitakan sebelumnya, dua orang pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang, dengan inisial “S” dan “T”  diduga terlibat “Adu Jotos”, Jumat (30/08), di ruang rapat Pemkab Empat Lawang, sekitar pukul 10.30 WIB. Kedua pejabat eselon yang beda instansi ini, berkelahi diduga hanya karena mempertahankan ego dan pendapatnya saat rapat sedang berlangsung. (ati/omi)

——————————————

Sumber : Palembang Pos

Iklan

Tentang mangoci4lawang

Mangoci4lawang Post adalah Kumpulan berita Empat Lawang yang diambil dari berbagai sumber media baik lokal ataupun Nasional ter-update setiap hari. Didalam menyampaikan mengutamakan kecepatan, ketepatan dan berimbang. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. Terima Kasih telah mengunjungi kami...
Sampingan | Pos ini dipublikasikan di Berita Empat Lawang. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Sudah Damai, Tak Ada Sanksi

  1. Bram Marta berkata:

    Seharusnya perdamaian tidak menghapus tindakan yg salah,kalau setiap ada permasalahan hanya cukup dengan saling memaafkan tanpa disertai sanksi maka ada kemungkinan tindakan serupa akan terulang lagi diwaktu yg akan datang,seharusnya sanksi diberikan utk memberi efek jera,.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s