Petani Karet Semakin Kesulitan

TEBING TINGGI – Lebaran Idul Fitri 1434 H semakin dekat, kebutuhan pun semakin meningkat karena naiknya mayoritas harga bahan pokok. Disisi lain, harga jual getah karet cenderung turun dan tak sebanding dengan harga-harga kebutuhan pokok.

Hal inilah yang membuat risau sebagian besar petani karet di Kabupaten Empat Lawang. “Biasanya menjelang lebaran nanti, harga karet makin anjlok. Jika kami tidak menjual hasil sadapan kami ini, bagaimana kami bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari,” ungkap M Rama (35) salah satu petani karet di Kecamatan Tebing Tinggi, Minggu siang.

Menurut Rama, mayoritas petani terpaksa menjual getah karet yang didapat perharinya, meskipun harga jual getah karet terus merosot. “Jika di tingkat Tauke, kemungkinan besar masih menyimpan hasil beli karet dari ringkat petani. Mereka kan banyak modal, jadi akan menunggu harga karet naik lagi,” tuturnya.

Dengan kondisi ini, petani karet tidak bisa berbuat banyak dan hanya bisa berharap harga karet secepatnya kembali normal seperti semula yang mencapai Rp 17.000 perkilonya.

“Paling tidak harga jual karet bisa sebanding dengan harga kebutuhan pokok, agar kehidupan petani bisa stabil,” harapnya.

Hal senada juga diungkapkan petani karet lainnya, Mursid (47). Menurutnya, petani karet makin kesulitan mencukupi kebutuhannya sehari-hari, seiring kian dekatnya perayaan Idul Fitri.

“Apalagi petani karet seperti saya, yang hanya mengandalkan upah atau bagi hasil dengan pemilik kebun. Tentunya hasil yang didapat makin sedikit, sedangkan kebutuhan hidup makin besar,” katanya dengan nada lirih.

Sementara beberapa tauke karet yang sempat dibincangi mengatakan, mereka terpaksa menyimpan karet yang ada dan tidak akan dijual sebelum harga karet kembali stabil. “Jika kami tetap menjual karet saat ini, berarti kami siap menanggung kerugian yang mencapai ratusan juta lebih. Makanya, kami memilih bertahan, karena biasanya setelah lebaran nanti harga karet berangsur naik,” ujar Soleh, salah satu tauke karet di Tebing Tinggi.

Untuk diketahui, harga karet dengan kualitas rendah ditingkat petani dihargai Rp.4.000 hingga 4.500 perkilogram. Sedangkan getah karet dengan kualitas bagus, dibeli oleh pengepul seharga Rp.6.000 hingga Rp.7.500 perkilonya.(Tono)

——————————————

Sumber : KABARkite.com

Iklan

Tentang mangoci4lawang

Mangoci4lawang Post adalah Kumpulan berita Empat Lawang yang diambil dari berbagai sumber media baik lokal ataupun Nasional ter-update setiap hari. Didalam menyampaikan mengutamakan kecepatan, ketepatan dan berimbang. Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. Terima Kasih telah mengunjungi kami...
Sampingan | Pos ini dipublikasikan di Berita Empat Lawang. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s