Warga Empatlawang Keluhkan Pungutan Pembuatan KK Rp 100 Ribu

TEBING TINGGI – Sejumlah warga mengeluhkan adanya pungutan biaya pembuatan kartu keluarga (KK) dan akte kelahiran dengan besaran biaya Rp 100 ribu perlembarnya.

Karena itu, warga meminta agar PemkabEmpatlawang menindaklanjuti adanya pungutan liar ini, karena pembuatannya sudah digratiskan.

Warga juga merasa heran, karena sejak kembali diberlakukannya tidak melalui sidang bagi warga yang di atas dua bulan, baru-baru ini kembali ada pungutan. Bahkan, ada dari mereka yang ingin membuat akte kelahiran harus pulang membawa kembali pulang berkas setelah diminta oknum pegawai di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Empatlawang.

“Waktu buat dulunya setelah kembali digratiskan memang tidak ada pungutan. Namun, baru-baru ini saat ada keluarga yang meminta dibuatkan dimintai membayar sejumlah uang, sehingga kami memilih tidak membuat,” ungkap Iskandar, warga Tebingtinggi, Minggu (4/8/2013).

Dikatakannya, ada dua besaran biaya yang dipatok oleh pegawai Disdukcapil, yakni bagi warga di atas dua bulan diminta membayar Rp 50 ribu, sedangkan di atas 2 tahun diminta membayar Rp 100 ribu. Hal ini sangat bertolak belakang dengan keputusan pemerintah pusat yang meniadakan biaya persidangan ataupun persidangan itu sendiri.

“Saya diminta keluarga membuat 6 akte kelahiran, karena akan masuk sekolah. Ya, kalau 6 orang harus bayar Rp 600 ribu, terpaksa pulang dulu,” katanya.

Dia berharap agar hal ini diselidiki oleh instansi atau pihak berwenang, apakah hal ini ulah beberapa pegawai nakal ataupun memang ada instruksi dari pimpinan. Karena, sebagai dinas yang melayani masyarakat, adanya pungutan seperti ini sangat memberatkan masyarakat.

“Sepertinya pungli di dinas ini tidak terhapuskan sampai sekarang ini, karena memang pungli pembuatan KK dan Akte rentan terjadi. Nah, kalau ini perbuatan pegawai mesti ditindak tegas, bila perlu diberhentikan,” tegasnya.

Kepala Disdukcapil Empatlawang, H Choiri Badri ketika dikonfirmasi mengaku, hingga saat ini dirinya belum mengetahui adanya pungli tersebut. Karena, dirinya hanya menerima blanko yang sudah diisi dan siap ditandatangani dari pegawai.

“Diselidiki dulu siapa yang melakukan pungli. Saya tidak tahu siapa orangnya, yang jelas tidak ada pungutan biaya, karena memang sudah digratiskan,” tandasnya. (Wiliem.WK)

——————————————

Sumber : palembang.tribunnews.com

Iklan

Tentang mangoci4lawang

Mangoci4lawang Post adalah Kumpulan berita Empat Lawang yang diambil dari berbagai sumber media baik lokal ataupun Nasional ter-update setiap hari. Didalam menyampaikan mengutamakan kecepatan, ketepatan dan berimbang. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. Terima Kasih telah mengunjungi kami...
Sampingan | Pos ini dipublikasikan di Berita Empat Lawang. Tandai permalink.

2 Balasan ke Warga Empatlawang Keluhkan Pungutan Pembuatan KK Rp 100 Ribu

  1. imbi jasmine berkata:

    waduhh…sering turun ke lapangan dong pak,

  2. putra 4 lawang di rantau berkata:

    Turun ke lapangan…dilihat, nyamar gitu kayak usman waktu jaman nabi…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s