Bus Brimob Nyaris Masuk Jurang, 23 Polisi Terluka



Bagian depan bus Sat Brimob Polda Sumsel ringsek setelah terguling di Desa Gunung Kerto, Kecamatan Kikim Timur, Lahat, Sabtu (3/8/2013). Photo ; Sriwijaya Post/Wiliem Wira Kusuma

LAHAT – Bus SatBrimob Polda Sumsel terguling memasuki kawasan Gunung Kerto, Bungamas, Kecamatan Kikim Timur, Kabupaten Lahat, Sabtu (3/8/2013) sekitar pukul 11.30 WIB, nyaris masuk ke dalam jurang dengan kedalaman sekitar 100 meter.

Akibat laka tunggal iring-iringan kendaraan aparat keamanan yang di-BKO-kan untuk pengamanan pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa Pilkada Empatlawang, belasan personel dari Shabara Polda mengalami luka berat dan ringan.
Korban dibawa ke puskesmas terdekat.

Kapolres Lahat AKBP Budi Suryanto melalui Kasat Lantas AKP Agung Aditya membenarkan terjadi kecelakaan yang menimpa mobil Dalmas Polda Sumsel.
Menurutnya, Briptu Bambang Rio sang pengemudi diduga kehilangan kendali atau out of control, saat melewati tikungan. Akibatnya terjadi kecelakaan yang membuat bus nyaris saja masuk ke dalam jurang.

Ditambahkan, di dalam bus nahas itu berisi 30 orang penumpang. Sebanyak 23 orang diantaranya mengalami luka ringan dan langsung dibawa ke Puskemas untuk mendapat perawatan. Sementara sisanya tidak mengalami cidera apapun, meski mengalami benturan cukup keras.

“Tikungan tersebut memang sangat sering terjadi kecelakaan. Anggota Dalmas hanya cidera ringan saja, dan langsung dibawa ke Palembang dengan bus pengganti,” ujar AKP Agung Aditya.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa tersebut berawal saat empat unit bis milik Polda Sumsel meluncur dari Kabupaten Empatlawang ke Palembang. Di konvoi terdapat puluhan anggota Dalmas, yang baru saja bertugas mengamankan sengketa pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) Empatlawang pascaputusan final yang dikeluarkan mahkamah konstitusi (MK).

Bus kemudian melewati jalan lintas Sumatera (Jalinsum) Lahat-Tebingtinggi, dengan kecepatan sedang. Saat melintas di tikungan tajam di Desa Gunung Kerto Kecamatan Kikim Timur, tiga bus paling depan tidak menemui kesulitan. Pasalnya lokasi tersebut cukup berbahaya, karena sangat sering terjadi kecelakaan lalulintas hingga kendaraan masuk jurang.

Namun saat giliran kendaraan terakhir yang disopiri Briptu Bambang Rio, bis justru oleng ke kiri. Diduga sopir panik mengetahui ada jurang di depan tikungan tajam sekaligus jalan menurun, hingga kehilangan kendali. Laju bus dengan nopol V 6007-7 tersebut tak terkendali, hingga terguling di badan jalan dan terhenti di bibir jurang. (sr/tr)

——————————————

Sumber : Tribunnews.com

Iklan

Tentang mangoci4lawang

Mangoci4lawang Post adalah Kumpulan berita Empat Lawang yang diambil dari berbagai sumber media baik lokal ataupun Nasional ter-update setiap hari. Didalam menyampaikan mengutamakan kecepatan, ketepatan dan berimbang. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. Terima Kasih telah mengunjungi kami...
Sampingan | Pos ini dipublikasikan di Berita Empat Lawang. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s